Silalahi Setanah Air, Berkumpul di Samosir

 Silalahi Setanah Air, Berkumpul di Samosir
Keturunan Silalahi Raja boru dohot bere, yang datang dari berbagai pelosok Tanah Air manortor diacara Ziarah Akbar Silalahi Raja 2017 yang diadakan di Tolping kabupaten Samosir 1-3 desember 2017. Foto: Martua Silalahi

Pasombu Sihol, Ziarah Akbar Silalahi Raja, dan Sedekah Bumi Danau Toba

RIBUAN Silalahi tumpah ruah di Pulau Samosir yang dikelilingi indahnya Danau Toba. Mereka datang dari berbagai penjuru tanah air, dari Aceh hingga Papua dengan tujuan yang satu: Desa Tolping, Kec. Simanindo, Kabupaten Samosir. Di tempat itulah, leluhur Silalahi Raja berasal.

Tujuan berikut adalah Dolok Paromasan di Pangururan. Dolok Paromasan adalah sebuah bukit tempat kakek moyang marga Silalahi dimakamkan. Dialah Raja Silahisabungan. Jarak Tolping dan Dolok Paromasan cukup jauh, meski sama-sama berada di Pulau Samosir.

Pertemuan ribuan etnis Batak bermarga Silalahi itu pun menjadi begitu berkesan dan sarat nilai. Terutama, menyatukan “yang terpencar” dalam satu ajang pasombu sihol (temu kangen) sesama keturunan Silalahi Raja boru bere. Di samping, tentu saja tujuan berziarah ke makam Raja Silahisabungan. Keseluruhan rangkaian acara itu digelar selama tiga hari, 1 – 3 Desember 2017.

Ketua Parsadaan Silalahi Raja boru bere Kota Medan, Drs. BRD. Silalahi selaku tuan rumah menyatakan senang dan bahagia atas banyaknya kerabat yang datang. Selain mempersatukan keturunan Silalahi Raja, acara itu secara langsung juga membantu pemerintah dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba. “Itu artinya juga membantu meningkatkan pendapatan daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Sahata Silalahi ST, selaku ketua panitia mengatakan, perhelatan yang diadakan 3 hari itu dibagi dalam 2 bagian yaitu 1 – 2 Desember acara Pasombuh Sihol di Tolping dan 3 Desember ziarah di Makam Raja Silahisabungan di Dolok Paromasan. ”Semoga garis keturunan Silalahi Raja bersatu untuk kemajuan generasi yang akan datang sekaligus mendapatkan nasihat dan petuah berguna dari para orang tua kita, dan mengenal lebih dekat tanah leluhur Desa Tolping yang nantinya diceritakan kepada anak cucu keturunan Silalahi Raja berikutnya.”

Pada acara pasombu sihol Jumat malam, kelompok dari daerah maupun perwakilan keluarga, tampil ke atas pentas dan memperkenalkan diri. Tidak sedikit yang bernyanyi di panggung yang didirikan di tepi danau itu. Acara perkenalan dan hiburan berlangsung hingga larut malam.

Di antara yang tampil memperkenalkan diri adalah Marolop Silalahi yang datang dari Bontang, Kalimantan Timur. Ia menyatakan kegembiraannya dapat berkumpul dengan keluarga besar Silalahi Raja boru bere. Marolop Silalahi adalah seorang pengusaha yang tinggal di Bontang dan memimpin perkumpulan masyarakat Batak di Kalimantan.

Ia datang bersama rombongan dari Kalimantan Timur. Dalam kesempatan berbicara, ia mengingatkan pentingnya ikut dalam perkumpulan Silalahi dan sesama orang batak di perantauan. ”Perkumpulan masyarakat Batak di Kalimantan yang saya pimpin saat ini anggotanya 8.000 orang,” ujarnya.

Acara malam itu pun berakhir. Keesokan harinya, hari kedua tanggal 3 Desember adalah acara puncak, diawali dengan kebaktian oleh Pdt. Benget Rumahorbo dan dilanjutkan makan siang. Dalam Acara manortor (menari), semua perserta memakai ulos dan pakaian motif batak.

Dalam kesempatan itu, ditampilkan tari Cawan yang dipimpin dan disutradarai Ny. Sorimangaraja Sitanggang boru Silalahi. Sejumlah 10 gadis penari dan 10 pemuda penari melakukan tari cawan di hadapan pengunjung dan dirangkai dengan acara ritual sedekah bumi Danau Toba. Sejumlah penari membawa perangkat ritual berupa sirih, cawan dan sebagainya yang dimasukkan ke dalam satu wadah terapung berbentuk empat persegi berdiameter 1 meter.

Ny. Sorimangaraja Sitanggang boru Silalahi (berbaju putih berkacamata) memimpin acara sedekah bumi Danau Toba dengan melarung sesaji ke permukaan danau. Foto: Martua Silalahi

Wadah yang sudah berisi sesaji tradisi laeluhur itu kemudian diantar dua penari pria yang berenang ke tengah Danau Toba. Makna dan tujuannya adalah sebagai permohonan agar Tuhan yang Maha Esa memberkati seluruh keturunan Silalahi Raja yang di kampung halaman dan di mana pun berada dan agar hidup sejahtera dan damai.

Selesai ritual Sedekah Bumi Danau Toba kembali dilanjutkan manortor untuk menyambut Tulang Simbolon. Dalam acara ini Pihak Silalahi Raja dan Marga Tambunan (sebagai Adik dari Marga Silalahi) menyambut gembira kedatangan tulang Simbolon yang menyampaikan petuah dan harapan-harapan dalam bentuk pantun, dan manortor dengan kehangatan. Acara manortor sampai akhir acara. Panitia memberi semua kelompok atau utusan dari daerah manortor hingga senja hari.

Keesokan harinya, hari ketiga, tanggal 3 Desember diisi kegiatan ziarah akbar ke atas perbukitan Dolok Paromasan, lokasi Makam Raja Silahisabungan. Acara ziarah diisi dengan kebaktian dipimpin Pdt. Singal Silalahi.

Sebagai penutup acara panitia menyerahkan bibit ikan langka yaitu Ihan Batak (Ikan Batak) untuk ditabur di Danau Toba dan bibit pohon untuk penghijauan di Samosir kepada pemerintah setempat yang diwakili camat Pangururan. Kegiatan itu adalah salah satu representasi kepedulian terhadap lingkungan yang asri dan lestari.

Setelah acara berakhir maka semua peserta kembali ke daerah masing-masing, tempat mereka menjalani kehidupan sehari-hari. Semua Silalahi berharap bisa datang lagi di acara yang sama dua tahun lagi, tahun 2019, sesuai hasil musyawarah. ***

Rombongan dari Marga Tambunan yang merupakan adik dari Marga Silalahi Raja turut serta dalam acara Ziarah akbar Silalahi Raja 2017 di Tolping. Foto: Martua Silalahi
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *