Jusuf Kalla: Wah-wah-wah

 Jusuf Kalla: Wah-wah-wah

DESTINASI pariwisata harus memiliki daya pukau yang kuat untuk menarik minat wisatawan. “Kalau mau pariwisata dihebatkan, bikinlah banyak ‘wah’, danaunya ‘wah’, volcano-nya ‘wah’, pemandangan indahnya ‘wah’. Jadi mesti banyak ‘wah’. Intinya begitu,” tegas Wakil Presiden Jusuf Kalla ketika memimpin rapat koordinasi Pembangunan Pariwisata Indonesia, di Jakarta, kemarin.

Daya pukau, lanjut Wapres, dapat dibuat dengan banyak hal, salah satunya adalah legenda. Dengan membaca legenda, turis tertarik untuk mendatangi objek wisata. Wapres mencontohkan, situs wisata yang sempat dikunjungi Wapres dalam lawatannya tahun lalu ke Lima, Peru, Machu Picchu, yang menawarkan legenda untuk memikat wisatawan. “Turis butuh legenda, ini masing-masing apa legendanya Toba, apa legendanya Borobudur,” ujar Wapres.

Arahan Wapres ini menanggapi paparan Menteri Pariwisata Arief Yahya, tentang progres program percepatan pembangunan pariwisata Indonesia di tiga destinasi prioritas dan hasil kerjasama penelitian dengan World Bank, termasuk tagline bagi destinasi pariwisata prioritas yang ditetapkan. Seperti diketahui, pemerintah telah menetapkan 10 destinasi pariwisata, dengan tiga destinasi pariwisata prioritas yaitu, Danau Toba, Mandalika-Lombok, dan Borobudur. “Danau Toba itu tagline-nya The World Super Volcano Geopark, masuk ke Lombok password-nya Best Halal Tourism, dan Borobudur Cultural Masterpiece,” ujar Arief.

Selanjutnya Wapres berpesan agar arti halal diperluas dan tidak hanya terbatas pada minuman alkohol dan makanan halal, tetapi juga mencakup hal-hal terkait kebersihan dan keramahan. Saat ini Jepang sangat gencar mempromosikan turis halal. Namun, dengan keunggulan yang dimiliki Jepang dalam hal kebersihan dan disiplin, masalah kebersihan akan menjadi tantangan besar bagi pariwisata Indonesia.  “Seindah apa pun kita, kalau tidak bersih tidak akan (bisa),” kata Wapres mengingatkan. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *