Saat Pandemi Covid-19, Politisi Diminta Sapa Konstituennya Melalui Media Daring

 Saat Pandemi Covid-19, Politisi Diminta Sapa Konstituennya Melalui Media Daring

Achmad “Abah” Fachrudin

JAYAKARTA NEWS – Agar tetap dapat melakukan pendidikan dan sosialisasi politik, menyapa dan  merawat loyalitas kontituen di era Pandemi Covid-19, politisi diminta mengubah pendekatannya  dari konvensional ke non konvensional melalui media daring atau media online. “Hal ini harus dilakukan secara profesional, jika tidak ingin pada Pemilu mendatang ditinggalkan konstituennya,” ungkap anggota Dewan Pembina Literasi Demokrasi Indonesia (Literasindo) Achmad Fachrudin di Jakarta kemarin (30/1/2021).

Menurut Fachrudin, di era digital saat ini banyak platform digital yang bisa digunakan untuk menyapa masyarakat ataupun konstituen. Misalnya melalui media sosial dengan berbagai jenisnya seperti Twitter, Instagram, Facebook, Youtube, dan sebagainya. Atau jika ingin bertatap muka langsung bisa dilakukan melalui zoom.

Selain merawat konstituen, yang paling penting menurut Fachrudin yang akrab disapa Abah, di saat pandemi Covid-19, politisi parlemen dapat mengetahui problem aktual dan faktual yang dihadapi konstituen di saat pandemi Covid-19 dan memberikan kontribusi solusinya. Dengan demikian,  lanjutnya, konstituen di saat sulit ini tidak merasa ditinggalkan oleh wakil-wakilnya di parlemen.

Dengan dana dan fasilitas yang dimiliknya, menurut mantan penyelenggara Pemilu tersebut, anggota parlemen lebih dari cukup untuk dapat mewujudkan  langkah  tersebut. Caranya misalnya bisa dengan  membangun atau membentuk tim multimedia dan media online. Kemudian  tim tersebut bekerja membuat konten-konten media sosial menarik serta men-share kepada konstituen atau masyarakat luas.

Menjawab kemungkinan masyarakat atau konstituen tidak mempunyai dana untuk membeli paket kuota internet untuk dapat berkomunikasi melalui daring dengan wakilnya di parlemen, menurutnya anggota parlemen sekali-kali dapat saja mensubsidi anggaran untuk membeli kuota paket internet. Sedangkan kepada konstituen yang rajin melakukan mention, like, subscribe dan komen menarik diberikan apresiasi.

Jika konten dan visualisasi di Media Sosial atau melalui pertemuan melalui zoom dianggap menarik dan bermanfaat, menurut Fachrudin yang juga dikenal sebagai penulis sejumlah buku, masyarakat atau konstituen akan rela untuk berkomunikasi melalui media daring dengan wakilnya di parlemen, meski harus merogoh kocek sendiri untuk membeli kuota paket internet.

Bahkan manakala wakil rakyat tersebut memiliki follower demikian banyak di akun instagram atau menjadi Youtober andal, berpotensi menghasilkan dana untuk membiayai kegiatan politik atau sosial anggota parlemen tersebut. “Selain akan mampu mempertahankan dan mendongkrak popularitas serta elektabilitasnya,” ungkap Fachrudin.

Menurutnya, langkah sama berlaku bagi politisi non parlemen dan bercita-cita ingin menjadi anggota parlemen di Pemilu mendatang. Bahkan calon anggota parlemen tersebut harus lebih aktif, proaktif dan agresif lagi dalam menyapa masyarakat dan calon pemilh, khususnya pemilih milienial dengan konten dan visual yang menarik melalui aplikasi di media digital. Terlebih lagi, pandemi Covid-19 di perkirakan masih akan berlaku lama. (*/al)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *