Suweg Raksasa, Mekar di Kebun Raya

 Suweg Raksasa, Mekar di Kebun Raya
Bagaikan antagonis bunga indah nan unik dipagi dan siang hari, sedangkan malam hari baunya menyengat kuat menusuk hidung. Foto: istimewa/ Yoke Sinyal

KEBUN Raya Bogor (KRB) adalah salah satu tujuan favorit di Bogor. KRB yang memiliki lebih kurang 15 ribu jenis flora, sejatinya adalah Kebun Botani yang luasnya 87 Ha. Dari jumlah flora yang ribuan itu salah satunya yang terbilang istimewa di KRB adalah Amorphophallus titanum Becc. Lebih familiar disebut Bunga Bangkai (BB), juga disebut Suweg Raksasa atau Titan Arum.

Menurut Didik Widiatmoko dari LIPI, Amorphophallus titanum ini mekar pada hari Sabtu sore (4/11) di KRB. Diutarakannya bahwa spesimen BB yang sedang mekar ini ditumbuhkan dalam pot dan ini berbeda dengan specimen-spesimen lain yang langsung ditanam dalam tanah di KRB. Spesimen dalam pot ini berasal dari Lampung, hasil kerjasama eksplorasi dengan Kebun Raya Liwa Lampung Barat. Pada umumnya BB mekar ini akan bertahan sekitar 3-4 hari.

Anda mengunjungi KRB hari Senin ini atau besok Selasa, jika masih beruntung masih berkesempatan menikmati indah dan uniknya bunga Amorphophallus titanum/BB. Ini kesempatan langka, yang bisa kita nikmati langsung dan terjadi sekali setiap 5-10 tahun. Bunga raksasa di KRB ini memiliki ketinggian berkisar 2 meter dengan diameter hampir 1 meter. Tanaman yang merupakan tumbuhan dari suku talas talasan (Araceae) hampir tidak ada yang dibudidayakan dan waktu mekarnya tidak terduga serta langka.

Amorphopallus titanum ditemukan tahun 1878 oleh Botanis asal Italia bernama Odoardo Beccari di pulau Sumatera, Indonesia. Tidak heran jika di Sumatera lebih banyak kita jumpai tanaman bunga Raksasa yang mekar. Bulan September lalu seperti dilaporkan BBC Ind, Amorphophallus giga mekar di Cagar Alam Bukit Bungkuk, Riau. BB tersebut mekar mencapai 4,3 meter. Masih di lingkungan cagar alam tersebut mekar pula BB setinggi 3,1 meter. Keedua BB itu ditemukan dua karyawan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pekanbaru.

Masih di bulan yang sama seperti tertulis di Liputan6. mekar pula BB di Desa Bukit Melenteng, Riau. Sedangkan 2 bulan sebelumnya sebuah BB mekar setinggi 3 meter di Provinsi Bengkulu.

Bagaimana morphologisnya? Tanaman ini memiliki batang tebal berwarna kuning kehijauan. Di bagian tengahnya pangkal tangkainya disebut spadix (gagang) yang bisa tumbuh tinggi hingga 2 meter. Dikelilingi lapisan berbentuk jubah dengan tekstur daun berkerut yang disebut spathe. Terletak di bagian dasar spandix kita dapati beberapa ratus bunga betina berukuran kecil tumbuh di lingkaran bawah. Lapisan melingkar ribuan serbuk sari yang kecil. Selama mekar spathe membuka dan memperlihatkan lapisan dalamnya berwarna merah tua dan bau busuk pun memenuhi udara.

Baunya persis seperti apa?… Sulit diungkap dengan kata kata. Karena merupakan gabungan dari aneka bau tidak sedap. Analis kimia  mengungkap bahwa aroma itu memiliki senyawa Asam sovaleric (keju, keringat), bawang putih, indole (feses) dan ikan /daging busuk. Silakan Anda membayangkan aroma apa yang akan tercipta. Aroma itu akan muncul menjelang malam dan semakin intensif pada malam hari dan secara bertahap memudar menjelang pagi. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *