Perjalanan Panjang Klinik Apung Tuhuleley

 Perjalanan Panjang Klinik Apung Tuhuleley

LANGIT masih gelap. Sembilan orang tim Lazismu yang mengawal ekspedisi Klinik Apung Said Tuhuleley sudah berkemas-kemas. Selepas subuh, mereka bertolak dari Pelabuhan Teluk Nare, Lombok Utara, menuju Pelabuhan Selayar, Sulawesi Selatan.

Inilah perjalanan hari ketiga mereka. Bila tidak ada halangan cuaca, menjelang magrib, kapal yacht berbobot 8 ton dengan mesin tempel berkekuatan 3 x 250 cc itu akan merapat di Pelabuhan Selayar.

Perjalanan hari ketiga ini merupakan etape yang berbahaya. Sebab, jalur Teluk Nare – Selayar dikenal kurang ramah. Anginnya kencang, ombaknya juga besar. Apalagi untuk kapal sekecil Klinik Apung Said Tuhuleley.

”Mohon doa semuanya, agar Klinik Apung Said Tuhuleley berhasil melintasi jalur ini dengan selamat dan tidak menemui kendala yang berarti,” kata Syafi’i Latuconsina yang memimpin perjalanan.

Joko Intarto

Perjalanan masih panjang. Menurut Joko Intarto, pelaksana Direktur Utama Lazismu, klinik apung Tuhuleley akan tiba sore ini di Selayar. Berdasarkan laporan BMKG, tak ada masalah berarti dalam cuaca di sana. Dari pulau Selayar,  masih perlu dua hari lagi untuk mencapai Pelabuhan Ambon. Rabu, 23 Februari, Klinik Apung Said Tuhuleley harus tiba di tujuan akhir.

Lazismu akan memperkenalkan klinik Apung Said Tuheleley kepada seluruh peserta Tanwir Muhammadiyah yang akan dibuka Presiden Joko Widodo pada 24 Februari. Selanjutnya, klinik akan melayani kesehatan masyarakat di kepulauan Maluku dan Papua sepanjang usianya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *