Kabar
Merayakan Hari Musik Bersama CSI Sembari Berpuasa
JAYAKARTA NEWS— Momentum Hari Musik Nasional (HMN) 2026 dapat menjadi satu titik tolak terjadinya sinergi antar pelaku aktif musik Indonesia.
Tanggal 9 Maret 2013 telah ditetapkan sebagai HMN melalui Keppres No 10 tahun 2013 yang diteken oleh Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Tujuan penetapan HMN dalam upaya meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap musik Indonesia, kepercayaan diri dan motivasi para insan musik Indonesia. Serta untuk meningkatkan prestasi yang mampu mengangkat derajat musik Indonesia secara nasional, baik regional maupun internasional.
Bagi Cita Svara Indonesia (CSI) yang terdiri atas pemusik, promotor, kritikus dan jurnalis musik menggelar diskusi dengan tagline ‘Beda Masa Satu Rasa’ di CC Cafe, Kemang, Jaksel, milik biduanita Connie Constantia Pinontoan. Dihelat Kamis (5/3) sembari berbuka puasa.
Yang hadir lumayan banyak. Ada Giring Ganesha Djumaryo (Wamenbud, keynote speaker), Addie MS, Dhani ‘Pete’ Wijanarko (eks manajer Gigi), Harry Koko Santoso (promotor dari Deteksi, Peter F. Momor, Oleg Sanchabakhtiar, Gideon Momongan, Liza Maria, Erby Dwitoro, Jimmy Turangan, BoetjeTenda, Lodewiyk Cornelis Ticoalu Tony TSA, Hendrik Siagian dan banyak lagi.
Hiburan oleh Connie Constantia diiringi gitar secara akustikan. Connie yang sudah merilis lebih 5 album pop melantunkan dua lagu yaitu ‘Tuhan’ dari Bimbo dan ‘Untuk kita Renungkan’ yang dicomot dari milik Ebiet G. Ade.
Diskusi berjalan seru dan hangat.

“Sejatinya, musik Indonesia dalam catatan sejarah perjalanannya membuktikan potensi besarnya untuk lebih berbicara di pentas musik internasional,” papar Harry Koko Santoso, CEO dari Deteksi yang sukses menggelar Soundrenaline, Tabuh Bedug dan konser bersama Chrisye, Slank, BIP dan banyak lagi.
Dikatakannya, musik Indonesia memiliki kemampuan serius untuk aktif bergerak di pasar internasional.
“Meramaikan dan meraih respon positif pasar musik global,” ucap Harry Koko yang menambahkan rekam jejak band cewek Dara Puspita yang melanglang tour Asia dan Eropa serta beberapa pemusik/grup band RI lain, diantaranya Anggun C. Sasmi, Peels, God Bless dll.
Connie Constantia yang cukup sibuk berpendapat singkat.
“Musik itu bahasa kalbu dan sifatnya universal. Dan bisa menjadi kebutuhan jiwa. Perekat persatuan dan kebangsaan,” tutur Connie yang masih ‘still going strong’ dan energik.
Sebagai wanita Kawanua, Connie kerap menerapkan kiat ‘walau tak ada nasi tapi tetap gaya di aksi’. Klop
Setali tiga uang dengan Peter Frits Momor.
“Kebhinekaan musik Indonesia adalah kekuatan besar untuk mendunia. Melalui CSI kita dapat terjun dan berperan aktif ikut lebih memajukan musik Indonesia,” ungkap Peter Frits Momor yang fotografer di beberapa media cetak dan on-line.
Bagaimana kelak secara keseluruhan Musik Indonesia jelas dinyatakan dan diakui kedaulatannya di tanah airnya sendiri ?
“Kita tidak hanya berhenti sebagai pasar musik mancanegara. Potensi, bakat dan kemampuan kita bejibun. Tapi venue yang representatif kurang,” urai Liza Maria dari CSI dan televisi swasta.
Menyoal rasa, harusnya bisa tetap sama. Masa boleh berganti dan sobat-sobat di dunia pers terus memberi atensi dan apresiasi bagi Musik Indonesia.
What next ? (pik)
