Gunung Jati sampai Trusmi

 Gunung Jati sampai Trusmi

WALIKOTA Cirebon, Nazrudin Azis tidak main-main dalam membranding kotanya sebagai “The Great City”. Ia sadar betul, bahwa Cirebon termasuk salah satu kota yang sarat peninggalan sejarah. Jumlah keraton yang empat, adalah bukti tingginya peradaban Cirebon pada masa lalu. Belum lagi keluhuran budhi Sunan Gunung Jati, yang hingga sekarang masih diagung-agungkan umat Islam.

Dahulu itu….

Kota Cirebon dikenal sebagai kota udang. Selain itu, Cirebon juga menjadi kota transit. Kepadatan jalur pantura yang sarat bus malam dan truk-truk gandeng, membuat Cirebon kurang diminati wisatawan. Tapi itu dulu. Sekarang, dengan adanya jalan tol, maka Jakarta – Cirebon dalam kondisi normal bisa ditempuh dalam waktu tiga jam saja.

Dengan mudahnya akses, membuat geliat kunjungan wisatawan domestik merangsek naik. Toh, Cirebon tidak kekurangan fasilitas. Sebagai kota dengan sejarah panjang, Cirebon sudah memiliki fasilitas penginapan yang memadai. Bahkan pusat perbelanjaan Grage Mall yang modern pun tersedia di sana.

Untuk penggila kuliner, Cirebon memiliki banyak menu spesial seperti nasi jamblang, tahu gejrot, empal gentong, nasi lengko, menu spesial udang atau aneka sea food, dan lain-lain. Selain tersebar di aneka kedai dan rumah makan, semua menu khas Cirebon jug tersedia di Grage Mall Cirebon. Satu-satuna mall termegah di kota itu.

Penyuka budaya, bisa berziarah ke makam Sunan Gunung Jati, serta mengunjungi empat keraton. Aneka budaya seni seperti tari topeng dan musik tarling, juga sangat menarik untuk dinikmati. Jika Anda mengincar batik Cirebon sebagai oleh-oleh, bisa mengunjungi Desa Trusmi, sekitar 5 kilometer dari kota Cirebon. Anda juga bisa berburu kerajinan tangan seperti topeng khas Cirebon di sana.

Walikota Cirebon, Drs Nazrudin Azis

Menurut Walikota Cirebon, Drs. Nazrudin Azis saat bertemu penulis di ruang kerjanya awal tahun 2016, pihaknya akan memprioritaskan kebangkitan dan kepedulian budaya di wilayahnya. ‘’Pendidikan dan pembangunan karakter serta kepedulian akan budaya, utamanya perhatian dan kebanggaan pada kekayaan budaya seperti Keraton Kanoma, Kasepuhan yang ada akan diprioritaskan,’’ katanya.

Sementara Gusti Sultan Sepuh XIV Pra Arief  Natadiningrat, SE kepada penulis di Kasultanan Cirebon mengakui, pihaknya tersendat-sendat merawat Istana Kanoman dan Istana Kasepuhan. ‘’Biayanya besar sekali, namun kami tidak berhenti mencari solusi untuk menjaga peninggalan leluhur kami,’’ ucap Pra Arief Natadiningrat.

Kota Cirebon dengan kekayaan budayanya, kini menanti janji Walikota Nazrudin Azis. Minimal memperhatikan pembiayaan perawatan situs-situs budaya peninggalan para leluhur seperti keraton dan kasepuhan yang menjadi kebanggan Kota Cirebon. ***

Digiqole ad

Related post

1 Comment

  • Apa kabar Mbak Ketty

    Saya Sukarja yg pernah di Tabloid Tokoh. Wah ngeliput Cirebon…. Seperti 17 tahun lalu waktu di Tokoh 😉

    Maju buat Cirebon…dari saya yg kelahiran Cirebon.

    Sukses JayaKartaNews. Dulu saya sempat bantu JayaKartaNews ketika saya masih di KompasGramedia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *