Komisioner KPAI: Sekolah Wajib Miliki SOP Penanganan Bencana

 Komisioner KPAI: Sekolah Wajib Miliki SOP Penanganan Bencana

Tembok bangunan sekolah MTs N 19 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan roboh karena tidak mampu menahan volume genangan air dari luar sekolah yang terus naik oleh hujan deras yang mengguyur wilayah DKI Jakarta sejak pukul 14.00 WIB. (TRC BPBD Jakarta Selatan)

JAYAKARTA NEWS— Tembok di MTsN 19 Pondok Labu, Jakarta Selatan, roboh dan menyebabkan tiga siswa tewas. Selain itu, ada satu siswa terluka. Kepala BPBD DKI Jakarta mengatakan bahwa tembok roboh akibat luapan air banjir kemudian menerjang area sekolah.

Ketika bencana alam, baik gempa maupun banjir terjadi pada jam belajar atau saat hari sekolah memang akan menimbulkan kerentanan anak-anak atau peserta didik dan guru berpotensi kuat menjadi korban. Karena pada hari masuk sekolah, warga sekolah sedang banyak-banyaknya, bisa ratusan orang berada di sekolah tersebut.

“Penting ada SOP Penanganan saat bencana terjadi. Misalnya banjir, maka SOP nya ada evakuasi anak-anak harus naik ke lantai dua atau tiga semuanya dan tidak ada yang di lantai satu, apalagi di halaman sekolah bermain hujan. Karena itu akan sangat berisiko pada keselamatannya. Bisa ada petir, terseret air atau tertimpa tembok sekolah seperti kejadian ini,” kata Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam rilisnya, Jumat (7/10/2022).

Menurutnya, diperlukan SOP bencana pada sekolah-sekolah, apalagi selolah yang berada dekat sungai. Selain itu, sekolah wajib memiliki jalur evakuasi ketika terjadi bencana. Misalnya ketika gempa bumi maka anak-anak dievakuasi keluar ruangan. Namun ketika banjir terjadi, sebelum ada pertolongan karena hujan deras masih berlangsung, maka warga sekolah harus dievakuasi ke lantai yang lebih tinggi.

Karena itu, SOP itu wajib dilatih atau dipraktekan ke warga sekolah agar saat bencana terjadi semua tertib diarahkan ke jalur evakuasi untuk penyelamatan.

Retno mengatakan, dirinya merasa prihatin dan duka mendalam atas meninggalnya tiga siswa MTs Negeri 19,  Pondok Labu Jakarta Selatan, juga adanya anak yang terluka. Ia mengapresiasi BPBD dan Damkar DKI Jakarta yang sudah bergerak cepat untuk mengevakuasi korban maupun seluruh warga sekolah yang saat kejadian masih berada di lingkungan madrasah.

Terkait kejadian ini pihaknya mendorong Dinas PPPA Provinsi DKI Jakarta untuk membantu asesmen psikologi pada korban selamat namun menyaksikan kawan-kawannya yang meninggal karena tertimpa tembok yang roboh. Juga psikososial kepada pendidik dan peserta didik akibat musibah ini. Ia juga mendorong Kementerian Agama untuk segera memperbaiki kondisi madrasah agar peserta didik dapat segera mengikuti PTM kembali. (din)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.