Rudal Anti-Kapal Induk

 Rudal Anti-Kapal Induk

ADA sejumlah persenjataan yang mampu menenggelamkan sebuah kapal induk paling kuat. Roger Thompson, analis pertahanan dan dosen di Universitas Kyun Hee, Korea Selatan, mengatakan persenjataan mumpuni anti-kapal, yang dikembangkan musuh potensial Amerika seperti Cina, Rusia, dan Iran telah meningkatkan kerentanan kapal induk.

Persenjataan baru berkedudukan di daratan berupa rudal balistik, seperti rudal Dong Feng yang berdaya jangkau sampai 1.770 kilometer dengan kecepatan 10 kali kecepatan suara sangat mampu menghancurkan kapal induk. Apalagi kepal selam Cina dan Rusia sudah mampu menembakkan rudalnya dari jarak jauh, yang akan meruntuhkan pertahanan sebuah kapal induk.

Kapal selam selalu jadi ancaman serius sebuah kapal induk. Rusia, Cina, Iran dan negara-negara lain telah mengembangkan sebuah torpedo kecepatan tinggi, yang membentuk gelembung udara di depan sehingga mampu dipacu sampai ratusan kilometer per jam. Sebuah kapal sangat sukar menghindar torpedo jenis ini.

Rand Corporation, pada tahun 2015, dalam laporan ‘Ancaman Cina terhadap Kapal Permukaan AS’ menyebutkan risiko kapal induk AS membesar dan meningkat. “Tanpa diragukan, kapal induk adalah sasaran,” tutur analis pertahanan Pierre Sprey, yang pernah bekerja di Kementerian Pertahanan AS pada tahun 1966 – 1989 dan pengkritik pembelian sistem persenjataan AS.

Banyak kritikus pertahanan, termasuk mantan pejabat Kementerian Pertahanan AS, mengatakan Amerika terlalu banyak menggunakan anggaran pertahanannya untuk mendanai sedikit kapal induk yang rentan dihancurkan.

Jerry Hendrix, pensiunan kapten kapal perang AS dan pejabat Kementerian Pertahanan, mengatakan kapal induk memberi pesaing AS memperoleh kesempatan emas. Dia menghitung, harga satu kapal induk lebih dari 10 miliar dolar atau lebih dari Rp 150 triliun. Dana sebesar itu bisa digunakan untuk membuat dan menempatkan 1.227 rudal anti-kapal induk. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *