Sony Kembali ke Jalur Profit Bisnis Perangkat Lunak Game

 Sony Kembali ke Jalur Profit Bisnis Perangkat Lunak Game

JAYAKARTA NEWS – Perusahaan hiburan dan elektronik Jepang, Sony Corp telah kembali ke jalur profitabilitasnya untuk kuartal pertama ini hingga Maret.

Keuntungan Sony itu didorong oleh adanya permintaan yang kuat untuk perangkat lunak game dan layanan jaringan, serta ditambah pula dengan raihan keuntungan dari Spotify.

Sony melaporkan laba 87,9 miliar ($ 787 juta) Januari-Maret Jumat. Artinya, ada pembalikan dari kerugian 13,3 miliar yen yang meningkat sebagaimana dialami pada tahun 2018.

Penjualan pada triwulanan pertama mencapai 2,1 triliun yen ($ 19 miliar), naik 9% dari 1,9 triliun yen.

Penjualan Sony juga disokong oleh bisnis semikonduktornya, tetapi operasi teleponnya seluler terus menurun, demikian penjelasan perusahaan yang berbasis di Tokyo ini.

Divisi film Sony juga mengalami penurunan penjualan, karena sukses tahun sebelumnya ditunjang oleh kinerja yang kuat dari “Jumanji: Welcome to the Jungle” dan “Spider-Man: Homecoming.”

Karya-karya seperti itu tahun ini baru memberi kontribusi dalam lisensi televisi dan penjualan hiburan rumah tangga.

Kinerja Nintendo

Sementara itu pembuat video game Jepang, Nintendo Co., Kamis melaporkan kenaikan 39% laba untuk tahun fiskal hingga Maret, didorong oleh penjualan perangkat lunak yang sehat untuk konsol Switch yang populer.

Perusahaan yang berbasis di Kyoto yang ada di belakang waralaba Super Mario dan Pokemon itu, mencatat laba tahunan 194 miliar yen ($ 1,7 miliar). Penjualan tahunan naik 14% menjadi 1,2 triliun yen ($ 10,7 miliar).

Nintendo mengatakan perangkat lunak Switch yang populer termasuk “Super Smash Bros. Ultimate,” yang terjual 13,8 juta unit.

Pada kuartal, Nintendo membukukan laba 25 miliar yen ($ 223 juta) untuk periode Januari-Maret, naik lebih dari lima kali lipat pendapatan yang diperoleh tahun sebelumnya, dengan 203 miliar yen ($ 1,8) penjualan triwulanan, naik 2%.

Perusahaan menargetkan dapat mengapalkan 18 juta perangkat Switch hingga Maret 2020, naik dari 17 juta untuk tahun yang baru saja berakhir. Hasil untuk tahun hingga Maret adalah 3 juta lebih sedikit dari yang diproyeksikan perusahaan.

Switch adalah mesin game hybrid yang berfungsi baik sebagai konsol maupun tablet. Ini mulai dijual sekitar dua tahun lalu, tetapi Nintendo mengatakan terus berharap bahwa perangkat lunak game baru akan terus mendorong penjualan perangkat keras.

Nintendo telah mendiversifikasi bisnisnya, termasuk fasilitas taman hiburan, merchandising dan film yang menampilkan karakter-karakternya, berharap mendapat uang dari kontennya yang kaya.

Ini juga menawarkan game untuk perangkat pintar, seperti “Pokemon Go.” (sm)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *