Wisata ke Turki, Wisata ke Sumatera Utara

 Wisata ke Turki, Wisata ke Sumatera Utara
Tengku Feria Aznita (kiri) saat menghadiri Travel Turkey Izmir, Desember 2017 lalu. Foto: Monang S

SEPULANG dari Kota Izmir, Turki dalam rangka menghadiri acara tourism Travel Turkey Izmir selama 7 hari, Tengku Feria Aznita yang sehari-harinya disapa Cici itu membawa segudang oleh-oleh pengalaman ke Tanah Air. “Dari berbagai objek wisata di Turki, muncul tekadnya untuk menjual paket wisata ke sana,” ujar Cici melalui pesan whatsApp, Rabu (31/1).

“Paket ke Turki kami berangkatkan April, supaya pata turis bisa melihat mekarnya bunga tulip. Menyaksikan mekarnya bunga tulip sungguh momen yang tak terlupakan. Sekaligus kita tahu, bahwa bunga tulip tidak hanya ada di Belanda,” ujar Cici. Sebaliknya, paket tur dari Turki ke Sumatera Utara juga sudah dipasarkan, tinggal menunggu kedatangan turis Turki.

Di kesempatan terpisah, Cici menjelaskan, sebelumnya ada tiga orang dari Medan yang berangkat ke Turki menghadiri Travel Turkey Izmir, 7 – 10 Desember 2017. Salah satunya adalah Tengku Feria Aznita, sebagai buyer yang diundang langsung oleh pihak penyelenggara acara. “Kita para buyer difasilitasi oleh pihak panitia mulai dari tiket pesawat (PP), hotel, dan lainnya, serta disediakan juga guide yang bisa berbahasa Indonesia untuk membawa kita berkeliling Turki,” ujar Cici.

Keseluruhan ada sekitar 120 orang dari 30 negara yang diundang, sebagai buyer untuk membeli paket-paket destinasi wisata Turki. Di acara ini semua destinasi dari berbagai negara dipamerkan di stand masing-masing negara, seperti Thailand, Vietnam, Palestina, Cina, Afrika, Eropa (umumnya negara-negara Eropa Timur).

Dalam kegiatan itu ada forum business to business, di mana semua buyer duduk bersama, sambil membicarakan informasi masing-masing negaranya dan bertukar kartu nama. Dari forum itulah diharapkan para buyer saling mengirim paket-paket wisata di negara masing-masing. Buyer Indonesia tentunya akan mengirim paket wisata unggulan seperti Bali, Jakarta dan lainnya. “Orang umumnya sudah mengetahui Jakarta dan Bali, karenanya kami jelaskan wisata Sumatera Utara, soal danau Toba, kebudayaannya, dan lain sebagainya,” tambahnya.

Dari pengalaman ke Turki, Cici melihat bahwa negara itu tidak hanya menjual keindahan alam, tetapi juga memadukannya dengan aspek sejarah dan kebudayaan. Seperti misalnya kisah kerajaan Ottoman hingga zaman Romawi. Juga sejarah religi. Ia menyebut contoh Izmir, kota terbesar ketiga di Turki setelah Istanbul dan Ankara. Izmir itu lebih modern. Sekalipun mayoritas penduduknya muslim, tetapi peradaban modern tampak menonjol di Izmir.

Cici juga melihat dukungan pemerintah terhadap aspek pariwisata sangat besar. Acara-cara seperti Travel Fair secara regular diselenggarakan untuk mengundang minat wisatawan asing datang ke sana. Termasuk event yang ia datangi di Izmir, sepenuhnya didukung pemerintah. Acara itu pun tidak dikemas sekadaranya. Semua aspek seperti bersinergi menyukseskan event pameran wisata Izmir. Gedung-gedung dihias, dan masyarakatnya tampak antusias menyambut turis asing.

Perjalanan ke Turki dari Medan relatif mudah. Ia berangkat dari Medan pukul 17.00 WIB menuju Kuala Lumpur. Tidak lama transit lalu menuju Istanbul naik Tuekey Air Line pukul 24.00 tiba di Istanbul pukul 07.00 pagi waktu Turki. Dari Istanbul melanjutkan ke Izmir dalam penerbangan satu jam. ***

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.