• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Saturday, October 3, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Investasi bagi Gen Z: Emas, Saham atau Crypto?

Investasi bagi Gen Z: Emas, Saham atau Crypto?

Redaksi by Redaksi
March 10, 2026
in Ekonomi & Bisnis, Kolom
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Investasi adalah penanaman modal atau uang dalam jangka panjang pada aset tertentu (saham, obligasi, emas, properti) untuk mendapatkan keuntungan di masa depan dan melawan inflasi.

Ini melibatkan risiko untuk memperoleh capital gain atau dividen, serta berbeda dengan menabung yang hanya menyimpan uang tanpa risiko.

Investasi saat ini sedang ramai dibicarakan oleh Generasi Z (Gen Z), berbagai macam jenis investasi mulai dipelajari dari reksadana, obligasi/surat berharga, deposito, saham, aset kripto (Cryptocurrency) hingga aset fisik seperti emas.

Dalam berinvestasi terdapat berbagai macam profil risiko yang harus dipahami, secara umum profil risiko terbagi menjadi tiga kategori yaitu profil risiko konservatif, moderat dan agresif.

Profil risiko konservatif preferensi investasi di mana seseorang lebih memilih keamanan modal dan stabilitas penghasilan dibandingkan dengan potensi pengembalian yang lebih tinggi, profil risiko ini cocok untuk investasi emas.

Profil risiko moderat sesua untuk investor yang memiliki toleransi terhadap risiko penurunan nilai investasi namun tetap mengharapkan keuntungan yang memadai seperti obligasi/surat berharga negara.

Profil risiko agresif preferensi investasi di mana seseorang siap mengambil risiko tinggi untuk mendapatkan potensi pengembalian yang lebih besar, profil risiko ini cocok untuk investasi saham dan aset kripto.

Saat ini bagi Gen Z investasi emas, saham serta crypto menjadi primadona dikarenakan memberikan hasil timbal balik yang menguntungkan, seperti emas sang logam mulia yang dapat dikategorikan investasi yang paling aman karena pergolakan harganya yang dapat dikatakan stabil.

Dengan harga Rp10.000 (Sepuluh Ribu Rupiah), para Gen Z ini sudah dapat memiliki emas dalam bentuk emas digital. Emas digital sangat praktis karena tidak perlu biaya titip fisik (brankas), namun pilihlah platform yang sudah berizin BAPPEBTI.

Namun bagi beberapa Gen Z, bermimpi memiliki bagian dalam perusahaan impian mereka. Mereka dapat memiliki bagian dalam perusahaan dengan cara “membeli” saham dari perusahaan tersebut.

Sebagai contoh jika seorang Gen Z ingin memiliki bagian dalam Bank BRI, dia dapat “membeli” saham Bank BRI dengan harga terbaru per hari Jumat tanggal 06 Maret 2026 di Rp3670 (Tiga Ribu Enam Ratus Tujuh Puluh Rupiah)/per lembar saham atau Rp367.000 (Tiga Ratus Enam Puluh Tujuh Ribu Rupiah)/ per 100 lembar saham. Dengan membeli saham tersebut maka kita akan mendapatkan hasil timbal balik berupa dividen yang akan diterima.

Tetapi ada juga generasi z ini yang memilih investasi dengan risiko tinggi, dimana pergerakan harga bisa terjadi sangat cepat. Invetasi dengan slogan “High Risk, High Return” ini digemari oleh beberapa generasi z yang ingin mendapatkan potensi keuntungan yang sangat besar dalam waktu singkat dimana pasar jual beli crypto ini selalu aktif selama 24 jam. Investasi dengan teknologi Blockchain ini serta kemudahan akses informasi global menjadi pemicu utama crypto sangat digemari.

Pemilihan investasi ini bergantung dengan profil risiko yang akan dijalankan.  Gen Z yang konservatif biasanya akan mengalokasikan lebih banyak ke emas, sementara mereka yang agresif dan mengejar kebebasan finansial lebih cepat cenderung berinvestasi di saham atau crypto. Jika ingin memilih ketiga instrument ini, lakukanlah diversifikasi investasi. Ingat jangan menaruh semua uang dalam satu instrument investasi saja.***

Penulis :
Resinalsal Hamonangan G
Mahasiswa Magister Akuntansi
Universitas Pamulang

Tags: Gen zinvestasijayakartanews
Previous Post

Kementerian P2MI Ingatkan Bahaya Penempatan Non Prosedural Pekerja Migran Indonesia ke Libya

Next Post

8 Rekomendasi Kuliner Khas Lebaran dari Berbagai Penjuru Indonesia

Redaksi

Redaksi

Next Post
8 Rekomendasi Kuliner Khas Lebaran dari Berbagai Penjuru Indonesia

8 Rekomendasi Kuliner Khas Lebaran dari Berbagai Penjuru Indonesia

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version