Daya Magis di Balik Indonesia Raya di Fim Wage

 Daya Magis di Balik Indonesia Raya di Fim Wage

OPSHID  Media meluncurkan Film WAGE yang mengeksplorasi perjalanan kepahlawanan Wage Supratman dalam menelurkan lagu-lagu seperti lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu lainnya. Film ini sekaligus untuk terus mengenang jasa beliau sebagai pahlawan dan dapat meneladani aksi-aksi kepahlawanan Wage Supratman dalam akvititas kekinian sebagai generasi milenial.

Direktur PT Opshid Media, Ivan Nugroho mengatakan, pihaknya menghabiskan dana investasi Rp 16 miliar untuk prduksi film ini. Dana tersebut selain produksi film juga digunakan untuk riset dan biaya pemasaran yang besar.

Pemikiran pembuatan film WAGE berdasarkan pada pemikiran bahwa apresiasi yang disematkan untuk pahlawan Wage Supratman tidak berbanding lurus dengan jasa besar beliau untuk bangsa Indonesia.

“Maka film tentang Wage Supratman dibuat sebagai sepantas-pantasnya penghargaan untuk beliau, yang juga ditujukan sebagai pelurus sejarah mengenai kisah hidupnya,” kata Ivan.

Salah satu adegan dalam film Wage (FOTO: Opshid Media)

Selain itu, dia berpendapat bahwa kunci menuju bangkitnya bangsa Indonesia, terutama generasi muda atau milenial, adalah kembali ke jati diri bangsa. “Ada banyak nilai-nilai luhur jati diri bangsa yang terkandung di dalam lagu Indonesia Raya, dan juga proses sang komponis Wage Supratman untuk mewujudkannya. Dengan mengemas nilai-nilai luhur tersebut dalam media film WAGE, diharapkan dapat menjadi pemicu untuk membangkitkan rasa cinta Tanah Air serta moral luhur bangsa Indonesia, mengeksplorasi rasa kebangsaan dan Keindonesiaan dalam konteks anak muda,” jelasnya.

Dalam proses produksinya, seleksi cukup ketat dilakukan untuk aktor dan peran lainnya. Pihaknya-pun melakukan riset serta pembedahan yang menyeluruh untuk memastikan bahwa karakter tidak jatuh pada pemeran yang kurang tepat, mengingat minimnya data mengenai tokoh-tokoh seperti WAGE itu sendiri.

Proses pemilihan aktor untuk peran WAGE tidak didasarkan pada besarnya nama yang dimiliki sang aktor, maupun banyaknya kecocokan kualifikasi secara teknis antara peran dan pemeran. Aktor terpilih untuk peran WAGE dipilih berdasarkan potensinya, baik di bidang seni peran maupun caranya untuk eksplorasi karakter.

“Demikian halnya dengan proses produksi, juga berada dalam supervisi dari eksekutif produser, untuk memastikan jalannya film tidak melenceng dari visi misi Opshid yang asli.”

Di sisi lain, proses terciptanya mahakarya Indonesia Raya dikukuhkan oleh ketekunan, pantang menyerah, serta rendah hati WAGE itu sendiri. Di balik daya magis yang ada di dalam lagu Indonesia Raya, terdapat daya berkat rahmat Allah di dalamnya, dan WAGE mendasari serta menyerahkan semua itu sepenuhnya pada hal tersebut.

“Terkait dengan target penonton, Opshid Media mematok angka minimal 1 juta penonton. Hal tersebut dilihat bukan dari segi money oriented, tetapi memang karena pada dasarnya Opshid Media memiliki visi misi yang harus disampaikan kepada publik, sehingga semakin banyak yang menonton semakin baik,” tegas Ivan.

Selain itu, Opshid Media juga terus mengemas konten-konten tersebut semenarik mungkin, dan selipkan propaganda-propaganda serta ajakan untuk menonton film WAGE.

“Film ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk masyarakat Indonesia. Selain sebagai film kebangsaan yang mempelopori bangkitnya rasa cinta tanah air di hati bangsanya, juga sebagai pelurus suatu peristiwa sejarah yang banyak melenceng.”

Klik untuk nonton Trailer Wage

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *