Menpora Minta PBSI Segera Berbenah

 Menpora Minta PBSI Segera Berbenah

MENPORA Imam Nahrawi baru-baru ini menerima jajaran pengurus besar Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang diwakili Sekjen PBSI Achmad Budiharto dan Bidang Binpres Susy Susanti di ruang kerjanya lantai 10, Kemenpora, Jakarta. Pada pertemuan tersebut Menpora ingin mendengarkan langsung mengenai kegagalan tim bulutangkis Indonesia di Sudirman Cup lalu.

“Tidak bisa dipungkri bahwa bulutangkis menjadi salah satu lumbung besar prestasi olahraga Indonesia. Tradisi kemenangan demi kemenangan sangat dinantikan, diimpikan, dan diharapkan seluruh publik pecinta bulutangkis di tanah air. Kekalahan tim kebanggaan Indonesia di Sudirman Cup yang lalu menjadi perhatian serius. PBSI harus berbenah diri,” kata Menpora

Selain itu, Menpora meminta semua pihak bahu-membahu memperbaiki kondisi yang ada untuk prestasi ke depan. PBSI harus punya roadmap yang matang menuju Asian Games, Satlak PRIMA mengambil peran dukungan optimal, demikian pula dengan KONI terus dapat mengawal.

Selanjutnya Sekjen PBSI Achmad Budiharto mengakui bahwa hasil Sudirman Cup di bawah harapan, apalagi kekalahan dari India pasti membuat kecewa semua pihak. Ada beberapa faktor penyebab di antaranya persiapan yang tidak optimal karena mepetnya jadwal para atlet dalam mengikuti even-even yang diperlukan untuk perbaikan peringkat dunia.

Perlu diakui juga bahwa realitas saat ini kekuatan kita masih tertumpu pada ganda putra dan ganda campuran, ditambah cederanya atlet senior. Sementara untuk tunggal putra-putri dan ganda putri masih di bawah 20 besar dunia. “Atas nama PBSI menyampaikan permohonan maaf bahwa hasil Sudirman Cup sangat jauh dari harapan, rapat hari ini menjadi evaluasi dan upaya bersama untuk instrospeksi dan mempersiapkan lebih baik untuk even-even besar selanjutnya, Kejuaraan Dunia, SEA Games, dan Asian Games,” katanya pada jumpa pers di Media Center Kemenpora. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *