Duka Mendalam Iringi Wafatnya Ghibran

 Duka Mendalam Iringi Wafatnya Ghibran
Perwakilan HIKA Poltekpar Medan saat menjenguk Ghibran, dari kiri orang tua Ghibran, Iqbal Hutabarat, Tri Nova, Azliansyah, Mimi Pohan dan Maysarah. (Foto Ist)

JAYAKARTA NEWS – Keluarga besar Ikatan Keluarga Besar Alumni Poltekpar Medan (HIKA Poltekpar Medan) seketika diliputi duka-cita, demi membaca posting di WA Group:
Berita duka cita….

Innalilahi wainna Ilaihi Rojiuun…

Sudah berpulang ke Rahmatullah Ananda Ghibran hari ini Selasa 19 Feb pukul 09:50 di Ruang PICU RS USU.

Jannah lah tempat nya…

Dan untuk orang tuanya, sanak famili serta kerabat handai taulan di beri kesabaran dan keikhlasan.

Aamiin Yaa Allah

Ghibran Alfaiz Hutabarat anak kedua dari Iqbal Teguh Iman Halomoan Hutabarat didiagnosa Kanker Mata (Retinoblastoma) dan tumor otak. Foto diambil beberapa hari sebelum wafat. (foto Ist)

Ghibran Alfaiz Hutabarat adalah anak kedua dari pasangan Iqbal Teguh Iman Halomoan Hutabarat dengan Dessy Alfiani. Saat lahir Ghibran dalam kondisi sehat, tanpa ada tanda-tanda keanehan pada kondisi fisik, apalagi matanya. Tidak disangka dan diduga balita yang sudah berusia satu tahun empat bulan ini, didiagnosa kanker mata (retinoblastoma) dan tumor otak.

Seperti petir di siang bolong, saat hasil pemeriksaan Ghibran itu disampaikan dokter. Selaku orang tua Ghibran, tentu perasaan khawatir, cemas, prihatin dan lainnya bercampur aduk dan itulah realita hidup yang harus dihadapi saat ini.

“Sebelumnya, tanda-tanda atau gejala tumor otak yang diidap Ghibran tidak ada, malah justru yang menjadi respon awal pemeriksaan masalah gejala mata, yang mana saat itu mata Ghibran seperti mata kucing ketika terkena sinar lampu di malam hari, ada cahaya warna kuning. Walaupun tidak ada rasa sakit yang ditunjukkan Ghibran serta merah, bengkak dan iritasi, tapi Itulah awal pemeriksaan, sehingga dibawalah ke dokter anak,” jelas Iqbal ketika dihubungi melalui telepon seluler.

Dan sekitar bulan 10 lalu awal pemeriksaan Ghibran hingga sampai rawat inap di ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit) adalah ruang perawatan intensif untuk bayi di Rumah Sakit USU, di Jalan Dr. Mansyur, Medan.

“Tidak disangka saat itu bertemu salah seorang alumni teman satu lokal saya ketika kuliah di Akademi Pariwisata – Poltekpar Medan, dan perbincangan pun kami lakukan, dari awal yang dialami anak saya hingga sampai kabar akan dioperasi pun dia tahu, Tidak diduga pertemuan itu justru mendatangkan bantuan bagi keluargaku,” ujar Iqbal.

Dan ternyata ihwal pertemuan itu menjadi kabar ke para alumni,  sehingga banyak yang membuat kepedulian dan perhatian para teman-teman alumni dengan kondisi yang dialami dan dirasakan Ghibran.

Akhirnya kabar di grup-grup WAG alumni prodi Manajemen Tata Boga (MTB) dan alumni lintas angkatan Akpar/Poltekpar Medan beredar, akhirnya tali kasih dan silaturahmi ke seluruh alumni pun dijalankan dengan membuat imbauan kepada para alumni agar memberi donasi seikhlasnya. Waktu pengumpulan sekitar satu minggu, tanggal 2-9 Februari lalu.

Di kesempatan yang sama Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Alumni Poltekpar Medan (HIKA Poltekpar Medan) Achmad Zulham saat dihubungi mengatakan benar bahwa ada kegiatan pengumpulan donasi untuk Ghibran anak kedua dari Iqbal Hutabarat. Dan ini juga merupakan salah satu program HIKA Poltekpar Medan, untuk menjalin tali kasih dan silaturahmi sesama alumni.

Donasi dihimpun melalui rekening Liza selaku bendahara, setelah itu di-share melalui WAG alumni, media sosial, facebook dan instgram HIKA Poltekpar Medan. Melalui jaringan medsos itu pula tersiar kabar sakitnya Ghibran dan spontan mendapat reaksi simpati dan empati dari rekan-rekannya.

“Ya Allah angkatlah penyakit anak kami Gibran… Sembuhkan beliau dan berikanlah yang terbaik bagi keluarganya.. Amin Ya Robbalallamin,” ujar Ngger, kemudian Gunadi, menulis, “Semoga doa kita semua dijabah Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa untuk kesembuhan ananda Gibran… Amin,” dan lainnya.

“Kami bersyukur, HIKA Poltekpar Medan bisa menjadi wadah untuk menyalurkan donasi tali kasih dan silaturahmi sesama ikatan keluarga besar alumni Poltekpar Medan,” jelas Zulham.

Kemudian, selama  periode kepemimpinannya sudah beberapa kali melakukan kegiatan sosial atau tali kasih seperti ini. Untuk Ghibran ini termasuk lumayan besar donasi yang dapat terkumpul, yakni mencapai Rp.11.456.500.

Ternyata saat pengumpulan donasi buat Ghibran, sempat ditambah waktunya dua hari sebab di saat mau closing ternyata masih ada yang ingin berdonasi. Kemudian waktu pun ditambah tiga hari, sebelum akhirnya menghimpun dan menyerahkan kepada Iqbal.

Perwakilan dari HIKA Poltekpar Medan yang langsung menjenguk Ghibran di rumah sakit, yaitu yang membidangi seksi sosial, Maysarah, seksi kewirausahaan diwakilkan Tri Nova, kesekretariatan dan Ketua HIKA Poltekpar Medan.

“Saya selaku Ketua Umum HIKA Poltekpar Medan berharap hal seperti terus menjadi perhatian bersama untuk kita jalankan serta tingkatkan, yang bertujuan mempererat jalininan hubungan kekeluargaan sesama alumni, sehingga dapat membantu untuk meringankan beban sesama alumni. Karena tanpa kepedulian bersama tidak akan mungkin terwujud bahwa wadah ikatan ini dari kita untuk kita,” ujar Zulham yang juga GM Hotel di Medan.

Iqbal mewakili keluarga kepada seluruh para alumni yang telah memberikan perhatian dan rasa peduli, mengucapkan banyak terima kasih, disertai harapan semoga jalinan silaturahmi ikatan alumni ini semakin erat dan solid.

Itulah kondisi beberapa hari lalu, hingga kemudian Tuhan berkehendak lain. Ghibran berpulang ke Rahmatullah, hari ini, Selasa 19 Februari pukul 09:50 di Ruang PICU RS USU Medan. Semoga, almarhum mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan, diberi ketabahan.  (Monang Sitohang)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *