Kembang Belukar di Bulan Purnama

 Kembang Belukar di Bulan Purnama

Yuliani Kumudaswari

JAYAKARTA NEWS – Kembang Belukar adalah judul buku puisi karya Yuliani Kumudaswari, perempuan penyair yang tinggal di Semarang, dan akan diluncurkan di Sastra Bulan Purnama 118, dalam Poetry Reading From Home seri 18, live melalui youtube sastra bulan purnama, Sabtu, 24 Juli 2021 pkl. 19.30 WIB.

Sashmytha Wulandari

Selain dibacakan sendiri oleh Yuliani, beberapa pembaca akan ikut membacakan puisi Yuliani. Para pembaca datang dari kota yang berbeda, Rita Ratnawulan, Restia Herdiana (Jakarta), Ismael Daeng Sannang (tinggal di Bali), pembaca lainnya dari Yogyakarta, Eko Winardi, Yantoro, Ninuk Retno Raras, Nunung Rieta, Endah Sr, Tedy Kusairi, Sashmytha Wulandari, Octo Noor Arafat, Chacha Baninu, Tosa Santosa.

Yuliani, memang produktif menulis puisi, hampir setiap tahun, buku puisinya terbit, dan buku puisi ‘Kembang Belukar’ merupakan buku keenam karya tunggalnya. Puisi-puisinya yang lain dipublikasikan di beberapa media cetak dan on line, serta antologi puisi bersama dengan sejumlah penyair dari berbagai kota.

Para pembaca puisi, selain penyair, penulis cerpen dan pemain teater. Yantoro misalnya, tahun 1980-an cukup rajin menulis puisi, dan aktif di teater Stemka, belakangan dia sering pentas monolog. Eko Winardi, seorang aktor teater, sering menulis puisi, sejumlah peran pernah ia mainkan dalam pentas teater. Ninuk Retno Raras, penulis cerpen, seringkali tampil membaca puisi di Sastra Bulan Purnama.

Octo Noor Arafat

Ristia Herdiana yang tinggal di Jakarta, beberapa buku puisinya sudah terbit, dan beberapa kali tampil membaca puisi. Endah Sr, seorang penyiar radio sekaligus penari Jawa, buku novelnya pernah diterbitkan, beberapa kali juga sering baca puisi di Sastra Bulan Purnama. Octo Noo Arafat, sekarang menjadi Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Pemkot Yogya, seorang pembaca puisi yang menyenangkan. Tedy Kusairi seorang youtuber dan pegiat sastra di Bantul, Yogya.

Tosa Santosa, seorang pegiat fashion di Yogya, berulangkali tampil membaca puisi tidak hanya di Sastra Bulan Puirnama, tetapi juga di tempat-tempat lain. Nunung Rieta, buku puisinya sudah terbit, dan belakangan sering main teater dan film. Sashmytha Wulandari, sejumlah puisinya ikut dalam beberapa antologi puisi dan akan membaca puisi Yuliani sambil diiringi petikan gitar oleh Meuz Prazt, seorang perupa yang piawai memetik gitar.

Para pembaca lainnya, Rita Ratnawulan, seorang pecinta puisi tinggal di Jakarta dan beberapa kali tampil membaca puisi dalam beberapa seri poetry reading from home. Ismael Daeng Sannang, tinggal di Bali dan Chacha Baninu, seorang perupa, akan ikut tampil membaca puisi karya Yuliani Kumudaswari. Ismael Daeng akan memetik gitar mengiringi Diah istrinya membaca puisi berjudul ‘Kembang Seruni’. Tidak ketinggalan, Yanti S. Sastro, perempuan penyair dan seorang pengajar, tinggal di Semarang akan ikut tampil membacakan puisi karya Yuliani Kumudaswari.

Yantoro

Ons Untoro, koordinator Sastra Bulan Purnama yang mengikuti pertumbuhan kepenyairan Yuliani Kumudaswari sejak sebelum menerbitkan buku puisi, tetapi sudah mulai menulis puisi dan tinggal di Medan, melihat perkembangan puisi Yuliani sangat menyenangkan, dan memiliki seleksi kata yang teliti.

“Sejak buku puisinya yang pertama, sampai buku puisi yang sekarang diluncurkan ini, Yuliani sudah mulai terlihat tidak tergesa menulis puisi, selalu melalui proses perenungan sebelum dia menuliskan. Bagi Yuliani, menulis puisi tidak untuk mengejar predikat penyair, tetapi lebih sebagai ruang ekspresi, dan predikat penyair mengikuti setelah produktifitasnya terbukti,” ujar Ons Untoro. (*/PR)

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *