• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Pemprov DKI Disarankan Gratiskan Masker

Literasi Demokrasi bagi Pemilih Milenial

March 14, 2023
Update Pembunuhan Sadis di Madiun! Terungkap Ibu-Anak Dimutilasi dan Dibakar

Update Pembunuhan Sadis di Madiun! Terungkap Ibu-Anak Dimutilasi dan Dibakar

October 29, 2026
Garin Nugroho Sebut TIFF 2026 Bagian Penting dalam Karirnya

Garin Nugroho Sebut TIFF 2026 Bagian Penting dalam Karirnya

October 29, 2026
Geger! 600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Ngamuk: Ini Berpotensi Ganggu Tata Niaga Beras

Geger! 600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Ngamuk: Ini Berpotensi Ganggu Tata Niaga Beras

October 28, 2026
Dirut BULOG: Pengadaan Setara Beras Hasil Panen Dalam Negeri Capai 87 Persen dari Target 4 Juta Ton

Dirut Ahmad Rizal Ramdhani: BULOG Siap Jadi Penyangga Jagung Nasional

October 28, 2026
Soasialisasi SMK Go Global! Target CPMI 300 Ribu Lulusan SMK dan 200 Ribu Peserta Umum

Soasialisasi SMK Go Global! Target CPMI 300 Ribu Lulusan SMK dan 200 Ribu Peserta Umum

October 28, 2026
Tim Dirresnarkoba Polda Kalteng Gerebek Kampung Puntun, 6 Orang dan 56 Paket Narkoba Diamankan

Tim Dirresnarkoba Polda Kalteng Gerebek Kampung Puntun, 6 Orang dan 56 Paket Narkoba Diamankan

October 28, 2026
Mengabaikan Perlindungan CPMI, Kegiatan Usaha PT. Ceger Sari Buana Dihentikan

Mengabaikan Perlindungan CPMI, Kegiatan Usaha PT. Ceger Sari Buana Dihentikan

October 28, 2026
BPS Sebut Produksi Beras 2025 Diperkirakan Capai 34,7 Juta Ton

BULOG Pastikan Kesiapan Beras Nataru Aman: Stok 25 Juta Ton dan Cadangan 4,5 Juta Ton

October 28, 2026
Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

October 27, 2026
Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, 25 Orang Tersangka

Ditreskrimsus Polda Sumbar Ungkap Kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, 25 Orang Tersangka

October 27, 2026
Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

Kasus Pembunuhan Ibu-Anak Terungkap, Pelaku yang Kabur ke Jombang Berhasil Diringkus

October 27, 2026
Keberhasilan SMK Go Global Diukur dari Lulusan yang Kompeten dan Terserap di Pekerjaan Layak

Keberhasilan SMK Go Global Diukur dari Lulusan yang Kompeten dan Terserap di Pekerjaan Layak

October 28, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Thursday, October 29, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    Kemenhut Beri Sanksi 32 Perusahaan Terkait Karhutla, Ada Sawit?

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    WALHI Pertanyakan Skema Biodiversity PT AP Milik Jardine

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    DKI Beri Keringanan PBJT 50 Persen untuk Film Nasional di Bioskop

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Siapa Film Terbaik FFW 2026? Lima Juri Akhir Mulai Tentukan Pemenang

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Series Thailand Gandhi Fernando Berjudul Badminton Boys Puncaki Global Ranking

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel
    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Babe Koko dan 70 Motor Tua: Merawat Sejarah, Merawat Investasi

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Literasi Demokrasi bagi Pemilih Milenial

by admin
March 14, 2023
in Kolom
0
Pemprov DKI Disarankan Gratiskan Masker

Achmad Fachrudin

492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Achmad Fachrudin, Dosen Universitas PTIQ Jakarta, Founder Literasi Demokrasi Indonesia

Pemilih pada Pemilu Nasional Serentak maupun Pilkada Serentak 2024 akan didominasi kelompok milenial. Ini artinya, pemilih milenial berpotensi sangat menentukan proses, hasil dan kualitas Pemilu. Agar ekspektasi tersebut terwujud, perlu dilakukan penguatan literasi demokrasi secara komprehensif, dan professional oleh pemangku kepentingan Pemilu khususnya KPU dan Bawaslu. Sementara dari pemilih milenial sendiri harus memiliki pemahaman dan kesadaran untuk berpartisipasi dalam mewujudkan Pemilu yang Luber dan Jurdil, baik secara wacana maupun aksi/perilaku.  

Sedikit ilustrasi mengenai potret kaum milenial kontemporer, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) memproyeksikan  pada 2024 jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai 318,9 juta jiwa. Dari jumlah itu, sebanyak 21,73 juta penduduk berusia 15-19 tahun; 21,94 juta penduduk berada di rentang usia 20-24 tahun; penduduk berusia 25-29 tahun dan 30-34 tahun masing-masing sebanyak 21,73 juta orang dan 21,46 juta orang, dan 21,04 juta orang berada di rentang umur 35-39 tahun.

Lembaga Penyelenggara Pemilu yakni: KPU RI juga menyebut, pada Pemilu Serentak 2024 bakal didominasi oleh pemilih muda, atau pemilih yang berusia maksimum 40 tahun pada hari pemungutan suara 14 Februari 2024. Proporsinya sekitar 53-55 persen, atau 107-108 juta dari total jumlah pemilih di Indonesia.

Sebagai informasi, KPU telah menerima Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) dari Kementerian Dalam Negeri pada Desember 2022. Dalam data kependudukan per semester 1 tahun 2022 yang sudah diverifikasi Kemendagri, total terdapat 204 juta penduduk potensial pemilih pada Pemilu 2024. Penduduk yang masuk dalam DP4 adalah WNI yang akan berusia 17 tahun atau lebih pada hari H Pemilu 2024 dan bukan anggota TNI/Polri.

Sementara Centre for Strategic and International Studies (CSIS) memperkirakan Pemilu 2024 bakal didominasi generasi Z yang berada di rentang usia 17-39 tahun. Atau mendekati 60% dari total pemilih, atau sekitar 190 juta warga.  Sedangkan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kompas menyebut, jumlah pemilih generasi z dan milenial mencapai sekitar 53,8% dari total pemilih. Dari berbagai sumber data tersebut, tersimpulkan pada Pemilu Serentak 2024  didominasi oleh pemilih milenial.

Kategorisasi Pemilih Milenial

Secara kategoris,  ahli pemasaran politik Firmanzah (2012) membagi kategori pemilih ke dalam empat tipe,  yaitu: pertama pemilih rasional. Yakni: tipe pemilih yang memiliki orientasi yang tinggi pada policy-problem-solving dan rendah terhadap faktor ideologi. Lalu kedua pemilih kritis. Yakni: gabungan antara rasionalitas dan pentingnya ideologi.

Ketiga pemilih tradisional. Yakni: tipe pemilih yang memiliki orientasi tinggi terhadap ideologi namun tidak mementingkan kebijakan partai politik dalam mengambil keputusan. Keempat, pemilih skeptis. Yakni: tipe pemilih yang tidak memiliki orientasi terhadap ideologi dan tidak menjadikan program sebagai hal penting dalam menentukan pilihan.

Sementara Tim Peneliti dari Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) pada 2019 melakukan penelitian perihal milenial di berbagai kota. Hasilnya terdapat menjadi empat karakter, yaitu: Doubtfulness, Open minded, Modest, dan Apatethic. Doubtfulness adalah generasi milenial yang masih belum menentukan pilihan.

Sedangkan open minded adalah pemilih yang memiliki partisipasi dan pengetahuan tinggi terkait politik. Modest adalah  pemilih yang memilih beradasarkan peer atau orang terdekat.  Sementara apatethic adalah pemilih yang memiliki karakter belum memiliki pilihan. Selain itu, pemilih seperti ini cenderung kurang peduli terhadap perpolitikan.

Dalam pengamatan Peneliti LIPI Wasisto Raharjo Jati, terdapat beberapa karakter pemilih muda. Diantaranya   voluntarisme. Ditandai dengan keterlibatan dalam gerakan relawan. Misalnya, relawan Jokowi, Anies Baswedan, teman Ahok, sahabat Ridwan Kamil, Relawan Demokrasi (Relasi) KPU, anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan lain-lain. Kemudian karakter kolegialitas. Cirinya mereka membangun eksistensi dan representasi dengan membentuk kelompok  atau komunitas sendiri, misalnya dalam kelompok bermusik atau komunitas olah raga. 

Dengan karakteristik perilaku pemilih milenial yang demikian plural, akan lebih aman menyebutkan pemilih milenial sebagai pemilih dinamis, fluktuatif, dan cair. Ini artinya di dalam diri pemilih milenial bersemayam atau terakumulasi sifat positif maupun negatif. Seperti rasional, kritis, dan open minded sekaligus peragu, labil, apatis, atau skeptis. Selain selalu tetap saja ada potensi kaum milenial yang dominan sifat positifnya, atau sebaliknya dominan sifat negatifnya.

Dengan sifatnya seperti itu, maka pemilih milenial bisa disebut sebagai massa mengambang (floating mass),  mudah menyebrang dari satu partai ke partai lainnya (swing voter), belum mengambil keputusan (undecided voter),  dan sebagainya. Manakala partai politik dan kandidat berusaha berburu ceruk pemilih milenial bukan semata karena jumlahnya yang besar, melainkan karena sifat dan karakteristik pemilih yang masih sangat mungkin untuk dipengaruhi.

Pengaruh Media Sosial

Potret lain dan sekaligus sifat atau ciri umum dari generasi milenial kontemporer adalah ketergantungan dan kecanduannya pada internet (addicted user) pada gadget. Hal ini  tercermin dari hasil survei Alvara Research Center yang antara lain menyebutkan, ada 34% responden dari generasi Z menjadi addicted user. Rinciannya, sebanyak 20,9% menggunakan internet 7-10 jam sehari, 5,1% sebanyak 11-13 jam sehari, dan 8% mencapai di atas 13 jam sehari. Generasi milenial yang menjadi addicted user sebanyak 20,4%.

Dari jumlah itu, sebanyak 13,7% menggunakan internet selama 7-10 jam sehari, 3% sebanyak 11-13 jam sehari, dan 3,7% yang lebih dari 13 jam sehari.  Sedangkan, generasi X yang masuk kategori addicted user sebanyak 12,1%. Secara rinci, 7,1% menggunakan internet selama 7-10 jam sehari, 2,4% sebanyak 11-13 jam sehari, dan 2,6% mencapai di atas 13 jam sehari.

Melalui instrument gadget atau gawai, kaum milenial menghabiskan waktu berjam-jam berselancar di media sosial (Medsos), untuk mengetahui informasi, termasuk isu-isu aktual Pemilu, politik, demokrasi dan lain-lain.  Dengan aktif menyimak grup WA, Facebook, Instagram, dan lain-lain;  atau menjadi youtuber, selebgram, membuat konten Tiktok, sebatas chatting dan penikmat konten saja.

Dengan berkembangnya citizen journalism, pengguna Medsos terutama dari kalangan kaum milenial bukan hanya sekadar menjadi penerima (receiver) atau pengguna (user) informasi, melainkan juga dapat bertranformasi sebagai produsen informasi. Lalu mengirimkannya (share) ke publik melalui beragama jenis aplikasi Medsos. Bahkan diantaranya ada yang menjadi viral.

Meskipun demikian, pengaruh Medsos berdampak ganda. Pada satu sisi berdampak positif, yakni: menjadikan pemilih milenial sangat well inform dan cerdas bermedsosria terhadap berbagai isu publik, termasuk isu-isu Pemilu. Salah satunya tercermin dari hasil survei   Centre for Strategic and International Studies (CSIS) yang menyebutkan adanya keinginan generasi muda memiliki pemimpin jujur dan bebas korupsi pada Pemilu 2024. 

Di sisi lain, penggunaan Medsos berpotensi berdampak negatif. Yakni: penyebar ujaran permusuhan, kebencian, hoaks, dan sebagainya, terkait penyelenggaraan Pemilu, peserta Pemilu, kandidat, Penyelenggara Pemilu dan isu-isu Pemilu atau politik lainnya. Hal ini disebabkan informasi dari Medsos belum tentu seluruhnya benar dan valid. Karena berasal dari fabrikasi dan manipulasi. Serta karena  informasi, sumber  dan datanya belum tentu melalui proses verifikasi dan validasi secara secara akurat.  

Muara dari pengaruh negatif  berpotensi melahirkan persepsi dan stigma negatif atau keliru terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Pemilu. Misalnya menimbulkan  anggapan bahwa Pemilu hanya buang-buang energi, waktu dan uang secara percuma; Pemilu hanya ajang pertarungan elit politik yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan masyarakat; hasil Pemilu tidak akan merubah nasib rakyat, dan sebagainya.

Penguatan Literasi

Dengan karakteristik, persepsi dan opini pemilih milenial yang demikian diferensial dan variatif,  beberapa langkah yang harus dilakukan adalah pertama: mendorong literasi demokrasi bagi terwujudnya pemilih milenial yang cerdas dan kritis. Pemilih cerdas dan kritis tidak hanya bersedia datang ke Tempat  Pemungutan Suara (TPS), melainkan juga bersedia mengawal dan melaporkan pelanggaran dan kecurangan Pemilu, baik secara langsung ke Penyelenggara Pemilku maupun melalui digital, yakni: Sistem Informasi Penanganan Pelanggaran dan Pelaporan (SigapLapor)  produk Bawaslu.

Kedua, mempertajam literasi demokrasi dengan cara  mendorong pemilih milenial agar benar-benar memahami makna dan tujuan Pemilu sebagai instrument efektif  reward and punishment system bagi partai politik maupun kandidat. Dalam arti: reward (imbalan) bagi partai politik atau kandidat  peserta Pemilu 2024 yang berprestasi  atau punishment (hukuman) bagi yang wanprestasi. reward and punishment system bisa berlaku bagi petahana ataupun pendatang baru  (new comer) dalam percaturan Pemilu.

Ketiga, menguatkan nalar kritis (critical  thinking) kaum milenial agar memiliki kemampuan dalam membangun komunikasi positif verbal, non verbal maupun digital tentang Pemilu dan kontra narasi terhadap para pihak yang melakukan pembusukan, pelanggaran dan kecurangan Pemilu. Melalui berbagai bentuk cara atau media, khususnya melalui platform Medsos yang kini begitu beragam, banyak digemari dan dikuasai kaum milenial. Bahkan diantaranya banyak yang mumpuni sebagai konten creator digital.

Keempat, pemangku kepentingan Pemilu, khususnya KPU dan Bawaslu harus mengelola Medsos secara profesional. Secara individu, mesti memahami dan menerapkan etika bermedia sosial secara bisak. Misalnya dengan  tidak mengekpose informasi atau visual (selfi-selfian) yang tidak ada kaitannya dengan tugas dan fungsinya sebagai Penyelenggara Pemilu. Sebab manakala terjadi out of control dalam pengelolaan dan penggunaanMedsos, bukan hanya akan menjadi santapan empuk citizen journalism, melainkan juga bisa diadukan ke ranah pengadil pelanggaran kode etik yakni: Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu.

Kelima, Penyelenggara Pemilu perlu berkolaborasi atau membentuk pasukan khusus dunia maya (cyber patrol) yang mumpuni berasal dari kalangan pemilih milenial. Sebab, jika hanya mengandalkan pasukannya sendiri, termasuk dari kalangan kepolisian, agak sulit untuk melakukannya secara efektif dan maksimal. Sebab jumlah personalia atau anggarannya terbatas sementara areal medan perang virtual (maya) sangat terbuka luas dan tidak terbatas.

Jika literasi demokrasi ini berhasil secara nyata terhadap kaum milenial, Penyelenggara Pemilu akan dicatat dalam sejarah demokrasi Indonesia dengan tintas emas. Khusus bagi kaum milenial,  akan dicatat bukan hanya besar dalam kuantitas (jumlah) melainkan juga dalam pengertian kualitas. Karena mampu mempengaruhi proses dan terutama hasil Pemilu Serentak 2024 menjadi lebih berkualitas dan berintegritas. Jika kaum milenial tidak bisa dimanfaatkan, maka bisa menjadi tsunami demokrasi yang merugikan masyarakat dan bangsa Indonesia.***

Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Update Pembunuhan Sadis di Madiun! Terungkap Ibu-Anak Dimutilasi dan Dibakar

Update Pembunuhan Sadis di Madiun! Terungkap Ibu-Anak Dimutilasi dan Dibakar

October 29, 2026
Garin Nugroho Sebut TIFF 2026 Bagian Penting dalam Karirnya

Garin Nugroho Sebut TIFF 2026 Bagian Penting dalam Karirnya

October 29, 2026
Geger! 600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Ngamuk: Ini Berpotensi Ganggu Tata Niaga Beras

Geger! 600 Ton Beras SPHP Dioplos Jadi Premium, Mentan Ngamuk: Ini Berpotensi Ganggu Tata Niaga Beras

October 28, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version