IMA Awards 2019 – 55 Film Dinilai

 IMA Awards 2019 –  55 Film Dinilai
Lukman Sardi—foto istimewa

RCTI kembali menggelar Indonesia Movie Actors (IMA) Awards ke 13. Ajang penghargaan bagi insan perfilman Tanah Air ini akan diselenggarakan di Studio 14 MNC Studios Kebon Jeruk, Jakarta, pada 14 Maret 2019, pukul 21.00 WIB. 

“Sesuai dengan spiritnya RCTI, setiap tahun buat acara spesial dan IMA akan tetap kita pertahankan. RCTI sebuah stasiun televisi, tapi sebenarnya rumah, bukan cuma rumah yang memberikan hiburan, tapi apresiasi industri hiburan televisi. Ini apresiasi RCTI sebuah grup besar untuk dunia hiburan, musik, film dan televisi,” kata Dini Putri selaku Director Programming & Acquisition RCTI saat jumpa pers di MNC Studios Kebon Jeruk, Jakarta, Selasa (19/2/2019).

 
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, para nominasi dipilih berdasarkan pilihan juri. Sebanyak 55 judul film mengikuti ajang bergengsi ini dan dari jumlah tersebut berhasil terpilih 8 kategori terbaik yang dipilih langsung oleh juri dan 7 kategori terfavorit yang dipilih masyarakat melalui voting melalui SMS, website, sosial media Instagram dan meTube. 

Voting dapat dilakukan mulai 19 Februari hingga 13 Maret 2019. Selain itu, akan ada 1 kategori spesial yang akan diberikan pada malam puncak IMA Awards 2019, yaitu lifetime achievement.

Seluruh film yang masuk nominasi merupakan film Indonesia baik yang tayang di dalam atau luar negeri dengan periode, mulai 1 Maret 2018 sampai 31 Januari 2019. 
Pada kesempatan yang sama (mengutip sindonews.com), Lukman Sardi selaku aktor sekaligus ketua dewan juri IMA Awards 2019 menjelaskan bahwa penilaian setiap nominasi atau pemenang IMA Awards berdasarkan kualitas bukan genre. Selain itu, film-film yang menjadi nominasi merupakan film yang secara suka rela mendaftar langsung ke IMA Awards 2019. Masyarakat pun sengaja dilibatkan untuk memilih agar mengetahui perkembangan film Indonesia saat ini.
 
Jadi seperti biasa, IMA akan memberitahu ke PH kalo ada IMA Awards dan apakah mereka bersedia filmnya didaftarkan, ikut IMA. Jadi mereka mendaftar, bukan diambilin dan ada satu hari kita membahas nominasi, diskusi dan vote. Buat kita penting untuk mendengarkan satu sama lain. Para dewan juri menilai dan nilainya dibagi segala macem dan muncul urutan tapi tetep kita buka diskusi sampai muncul kesepakatan,” jelas Lukman Sardi.
 
“Ini yang membuat saya prosesnya menjadi menarik. Kita menentukan beberapa poin yang menjadi acuan untuk memilih yang terbaik. Tentunya yang terfavorit akan dipilih oleh pemirsa agar merasakan perkembangan film seperti apa. Kita nggak nilai gendre, mau horor atau apa, kita ngomong kualitas itu sendiri. Sebenernya dari film yang masuk lumayan banyak horor, kita tau d tahun kemarin banyak banget horor tapi ngomong kualitas nggak sebanyak itu. Setiap film yang kita nilai karakternya,” ungkapnya. (pik)
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *