• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Saatnya Ada Festival Film Horor Indonesia

Saatnya Ada Festival Film Horor Indonesia

August 25, 2019
Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

October 12, 2026
Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

October 12, 2026
Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

October 12, 2026
Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

Perang Senyap Kecerdasan Buatan: Cara China Menantang Hegemoni Amerika

October 12, 2026
Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

Midah, Mantan Pekerja Migran yang Sukses Berwirausaha hingga Produknya Tembus Pasar Dunia

October 12, 2026
Kementan Sebut Beras Food Station Cipinang tak Sesuai Standar

Serapan Gabah dan Beras Petani Tembus 4,1 Juta Ton, BULOG Perkuat Cadangan Pangan Nasional

October 11, 2026
HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

HUT ke-81 Jawa Timur, Para Guru Diberikan 1.000 Kacamata Gratis

October 11, 2026
Prabowo Dorong Bahasa Asing dari SD, Menteri P2MI: Bekal Pekerja Migran Tembus Pasar Global

Kabar Baik! Malaysia Usul Batas Maksimal Usia Calon Pekerja Migran Indonesia 45 Tahun

October 11, 2026
Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

October 10, 2026
Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

Malaysia Naikkan Upah Minimum Jadi RM2.000, Upah Pekerja Migran Indonesia Ikut Naik?

October 10, 2026
Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

Polda Bali Gagalkan Penyelundupan 22 Ekor Penyu Hijau di Perairan Pulau Serangan

October 10, 2026
Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

Prof Dr Faruk, Pidato Kebudayaan 15 Tahun Sastra Bulan Purnama

October 10, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 13, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Feature

Saatnya Ada Festival Film Horor Indonesia

by admin
August 25, 2019
in Feature
0
Saatnya Ada Festival Film Horor Indonesia
510
SHARES
1.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter
Peserta diskusi dari kiri ke kanan: Azzura Pinkan, Kicky Herlambang, Teguh Yuswanto, Caitlin, Muhammad Bagiono, Pramu Risanto, Ody Mulya Hidayat. (ist)

Jayakarta News – Eksistensi film horor, di jagat perfilman nasional tidak bisa diabaikan begitu saja. Baik oleh para pemberi penghargaan, ataupun pihak yang berkuasa terhadap layar bioskop.

Faktanya, sudah puluhan judul film horor yang  sanggup mendatangkan penonton hingga jutaan. Dan pengemasan dari sisi cerita maupun artistik pun layak mendapat apresiasi. Bahkan sering mendapat penghargaan dari luar negeri.

Sayangnya, film horor jarang mendapat penghargaan dan kerap kesulitan mendapat jumlah layar bioskop seperti yang diharapkan. Sampai-sampai salah seorang penggiat film mengatakan, film horor masih dipandang sebelah mata.    

Melihat kegelisahan itu, KJSI (Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia) yang diketuai Kicky Herlambang, memandang perlu untuk mengumpulkan berbagai pihak demi membicarakan masalah ini. Maka dibentuklah kepanitiaan yang diketuai juga oleh Kicky Herlambang menggelar forum diskusi.

Untuk menggelar diskusi itu tentu tidak mudah. Mengumpulkan banyak orang yang mempunyai kesibukan seabreg dalam waktu dan tempat yang sama, butuh kesabaran. Belum lagi memikirkan tempat dan konsumsi. Beruntung, diskusi film yang telah digagas jauh–jauh hari itu akhirnya bisa terlaksana pada Kamis (22/8) lalu di Theater Museum Manggala Wanabhakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.

Teguh Yuswanto (Jayakartanews), Muhammad Bagino (Pafindo) Ody Mulya hidayat (Max Pictures), Pramu Risanto (Pengamat Sosial). (ist)

Diskusi santai bertema, ‘’Menjadikan Film Horor Sebagai Tontonan yang Menghibur dan Tuntutan Selera’’ menghadirkan nara sumber, Ody Mulya Hidayat (produser film), Muhammad Bagiono (Ketua Umum PAFINDO), dan Pramu Risanto pemerhati sosial, dipandu Teguh Yuswanto dari media online Jayakartanews.com. 

Hadir dalam diskusi tersebut artis Rency Milano, Roni Dozer, Ustad Astari, Caitlin North Lewis, Azzura Pinkan, dan rekan–rekan wartawan yang tergabung di Kumpulan Jurnalis Sinema Indonesia, akademisi, dan para blogger. 

Diskusi dimulai sekira pukul 11.00 WIB dan berakhir pukul 14.00 WIB. Kesempatan pertama diberikan kepada Pramu Risanto sebagai pengamat sosial untuk menyampaikan makalahnya.

Menurut Pramu Risanto, sejarah film horor dimulai oleh film-film horor bergenre komedi horor. Film horor Indonesia kerap menjadi pioner, namun belakangan menjadi tertinggal dengan negara – negara lainnya. Hal tersebut lantaran sering lalai, tidak pernah menjadi sebuah tujuan, dan sering ditinggalkan.

‘’Ini menjadi PR buat kita untuk terus memperbaiki karakter film horor Indonesia tentunya terkait pesan moral yang akan disampaikan, berpengaruh kepada kehidupan sehari–hari. Setidaknya jangan terus memenuhi selera pasar atau dengan kata lain, mencoba mendidik dengan memulai sesuatu yang baik meski harus melawan arah. Film horor selain menghibur penontonnya juga punya pesan moral yang bisa disampaikan dan berguna bagi masyarakat. Film Horor jangan menyesatkan karena ini akan menjadi beban moral filmmaker-nya,’’ tandasnya lagi.

Adapun persoalan yang menyelimuti film horor Indonesia yang kerap tidak mendapat jatah layar yang memadai, Pramu Risanto memberi solusi yang jika benar-benar dilaksanakan bisa mengatasi masalah tersebut.

‘’Jika kesulitan mendapat ruang untuk memutar film horor, maka perlu dicari jalan alternatif. Perlu adanya alternatif akses masyarakat untuk menonton film di semua daerah. Jadi mereka menonton tidak hanya di XXI. Bahkan bukan hanya film horor, film lain pun jadi punya alternatif untuk diputar,’’ kata Pramu Risanto.

Masih menurutnya, dulu masyarakat bisa menonton melalui  layar tancap atau Bisokop Misbar, kalau gerimis bubar. Dan masyarakat di daerah tetap bisa menikmati dengan cara menonton di layar tancap. Malah lebih tepat lagi jika film yang diputar adalah film-film horor. Nah tinggal teknis pelaksanaannya apakah dengan menggunakan jaringan Indomart atau Alfamart  yang sudah ada hingga ke pelosok daerah.   

Karena diskusi ini sifatnya sama-sama mencari jawaban untuk memecahkan masalah, bukan perdebatan dan mencari salah benar, sehingga lebih produktif. Muncul ide-ide baru. Tak ada yang takut menyampaikan pendapat. Itu juga yang disampaikan Pramu Risanto sebaiknya sineas itu tak perlu ragu–ragu dan merasa dibatasi dalam berkarya. Bebas saja. Jangan berangkat dari ketakutan. Tapi dimulai dari kreatifitas. 

Diskusi makin mantap dan makin lengkap manakala Muhammad Bagiono yang mewakili PAFINDO memaparkan pandangannya bahwa rasa takut itu adalah hasrat. Bagiono membuka dengan teori Sigmund Freud bahwa segala tindakan manusia didasari atas hasrat. Lebih jauh Bagiono memaparkan, film Indonesia sudah ada sejak tahun 1930-an dan eksis hingga sekarang.

‘’Film horor sekarang masih berkutat pada hantu yang itu–itu saja. Dalam pencarian saya sedikitnya ada 26 jenis hantu dan umumnya belum banyak diketahui,’’  tutur Bagiono.

Upaya Bagino untuk menginvestigasi bentuk–bentuk hantu, agar film horor bukan hanya khayalan atau ilusi semata. Tapi ada bukti otentik yang bisa dipertangungjawabkan secara akademis. Sebab bisa terekam dengan kamera dan bisa disaksikan banyak orang. Bahwa jenis hantu yang berhasil ditangkap adalah seperti itu. Usaha yang dilakukan Bagiono adalah untuk menjawab tantangan bahwa ternyata banyak jenis hantu yang hidup di sekitar kita. Bhakan jenis hantu pocong saja ada tiga jenis, pocong yang warna kuning, merah dan emas.  Dan menurutnya,  bentuknya agak sedikit berbeda dari yang dikenal selama ini. Dan film horor sempat dipandang miring masyarakat karena kerap dibumbui esek-esek.

‘’Terlepas dari pandangan miring, masyarakat maupun pemerintah,  film horor masih eksis hingga sekarang. Dan eksistensi itu harus diapresiasi sampai sekarang,’’ tandas Bagiono.

Soal pandangan miring dari si pemilik jaringan layar bioskop dan pandangan miring juga dari panitia pemberi penghargaan yang paling merasakan adalah Produser Flm. Nah salah stau yang kerap merasakan itu tak lain Ody Mulya Hidayat dari max Pictures. Produser yang telah melahirkan puluhan film horor yang laris manis ini tak habis mengerti sikap pemilik jaringan layar bioskop yang kerap sedikit menahan untuk pemutaran film horor.

Menurt Ody Mulya Hidayat, produksi film horor Indonesia setiap tahun bisa mencapai 450 judul film. Hanya saja tidak semua bisa mendapat kesempatan untuk diputar. Kalaupun bisa diputar pada jadwal tahun depan. Padahal kalau mau bicara untung, film horor Indonesia lebih sering  mendatangkan untung. Sudah berkali-kali film horor masuk deretan box office film Indonesia.

‘’Film horor produksinya murah tapi penjualannya bagus. Hanya butuh tim mini yang solid. Cukup syuting selama 12 hari (10 hari dikerjakan oleh 2 Tim) dan sisa 15 hari untuk editing dan post pro. Film Horor menjadi genre film yang banyak di tonton, drama horor dengan marketnya yang sangat digemari. Film Horor tidak mahal. Kontennya menarik. Jadi Film Horor harus diapresiasi. Mengapa ceruk pasar film horor yang besar ini harus ditinggalkan, harus dibatas batasi. Film horor ibarat fashion. Kalau mau melawan arus, dia harus menarik. Film horor memiliki pasar yang intens atau stabil. Mengapa kita tidak mau mengapresiasi film film Horor. Sementara Film Horor Indonesia tengah membuka pasar barunya di Malaysia dan negara negara ASEAN lainnya. Film Horor jangan terus menerus dijadikan anak tiri padahal film horor, penyumbang penonton yang bagus,’’ papar Ody Mulya Hidayat.

Selain dipandang sebelah mata oleh pemilik jaringan layar, film horor Indonesia juga kerap tidak dihargai secara artsitik. Jarang sekali film horor mendapat penghargaan dari festival film yang ada di Indonesia.

‘’Mengapa Film Horor tidak dianggap, tidak diapresiasi, meski sudah box office? Kalau Film Horor menang tapi tidak diapresiasi maka bagaimana dengan penilaian masyarakat. Bagaimana obyektifitasnya. Film Horor sebagai karya seni patut diapresiasi dan dihargai. Jadi, bagi saya terpenting terus berkarya membuat film horor dan ditonton banyak orang  fokusnya di sana saja dulu. Apalagi sejak di era Dedi Mizwar selaku Ketua FFI sudah diutarakan untuk memberi apresiasi bagi film horor. Faktanya, film horor menjadi film bagus yang mendatangkan penonton maupun kerap menjadi film box office. Volume ceruk pasarnya sangat besar. Bahkan sebuah PH besar saja menganggarkan 20 film horor setiap tahunnya. Anehnya justru Hollywood yang mengapresiasi film horor Indonesia, yang selama dua bulan,  mampu bertahan di layar bioskop. Sementara di dalam negeri film ini tidak diapresiasi sama sekali,’’ tandas Ody.

Kenapa film horor butuh diapresiasi? Tujuannya untuk memacu dan menghargai serta meningkatkan kemampuan berkarya. Jika kurang apresiasi maka tidak tahu sudah sejauh mana kualitas karyanya. Karena produksi film horor jumlahya sangat besar, sepertinya perlu dibuat penghargaan tersendiri. Seperti musik dangdut di blantika musik Indoensia. Jumlah besar tapi dianaktirikan. Padahal kebudayaan Indonesia tak lepas dari dangdut dan horor. Maka dari itu sepertinya sudah saatnya Indonesia mempunyai Festival Film Horor Indonesia.  (teguh y)

Tags: film hororfilm horor indonesiajayakartanews
Share204Tweet128
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

Kabar Baik! KP2MI Luncurkan Layanan Telekonseling untuk Pekerja Migran

October 12, 2026
Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

Masyarakat Mengeluh! Antrean Panjang BBM di Bali Makin Parah

October 12, 2026
Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

Mutasi 199 Personel Polri: Wakabaintelkam, Kakorlantas dan 3 Kapolda Diganti

October 12, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version