Ini Dua Keputusan Sidang Umum TPO

 Ini Dua Keputusan Sidang Umum TPO

Ketua sidang paripurna Sidang Umum TPO ke-10 atas nama Kota tuan rumah dalam hal ini Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono (tengah) bersama Sekjen TPO, Woo Kyoung-ha (kanan kedua) memimpin Sidang Umum TPO di Medan. (Foto. Disbudpar Sumut)

JAYAKARTA NEWS – Rapat General Assembly 10th Tourism Promotion Organization (TPO) atau sidang umum menghasilkan dua keputusan yakni memasarkan kegiatan destinasi wisata pengembangan produk wisata baru dan penetapan untuk tuan rumah pertemuan TPO berikutnya di Jeonju, Korea Selatan tahun 2023.

TPO akan memasarkan destinasi pariwisata Sumatera Utara Indonesia, Hanoi Vietnam dan Kuantan Malaysia di pagelaran TPO pariwisata internasional Tourism  Promotion Roadshow (GA11), Travel Expo di Khusyu Jepang dan ITB Asia di Singapura pada tahun 2023 mendatang. 

Ketua sidang paripurna Sidang Umum TPO ke-10 atas nama Kota tuan rumah dalam hal ini Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono di Medan, Jumat (11/11/2022) menyampaikan TPO didirikan dalam upaya untuk membina jaringan antara pemerintah, sektor swasta dan akademisi untuk mempromosikan kerjasama dan pertukaran timbal balik, serta menghidupkan kembali industri pariwisata di kawasan Asia-PasifikAsia-Pasifik pasca pandemi. 

“Untuk tujuan ini, tahun ini TPO telah menetapkan tema untuk Sidang Umum sebagai “Membangun Kembali Pariwisata dan Promosi Digital,” katanya. 

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony

Pada sidang tersebut TPO juga memperkenalkan 17 anggota baru yaitu 12 dari sektor pemerintah adalah kota Huzhou, Lijiang dari China, Batam dan Batu dari Indonesia, Gangwon-do, Gyeonggi-do, Mungyeong, Sasang-gu dari Korea Selatan, Kampar, Kuantan, Tansen dari Malaysia dan Long An dari Vietnam.

Kemudian dua anggota non pemerintah yaitu Universitas Dongseo, Universitas Gumi dan Universitas Suseong dan Yayasan Pariwisata Namhae Foundation. Terakhir satu anggota merupakan badan usaha yakni S2Beautech.

Pasca pandemi peningkatan kemampuan setiap kota anggota TPO menjadi lebih penting dari sebelumnya untuk menciptakan sinergi dengan menggabungkan kekuatan dan daya saing masing-masing kota anggota, serta mempromosikan industri pariwisata berkelanjutan. 

“Dengan adanya promosi pariwisata bersama saya berharap kunjungan wisatawan bagi member TPO dapat meningkat karena kita tahu bahwa TPO memiliki member yang sangat banyak, ada kurang lebih dari 152 pemerintah kabupaten/kota Asia Pasifik, tentunya ini sangat menguntungkan bagi kita Sumatera Utara dengan bergabung di TPO, ” tambahnya. 

Sementara itu, Sekretaris Jenderal TPO, Woo Kyoung-ha menyampaikan organisasi ini bertujuan untuk membangun kemitraan pemerintah antar kota dan organisasi di Kawasan Asia Pasifik yang mendorong para anggotanya untuk bekerja sama dalam mempromosikan pariwisata dan memfasilitasi pertukaran informasi, pendapat serta kerja sama di antara para anggota.

“Saya memang berharap di Sidang Umum ini akan menjadi platform untuk berbagi wawasan tentang tantangan bersama yang ada di hadapan kita dan melanjutkan upaya mengembangkan industri pariwisata yang berkelanjutan. Selain itu, pada kesempatan acara ini, saya berharap dapat melihat kerjasama yang lebih berkembang,”pungkasnya. 

Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono (kiri kedua) didampingi Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony (tengah), Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Laila Lubis (ketiga kiri) bersama Sekjen TPO, Woo Kyoung-ha dan jajarannya usai Sidang Umum TPO 10th di Medan. (*/Disbudpar Sumut)
Ketua sidang paripurna Sidang Umum TPO ke-10 atas nama Kota tuan rumah dalam hal ini Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi Keuangan Pembangunan Aset dan Sumber Daya Alam, Agus Tripriyono dan Sekjen TPO, Woo Kyoung-ha berfoto bersama para peserta delegasi anggota TPO usai menggelar Sidang Umum TPO 10th di Medan. (Foto. Disbudpar Sumut)

Sejak didirikan pada tahun 2002, organisasi TPO ini telah secara aktif melaksanakan beragam proyek kerjasama, mulai dari mendukung pertukaran antar kota anggota, mempromosikan sumber daya pariwisata dan mengembangkan proyek pariwisata ke depan. 

“Saya juga percaya ini akan menjadi peluang bagus untuk industri pariwisata para anggota TPO untuk maju lebih jauh,”katanya. 

Sedangkan Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Utara, Zumri Sulthony mengatakan melalui pertemuan ini berharap bisa memanfaatkan apa yang dimiliki TPO semaksimal mungkin untuk kembali lagi memajukan pariwisata di Sumatera Utara.

“Karena kita bicara soal tourism promotion organization tentunya kita berharap dampaknya adalah makin banyaknya wisatawan mancanegara datang ke Sumatera Utara  terlebih dari negara-negara TPO itu sendiri, ” tambahnya usai menutup kegiatan closing ceremony TPO 2022  pada Jumat malam. (*/Monang Sitohang)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.