“Ke Diri” Semar dalam Tujuh Kanvas Sohieb Toyaroja

 “Ke Diri” Semar dalam Tujuh Kanvas Sohieb Toyaroja
Semar, Flowing and Flying (oil on canvas).

APA yang terjadi jika seorang pelukis merasa galau. Gundah akan carut-marut sekelilingnya. Kegundahan itulah yang kemudian mengkristal menjadi sebuah ide kreatif. Mendadak, muncul sosok Semar, punokawan atau pamong ksatria Pandawa, atau tokoh-tokoh protagonis dalam cerita wayang. Itulah ide awal gagasan berpameran tunggal “Ke Diri” dengan objek tunggal: Semar oleh pelukis Sohieb Toyaroja.

Sosok Semar, yang sering disebut sebagai “dewa ngejawantah”, atau dewa yang menjelma sebagai rakyat jelata, dipilih Sohieb sebagai katalisator untuk menuangkan gundah gulana yang ada di dalam dada. Pameran itu rencananya digelar di Galeri Serni Kunstkring, Jl. Tengku Umar 1, Menteng, Jakarta Pusat mulai 29 April 2018.

Sebanyak tujuh lukisan telah ia siapkan untuk dipamerkan. “Cukup tujuh, sebagai awal dari rangkaian pameran Semar. Jadi, setelah episode ‘Ke Diri’, akan ada lanjutannya dengan seri-seri pameran Semar lain hingga paripurna,” ujar Sohieb, saat dijumpai di Galeri Kunstkring, beberapa waktu lalu.

Di bawah ini adalah lukisan yang bakal dipamerkan.

Semar Evolution (oil on canvas)

 

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *