Cirebon, The Great City

 Cirebon, The Great City

PARA kepala daerah sedang sibuk mem-branding kotanya. Cirebon termasuk salah satunya. Sepertinya jengah dengan sebutan “kota udang”, maka Cirebon membuat branding lain “The Great City”. Kebesaran kota Cirebon terletak pada warisan peninggalan sejarah, baik berupa artefak, situs, maupun kejayaan masa lalu yang masih bisa dilihat sekarang.

Dahulu itu…

Syarif Hidayatullah yang kemudian dikenal sebagai Sunan Gunung Jati, menguasai wilayah Cirebon, Kuningan, dan sekitarnya. Peninggalannya antara lain, Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan dan Keraton Keprabon yang memiliki arsitektur gabungan dari berbagai elemen kebudayaan termasuk Islam dan unsur-unsur arsitektur Belanda.

Ada pula situs peninggalan sejarah kejayaan Islam masa lampau, Tamansari Gua Sunyaragi atau Gua Sunyaragi,  sebuah kompleks bangunan yang menempati areal seluas 1,5 ha. Tempat ini dulu jadi tempat peristirahatan, tempat menyepi, bertapa dan  tempat rekreasi bagi Sultan Kasepuhan dan kerabatnya. Kota Cirebon juga menjadi salah satu kota pelabuhan terpenting di pantai utara Jawa setelah Jakarta dan Semarang.

 

Taman Gua Sunyaragi, Cirebon

Dahulu, Pelabuhan Cirebon memiliki peran strategis dalam hal perdagangan. Sejak masa Sunan Gunung Jati masih berkuasa, kapal-kapal asing yang mengangkut barang-barang niaga dari dan ke luar negara, pernah meramaikan pelabuhan ini. Pemandangan itu pun masih kita temui hingga saat ini. Bila kita berjalan-jalan di sore hari, maka akan kita saksikan puluhan kapal-kapal besar tengah bersandar di dermaga.

Selain itu Cirebon sudah lama dikenal sebagai pusat penghasil kain batik, terutama Batik Trusmi. Kota ini juga terkenal dengan kesenian tari topeng dan musik tarling yang menggabungkan suara gitar, suling dan suara manusia dalam perpaduan yang harmonis. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *