Connect with us

Global

Kota di Dunia yang Melarang Penggunaan Kendaraan Bermotor

Published

on

Ghents, Belgia, mengubah kotanya menjadi bebas kendaraan sejak tahun 1996. (Pexels/Viktor Mogilat)

JAYAKARTA NEWS – Untuk menurunkan polusi udara, sejumlah kota dunia mengurangi jumlah penggunaan kendaraan bermesin.

Sebagai gantinya semua penduduk hanya boleh jalan kaki atau bersepeda.

Kalau pun ingin berkendara harus menggunakan transportasi publik seperti bus, kereta atau cable car.

Konsep ini akhirnya membuat kota jadi hijau, manusiawi, dan ternyata mengundang banyak orang datang.

1. Ghents
Kota kecil di Belgia ini mengubah kotanya menjadi bebas kendaraan sejak tahun 1996.

Nyaris 80% kawasan ini bebas kendaraan. Akses mobil hanya bisa pada jam tertentu saja.

Itu pun hanya boleh melewati jalan-jalan yang sudah ditentukan.

Hari Minggu banyak jalan yang ditutup untuk kendaraan. Penduduk dianjurkan menggunakan sepeda.

Tidak adanya kendaraan membuat kota jadi lebih tenang.

Penduduk pun bisa bersantai di pinggir trotoar sambil menikmati pemandangan.

2. Halibut Cove
Kota kecil di Alaska ini bebas kendaraan karena jalan-jalannya pun sangat sempit.

Tidak ada jalan protokol yang besar.

Untuk berkeliling penduduk berjalan kaki, menggunakan ATV atau seaplane.

Sebagian besar rumah penduduk berkonsep rumah apung yang dilengkapi dermaga kecil.

Bahkan kafe, taman, kantor pemerintahan dan amphitheaternya didesain dengan konsep mengapung.

Datang ke tempat ini benar-benar memberikan pengalaman yang unik.

3. Zermatt
Desa Zermatt di Swiss sering dianggap sebagai desa resort cantik dan bersih.

Di sini kendaraan bermotor benar-benar dilarang masuk.

Untuk ke tempat ini orang hanya bisa memarkirkan kendaraan di kota terdekat, yaitu Tasch

Dari Tasch bisa menyambung dengan kereta atau electric limosine ke Zermatt.

Untuk berkeliling desa bisa menggunakan bus, kereta gantung, kereta kuda atau berjalan kaki.

Zermatt sangat sejuk dan udaranya bersih, terlebih lokasinya di daerah pegunungan dan terkenal sebagai resort sky.

4. Fes el Bali
Distrik di kota Fes, Maroko ini merupakan kawasan kota tua dan komersil.

Didirikan tahun 789-808 Masehi pada zaman Dinasti Idrisid sebagai sebuah ibukota.

Karena semua bangunannya sudah tua dan jalannya sangat sempit, semua kendaraan bermotor dilarang masuk.

Jalanan di Fes-el Bali terdiri atas 9.400 lorong yang sempit dan dikelilingi dinding tinggi.

Selain berjalan kaki, pelancong bisa menggunakan kereta kuda, keledai, dan sepeda.

Di Fes-el Bali orang bisa menemukan banyak toko, kafe, masjid, tempat pengolahan kulit, dan pasar tradisional.***/mel

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement