Bisma Karisma: Musik, Film dan Musik Lagi

 Bisma Karisma: Musik, Film dan Musik Lagi

Bisma Karisma—foto istimewa

JAYAKARTA NEWS—  Musik dan film itu saudara sekandung. Banyak musikus kita mencoba terjun ke film dan akhirnya keenakan, bertahan lama di dunia layar  perak. Namun, beberapa di antaranya tetap menekuni dua dunia : ya musik ya film.  Bisma Karisma awalnya adalah salah seorang personel boy band SM*SH. Tampan, berkulit putih dan berbakat di seni akting. Suaranya juga sangat meyakinkan.

Seorang rekannya di SM*SH yaitu Morgan Oey telah lebih dulu hengkang ke film. Bisma kemudian menjajal dunia film bertajuk ‘Nada untuk Asa’ sebagai pemeran pendukung pria. Kemudian, dia didapuk oleh sutradara Charles Gozali menjadi pemeran utama pria dalam film ‘Juara’.

Berturut-turut beberapa film dibintanginya, antara lain ‘Silariang’, ‘Rocker Balik Kampung’, ‘Koboy Kampus’, ‘Bebas’ dll. Sinetron juga dirambahnya, seperti ‘Cinta Cenat Cenut’ dan ‘Partikelir’. Mendadak sontak, di tahun 2020 dimana Indonesia dan negara lain dilanda pandemi Covid 19, Bisma kembali ke musik. Tidak bergabung lagj bersama SM*SH, tapi menjadi penyanyi solo.

Bisma Karisma—foto istimewa

Sebuah singlenya berjudul ‘Yang Suri’ dirilis baru-baru ini. Single perdana Bisma sebagai penyanyi solo ini dibantu oleh Lafa Pratomo dari Ruang Waktu Music. Lafa yang mengaransemen sekaligus jadi produsernya. “Lagu yang ditulis oleh saya dan Lafa adalah artikulasi jati diri saya yang sebenar-benarnya,” ujar Bisma polos.

Setelah 2 tahun berekspresi mencari jati diri, lagu ini hadir berkisar perubahan besar dalam hidupnya. “Boleh dikata ini adalah pengalaman pribadi saya. Saat saya mengalami kekerasan oleh teman-teman di sekolah. Di suatu malam, saya dijambret oleh beberapa teman dan setengah jari telunjuk saya harus berpisah  dari tangan saya.

Kala itu, antara bingung dan berharap, saya seperti memasuki sebuah lorong kesadaran. Pagi menjelang, saat pintu rumah terbuka dan sinar matahari masuk kedalam ruangan,  keluarga dan teman-teman memberikan energi. Saya yang semula mati suri bangkit kembali. Saya percaya dan hakkul yakin, setiap yang suri pasti hidup kembali,” tutur Bisma.

Single yang liriknya sangat sederhana ini merupakan langkah awal Bisma sebagai penyanyi solo. Nadanya ringan bernuansa bening dihiasi sajak-sajak syahdu dan berlapis arti yang dalam sekali. Ekspresif, liar dan sewajarnya. Sebuah karakter ekspresi perjalanan solo seorang Bisma Karisma. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *