Renyahnya Bisnis Keripik Sukun

 Renyahnya Bisnis Keripik Sukun

KEPULAUAN Seribu ternyata bukan hanya terkenal dengan tempat wisatanya, namun juga memiliki kuliner berupa makanan ringan yang cukup digemari, yaitu keripik sukun. Keripik sukun produk salah seorang warga Kepulauan Seribu, kini menjadi salah satu oleh-oleh bagi pelancong yang berwisata ke wilayah perairan DKI Jakarta itu.

Keberkahan usaha rumahan dalam memproduksi kerupuk sukun, antara lain dinikmati oleh Saini (64), warga warga RT 01/03, Kelurahan Pulau Tidung. Saini mengaku, banyak wisatawan yang datang ke Pulau Tidung yang belanja keripik sukun buatannya untuk dijadikan buah tangan. “Pemasaran kami jual di warung-warung hingga gerai PKK. Tapi, saat ini juga sudah ada langganan dari darat yang kerap memesan,” tutur Saini.

Saini mengisahkan, dirinya mengawali usaha kuliner diawali dengan memproduksi kerupuk berbahan ikan cendro dan tongkol. Tetapi, tampaknya kerupuk ikan tersebut kurang diminati, sehingga akhirnya memutuskan untuk mencoba peruntungan di olahan sukun. “Keripik sukun yang dikemas dalam kantong plastik, saya jual seharga Rp 8.000 dan alhamdulilah lumayan laku,” katanya.

Bahan baku sukun dibelinya dari pusat Agrowisata Pulau Tidung Kecil, yang dikelola oleh Sudin KPKP Kepulauan Seribu. Sebagai usaha rumahan, omset penjualan keripik sukun ini lumayan bagus, mencapai Rp 3 juta. Tentu saja kalau Saini dan keluarganya bisa mengembangkan pemasaran ke wilayah daratan di Jakarta, peluang menggenjot omset, sangat terbuka.

Tentu saja, warga Kepulauan Seribu yang berbisnis keripik sukun bukan hanya Saini. Keripik yang punya cita rasa khas ini, selain di diproduksi di Pulau Tidung, usaha rumahan seperti ini juga dapat ditemukan di Pulau Untung Jawa dan Pulau Pramuka. Para pelaku usaha sudah mendapatkan bimbingan pelatihan dan izin usaha dari Sudin Perindustrian dan Energi Kepulauan Seribu melalui Produk Industri Rumah Tangga (PIRT).

Buah sukun tampilannya mirip nangka, hanya ukurannya lebih kecil. Selain direbus atau digoreng seperti ubi goreng, juga bisa dibuat keripik sebagaimana dilakukan Saini. Buah sukun (Artocarpus altilis) adalah tanaman tropis yang tumbuhnya kebanyakan di dataran rendah. Buah ini termasuk dalam keluarga moraceae. Orang Barat acap menyebut sukun sebagai breadfruit atau buah roti, karena dapat dijadikan alternatif makanan pengganti nasi atau roti, mengingat kandungan karbohidratnya yang tinggi namun rendah kalori.

Berikut ini kandungan gizi buah sukun untuk setiap 100 gramnya: Total Lemak 0.20 g 0.3 %, Lemak Jenuh 0.100 g 0.5 %, Kolesterol 0 mg 0.0 %, Sodium 2 mg 0.1 %, Total Karbohidrat 27.10 g 9.0 %, Diet Serat 4.9 g 19.6 %, Protein 1.10 g 2.2 %, Vitamin C 48.3 %, Vitamin B1 Thiamin 6.0 %, Vitamin B2 Riboflavin 1.8 %, Vitamin B3 Niasin 4.0 %, Vitamin B5 Asam Pantotenat acid 5.6 %, Vitamin B6 15.0 %, Kalsium 1.7 %, Besi 2.8 %, Kalium 14.0 %, Fosfor 3.0 %, Magnesium 6.3 %, Seng 0.7 %, Tembaga 4.0 %
Mangan 3.0 %, C Sistein 1.7 %, F Fenilalanin 3.0 %, I Isoleusin 4.6 %, K Lisin 1.8 %, L Leusin 2.4 %, M Metionin 1.9 %, T Treonin 5.0 %, Tirosin 2.2 %, V Valin 2.6 %, W Triptofan 10.7 %.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *