• Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
Thursday, October 1, 2026
  • Login
Jayakarta News
Advertisement
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result

Ruwahan Sastra di Bulan Purnama

Ruwahan Sastra di Bulan Purnama

admin by admin
February 10, 2025
in Buku & Sastra, Kabar
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

JAYAKARTA NEWS – Bulan Februari 2025 memasuki bulan ruwah, dalam kalender Jawa. Pada bulan Ruwah, orang Jawa mengenang keluarganya yang sudah tiada, mengirim kembang ke makam misalnya. Artinya, imajinasi akan masa lalu tidak hilang. Relasi terhadap yang sudah meninggal masih dijaga.

Sastra Bulan Purnama edisi 161, yang akan diselenggarakan Sabtu, 15 Febrari 2025 masih dalam suasana ruwah. Oleh sebab itu, tajuk dari acara ‘Ruwahan Sastra Di Bulan Purnama’, yang akan menghadirkan komunitas Melati Rinonce, komunitas penulis perempuan, yang pada bulan Februari 2025 genap berusia tiga tahun.

Komunitas ini akan meluncurkan 2 buku sastra Jawa, yakni, geguritan dan cerkak. Selain itu, Ketua Komunitas Melati Rinonce, Yanti S. Sastro Prayitno, sekaligus meluncurkan 2 buku, yakni buku puisi berjudul ‘Jalinan Kisah di Rentang Waktu’, dan cerkak, berjudul ‘Kembang Paesan’.

Jadi, ada 4 buku sastra yang akan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama. Satu buku ditulis menggunakan bahasa Indonesia, dalam hal ini puisi. 3 buku ditulis menggunakan bahasa Jawa, satu geguritan dan 2 buku cerkak.

Puisi dan geguritan sesungguhnya sama, yang membedakan bahasa yang digunakan. Puisi ditulis menggunakan bahasa Indonesia, geguritan ditulis menggunakan bahasa Jawa. Anggota Komunitas Melati Rinonce dari Yogyakarta, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Karena Sastra Bulan Purnama menampilkan komunitas Melati Rinonce, maka tajuk acaranya menjadi ‘Melati Rinonce Ruwahan di Sastra Bulan Purnama’.

Yanti S. Sastro Prayitno

Perempuan Penulis

Selain pembacaan karya sastra, yang akan menampilkan anggota Melati Rinonce, akan ditembangkan geguritan oleh Yupi. Ia, Yupi akan menggubah geguritan menjadi tembang. Ini merupakan bentuk lain dari yang dikenal sebagai lagu puisi. Tampil juga pembaca tamu, Prof Dr Harno Dwi Pranowo, guru besar dari Fakultas MIPA UGM akan membacakan geguritan.

Karena Yanti S.Sastro Prayitno, yang sehari-harinya mengajar di Departemen Kimia Fakultas Sains dan Matematika Universitas Diponegoro, Semarang, meluncurkan 2 buku, satu buku puisi dan satu buku cerkak, tentu ia akan membacakan karyanya, puisi dan geguritan.
Seperti biasa, Sastra Bulan Purnama edisi 161, diselenggarakan Sabtu (15/2/2025) pukul 15.30 di Museum Sandi Jl. Faridan M Noto No.21, Kotabaru, Yogyakarta.

Ons Untoro, Koordinator Sastra Bulan Purnama (SBP) mengatakan, di tahun 2025, SBP diawali karya-karya sastra Jawa, yang ditulis para perempuan. Februari 2025 ini, kembali Sastra Jawa mengisi SBP, dan lagi-lagi perempuan penulis mengambil peran.
“Sastra Jawa memang perlu terus berinteraksi dengan sastra Indonesia. Karena sesungguhnya keduanya tidak bisa dipisahkan. Kalau sastra Jawa hanya bertemu dengan komunitasnya sendiri, dunianya amat kecil. Karena dunia sastra adalah dunia yang terpinggirkan,” ujar Ons Untoro.

Melati Rinonce pertama kali digagas empat penulis: Windu Setyaningsih, Ninuk Retno Raras, Endang Wahyuningsih Danuri dan Sriyanti S. Sastroprayitno. Keempat penulis ini sebelumnya telah bertemu pada penulisan buku Geguritan Wanodya 1-3 (2017-2019) yang kemuadian terhenti saat pandemi Covid-19.

Dengan tujuan semula mempererat persaudaraan dengan terus melanjutkan kecintaan pada sastra Jawa, maka pada tgl 5 Februari 2022, resmi dibentuk paguyuban ini. Didukung pula oleh Sulis Bambang dan Suratmini, yang juga aktif sejak Wanodya 1 (2017). (*)

Tags: jayakartanewsmelati rinoncesastra bulan purnamayanti s sastro prayitno
Previous Post

Peringati HPN, Khofifah: Insan Pers Memiliki Kekuatan Luar Biasa Menjaga Stabilitas Pangan Nasional

Next Post

Prabowo Buka Kongres Muslimat NU, Apresiasi Program Mustika Mesem dan Mustika Darling

admin

admin

Next Post
Prabowo Buka Kongres Muslimat NU, Apresiasi Program Mustika Mesem dan Mustika Darling

Prabowo Buka Kongres Muslimat NU, Apresiasi Program Mustika Mesem dan Mustika Darling

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Activity
  • Blog
  • Feature Terbaru Hari Ini
  • Home
  • INDEKS
  • KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
  • Konfirmasi Pembayaran
  • Kontak
  • Members
  • Pasang Iklan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
  • PENGELOLA JAYAKARTA NEWS

© 2018 JayakartaNews

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Features
  • LIFE STYLE
    • Traveling
    • Kuliner
    • Fashion
    • Entertainment
  • Kabar
  • Kesehatan
  • EkoBis
    • Ekonomi & Bisnis
    • e-Commerce
    • Entrepreneur
  • TELKO
  • Sport
  • Video
  • Majalah

© 2018 JayakartaNews

Go to mobile version