Di Balik Layar “Debat Capres”

 Di Balik Layar “Debat Capres”
Oleh: Joko Intarto, www.jagaters.id

JAYAKARTA NEWS – Bekerja dalam diam. Di balik siaran langsung debat calon presiden putaran keempat malam ini, ada banyak orang yang pontang-panting di balik layar.

Yang terlihat pengunjung di lokasi acara mungkin hanya kru produksi. Host, producer dan floor director yang sangat sibuk. Yang juga tidak kalah sibuk adalah kru teknik seperti production director, cameraman, switcherman, audioman, lightingman dan streamerman.

Di luar gedung, masih di lokasi yang sama, ada lagi kru teknik dan siaran yang bekerja. Mereka bertanggung jawab mendistribusikan siaran langsung melalui encoder di lapangan ke decoder satelit. Sekaligus menambahkan logo stasiun televisinya. Juga grafis-grafisnya. Juga menyisipkan iklan-iklan pada saat jeda.

Dari satelit inilah, siaran dipancarkan ke permukaan bumi. Lalu diterima decoder melalui antena parabola. Masuk ke master control room, pusat kendali siaran di stasiun televisi. Di sini, ada lagi sejumlah kru teknik dan program siaran.

Dari master control room ini, siaran diteruskan lagi ke pemancar tereterial dan decoder satelit. Pemancar teresterial untuk melayani pemirsa yang menonton TV menggunakan antena UHF. Decoder satelit untuk melayani pemancar-pemancar teresterial yang lokasinya jauh.

Stasiun seperti TV menggunakan lebih dari 200 pemancar di seluruh Indonesia. Paling luas coverage areanya. Maka di siaran TVRI bisa ditangkap hingga ke pelosok desa.

Meski demikian, pancaran gelombang UHF punya kelemahan, yakni gampang terganggu oleh ketinggian. Penduduk di balik sebuah bukit yang lebih tinggi dari menara pemancar tidak bisa menonton menggunakan antena UHF.

Untuk mereka, ada solusi lain: menggunakan decoder dan antena  parabola. Siaran diperoleh langsung dari satelit. Untuk menangkap siaran dari stasiun TV melalui satelit, ada yang harus bayar langganan dan ada pula yang gratis. Bergantung kebijakan masing-masing operator penyedia layanan parabola.

Bagaimana cara melayani siaran langsung untuk stasiun TV online? Itulah pekerjaan streamerman di lokasi acara. Ia bertugas mendistribusikan konten adio/video dari live streamer ke stream server.

Link dari stream server inilah yang digunakan sebagai sumber siaran langsung oleh stasiun TV online. Tentu saja masih polos. Belum berlogo. Kru di master control room stasiun TV itu yang mengerjakan.

Bisa membayangkan? Atau malah mumat, eh, mumet? Prosesnya memang tidak sederhana. Persiapannya panjang. Bisa dua hingga tiga hari sebelumnya.

Butuh stamina, kecermatan dan ketelitian. Tidak boleh salah. Karena adegan siaran langsung tidak bisa diulang.

Selamat bertugas all crew. Anda adalah pahlawan dalam diam. Kerja Anda membantu suksesnya pemilu di negara demokrasi terbesar ketiga dunia ini. (*)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *