Menikmati Sore di Kebun Raya

 Menikmati Sore di Kebun Raya
Pohon tua. Kiri atas: Ficus Albipila (Miq) King. Tengah: Terminalia copelandii Elmier. Kanan atas: Komplek Makam Keramat. Kanan bawah: Home band Resto de Daunan. Foto-foto: Resti Handini

KEBUN Raya Bogor (KRB) adalah salah satu tujuan wisata favorit di Bogor. KRB yang memiliki 15 ribu jenis koleksi flora, sejatinya adalah Kebun Botani yang luasnya 87 Ha. Wilayah yang terletak di daratan tinggi di bawah Gunung Salak membuat kota  ini menjadi  tujuan wisata unggulan bagi warga dari kota besar sekitarnya.

Selain pepohonan rindang kita juga bisa menikmati indah dan eksotiknya sejumlah pohon yang sudah berusia lebih dari seratus tahun. Di KRB juga dapat mengunjungi Museum Zoologi, Taman Meksiko, Monumen Lady Raffles, Griya Anggrek, Herbarium Bogoriense, Guest House, Jembatan Gantung, Garden Shop, Perpustakaan, Laboraturium Kultur Jaringan dan lainnya. Selain untuk rekreasi, Bogor Botanical Garden bagi sebagian pengunjung, berguna sebagai sarana edukasi.

Tidak hanya itu, banyak wisatawan yang tidak mengetahui jika di KRB bagian tengah terdapat Kompleks Makom Keramat. Situs ini merupakan Makom Keluarga Kerajaan Pajajaran, Ratu Galuh Mangku Alam Prabu Siliwangi. Makam lainnya Mbah Jepra, mbah Baul, dan Solendang Galuh Pangkuan. Kompleks makan ini terlihat tarawat dengan baik meski berukuran kecil.

Kita mengitari KRB seluas itu jalan kaki sepertinya mustahil, bahkan dengan diselingi kendaraan roda empat atau dua pun kita harus memulai menjalaninya dari pintu gerbang KRB dibuka, pagi hari.

Anda ingin santai melepas lelah, dapat menikmati indahnya Taman Astrid sembari santai di kafe/resto de Daunan. Di sini bisa menikmati camilan dengan macam minuman panas, dingin dan aneka juice. Ingin mengisi perut Anda lebih padat tersedia aneka menu.

Sebut saja paket empal goreng, bebek goreng, paket gurame asam manis, sop pindang iga, karedok dan masih banyak lainnya. Es krim pun tersedia di resto yang dekor out door-nya berupa patung seukuran manusia yang terbuat dari perunggu. Suasana santai khas gaya petinggi zaman kolonial.

Kerucukan air mancur dengan desain taman yang indah membuat nyaman pengunjung menikmati sore dan tenggelamnya matahari di ufuk Barat. Suasana semakin relaks ketika pengunjung yang tidak seberapa banyak dihibur dengan lantunan penyanyi dari home band resto de Daunan. Selain lagu yang dibawakan, mereka pun melantunkan nyanyian atas permintaan pengunjung.

Jika waktu kunjungan KRB dari pukul 07.30 hingga pukul 17.30, resto ini buka hingga pukul 21.00. Sedangkan biaya untuk masuk ke KRB, pengunjung domestik dikenai biaya Rp 15 ribu/orang, wisatawan asing Rp 25 ribu/orang. Kendaraan roda empat dikenakan karcis masuk Rp 30 ribu, roda dua Rp 10 ribu.***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *