Kemiskinan Lebak, Jadi Bahan Diskusi

 Kemiskinan Lebak, Jadi Bahan Diskusi

PULUHAN sarjana dan tokoh muda Lebak tergabung dalam Kaukus Muda Lebak (Kaula) menggelar diskusi publik dan sharing dengan sejumlah narasumber dan pakar berkompeten dari Lebak. Tujuannya, bagaimana Lebak maju.

Diskusi bertajuk ‘Mengeluarkan Lebak dari predikat miskin melalui pemilihan Bupati Kabupaten Lebak 2018’ digelar di Sekretariat ISP3B, Jalan Raya Rangkasbitung Pandeglang, di Kampung Angsana, Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Sabtu (18/3).

Seluruh tokoh Lebak hadir dalam kegiatan diskusi terbuka yang digagas tokoh muda, Unro dan Arwan. Dalam diskusi publik, Unro dan Arwan menyepakati sebuah pembaruan terkait keadaan yang berpotensi melanggengkan kemiskinan di Lebak. “Kegiatan hari ini ada dua yang utama. Pertama, evaluasi dan proyeksi jelang pemilihan Bupati Kabupaten Lebak tahun 2018,” kata Arwan.

Dikatakan, Pemerintah Lebak sejauh ini dinilai belum maksimal dalam membangun Lebak. Program yang selalu di gembor–gemborkan seperti Lebak Sehat dan Lebak Sejahtera, masih belum bisa mengatasi berbagai permasalahan di masyarakat.

Ke depan, para tokoh Lebak perlu mengawal dan menetapkan kriteria pemimpin yang berani mengambil kebijakan yang memberantas kemiskinan. Sementara itu, Unro salah satu dosen perguruan tinggi yang ada di Lebak mengatakan pembangunan di Lebak membituhkan waktu cukup lama. “Jika berbicara Lebak Cerdas berarti bicara soal pendidikan dan sarana dan prasarananya soal pendidikan harus betul- betul mendukung, karena inpestasi pendidikan tidak langsung dirasakan, bisa sepuluh atau dua puluh tahun kemudian baru dirasakan, dan hal ini harus benar-benar di tingkatkan kualitas pendidikannya,” kata Unro yang juga guru SMAN 70 Jakarta.

Kedua, indikator keberhasilan Lebak Sehat masih jauh dari harapan. Lebak sehat ini adalah tantangan terbesar pemimpin ke depan siapa pun itu. “Yang terakhir, Lebak Sejahtera menurut saya harus diawali dari insfrastruktur yang memadai, karena perekonomian masyarakat akan bergulir ketika pembangunan jalannya bagus,” tambah Unro seraya menambahkan, “plus, pemimpin harus berani memberikan modal kepada masyarakat untuk jangka pendek.” ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *