Garin: Debat Capres dan Cawapres seperti Opera Sabun

 Garin: Debat Capres dan Cawapres seperti Opera Sabun

Garin Nugroho–foto kapanlagi com

Garin Nugroho–foto kapanlagi com

JAYAKARTA NEWS—Budayawan se­kaligus produser dan sutradara, Garin Nugroho, meluncurkan buku terbarunya berjudul Ne­gara Melodrama di Bentara Budaya Jakarta, Selasa (19/3). Peluncuran buku tersebut da­lam rangka menyambut Pe­milu serentak yang akan dige­lar pada 17 April 2019.

Berjudul Melodrama, sebuah aliran seni yang dike­nalkan lewat Komedi Stamboel, Garin menilai muatan yang terkandung dalam Melodrama hadir dalam kondisi masyara­kat Indonesia hari ini, khusus­nya menjelang pemilu presi­den kali ini.

“Melodrama tidak hanya se­bagai pertunjukan. Tapi men­jadi cara manusia mengon­sumsi segalanya termasuk politik, bahkan hari ini pilpres. Tokohnya hitam putih sangat cocok dengan pemilu hari ini. Penuh konflik karena itu yang dikonsumsi masyarakat utama­nya lewat medsos. Itulah sa­lah satu ciri melodrama,” jelas Garin.

Garin menilai kondisi paling parah terjadi pada masyarakat yaitu rasa curiga dan menya­lahkan orang lain. Masyarakat terlalu fanatik terhadap salah satu calon sehingga begitu mu­dah membenci orang lain yang berbeda pilihan.

“Pemimpin yang me­reka senangi tidak boleh salah, sedangkan pemimpin yang lain selalu dianggap salah. Se­mua membentengi diri sendiri dan menyalahkan kelompok lain. Bahkan, menganggap ke­lompok lain bisa memerangi dirinya,” jelas Garin. “Debat Capres dan Cawapres seperti Opera Sabun. Karena penuh drama, saling serang, saling ejek di medsos. Kayak anak kecil. Kualitas merosot, paralel, vulgar, yang ditawarkan hitam putih. Tak ada konsep kebangsaan. Merendahkan peradaban”, tambahnya.

Buku Negara Melodrama merupakan kumpulan tulisan-tulisannya sejak tahun 2014 yang dimuat di koran. Buku ter­sebut hanya salah satu buku dari sekian buku yang ditulis Garin.

Garin menjelaskan pelun­curan buku ini dilakukan se­cara gotong royong melibatkan beberapa rekan. “Karena kalau acara ini mau didukung paslon presiden dan wapres mereka akan saling berebut,” katanya sambil bercanda.

Acara peluncuran buku ini diiringi pula “Dongeng Kebang­saan” dan lagu populer dari masa ke masa. Menemani Garin, hadir pula seniman dan dosen musik dari berbagai daerah, seperti Tommy F. Awuy, Irwansyah Harahap, Cornelia Agatha, Taufik Adam, Mia Ismi, Rithaony Hutajulu, Joko Gombloh, Faizal Lubis, dan Asti Aletta. Diantara pengunjung tampak hadir Yudi Latif, Paul Agusta (baca puisi), Yayang C.Noer dll. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *