Pejabat Pendukung Rano Karno Deg-degan

 Pejabat Pendukung Rano Karno Deg-degan

SETELAH Komisi Pemilihan Umum (KPU)  menetapkan pasangan Pasangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten, suara jantung sejumlah pejabat di provinsi mulai ‘dag dig dug’ ketakutan. Ketakutan mereka pun makin mejadi-jadi setelah Wahidin Halim  menegaskan, akan segera memproses bila kedapatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di provinsi itu ikut bermain politik praktis di perhelatan Pilgub Banten 2017.

Seperti diketahui, saat tahapan kampanye Pilgub Banten, ada beberapa dinas dan badan di provinsi itu menggelar acara memakai dan mengunakan kaos maupun spanduk bergambar Rano Karno (calon petahana). Diduga, hampir semua pejabat di provinsi mendukung pasangan petahana.

“ Benar pak… para petinggi di Banten mulai ketakutan. Mereka takut terkena mutasi dan dapat tempat di dinas mapun badan kering,” kata beberapa sumber media online ini ketika meminta komentar dari pejabat lapis dua di Pemerintahan Provinsi Banten, kemarin.

Pejabat yang minta tidak disebut namanya itu sangat setuju, bila Wahidin Halim mengambil sikap tegas memutasi birokrat terlibat politik praktis. Mengingat, fenomena pejabat dukung Rano Karno itu telah membuahkan pasangan Wahidin Halim- Andika Hazrumy kalah  di Ibukota Provinsi Banten (Kota Serang).

Seperti diketahui, usai mendeklarasikan kemenangannya, Wahidin Halim menegaskan akan memutasi pegawai negeri sipil di lingkup Pemerintahan Provinsi Banten, apabila kedapatan bukti terlibat politik praktis pada Pilgub Banten. “Peraturannya kan setelah dilantik enam bulan baru bisa mutasi. Tapi, kalau mutasi nanti ya iyalah, apalagi birokrat ikut-ikutan politik, harus diproses,” ujar Wahidin Halim.

Namun, dirinya menegaskan akan melakukan dengan cara sesuai dengan undang-undang berlaku. “Tentunya harus sesuai undang-undang, dan tentunya dengan cara yang bijak,” tuturnya. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *