RIAT Mendidik Orang Buta Kuasai Internet

KEPEDULIAN Rumah Internet Atmanto (RIAT) terhadap kaum penyandang tuna netra, bukan tanpa alasan. Pendiri RIAT, Ami Atmanto bersama putranya, Faiz Atmanto mengatakan, pelatihan bagi kaum tuna netra pada dasarnya menjalankan amanat Undang Undang Penyandang Disabilitas.

“Pelatihan Internet Tunanetra kami selenggarakan sebagai bagian dari visi kami  memberdayakan saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan visual agar dapat mandiri dan mengurangi ketergantungan ekonomi kepada orang lain,” kata dia.

Sementara itu, pemerhati sosial kemasyarakatan, Yenni Wahid yang juga Ketua The Wahid Insitute menyambut baik inisiatif pelatihan ini, “Saya memberi apresiasi atas dilaksanakannya program pelatihan internet bagi penyandang tuna netra. Saya juga ingin mengajak elemen masyarakat, perusahaan dan pemerintah mendukung kegiatan mulia ini. Apa pun bentuk partisipasi Anda akan sangat berarti untuk keberlangsungan program pemberdayaan bagi saudara kita dengan keterbatasan visual”.

Pelatihan Tuna Netra jadi melek Internet pada 30 Mei 2016 lalu, adalah realisasi sikap peduli dan respon positif Keluarga Atmanto terhadap salah satu pasal di pembukaan UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak. Ditambah dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang  tentang Penyandang Disabilitas yang baru saja disahkan Komisi VIII DPR RI.

Pada kesempatan terpisah Indosat Ooredoo sebagai pendukung kegiatan menyambut baik kegiatan pelatihan internet tuna netra ini. “Kami senantiasa mendukung dan aktif mendorong upaya kreatif dalam memasyarakatkan pemanfaatan layanan internet bagi penyandang disabilitas visual. Masyarakat harus siap menyambut datangnya era digital, tidak terkecuali penyandang tuna netra,” imbuh Deva, Group Head Corporate Communication PT Indosat Ooredoo.

Rumah Internet Atmanto (RIAT) juga masih membuka pintu sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia untuk turut berpartisipasi memberdayakan teman teman tuna netra. Hal ini nantinya dapat disalurkan melalui  program crowdfunding yang akan diluncurkan segera.

“Kami akan memperluas jangkauan pelatihan ini untuk sahabat-sahabat tunanetra di seluruh wilayah Indonesia dan kami masih membutuhkan tambahan bantuan agar dapat secara berkesinambungan menjalankan kegiaan ini. Untuk itu, Ami mempersilakan yang berminat untuk menghubungi RIAT, Jl. Pengadegan Utara No.14, Jakarta Selatan, atau lewat email: riat.jkt.office@gmail.com, bisa juga mention di akun instagram: @riat.jkt. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *