Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the zox-news domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Kelontong Merana di Tangerang - Jayakarta News
Notice: Function WP_Styles::add was called incorrectly. The style with the handle "ql-main" was enqueued with dependencies that are not registered: ql-bootstrap. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.9.1.) in /home/jayakartanews.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Connect with us

Feature

Kelontong Merana di Tangerang

Published

on

TIDAK banyak pemerintahan daerah yang berani mengeluarkan peraturan daerah larangan pendirian minimarket. Tidak banyak juga kepala daerah yang juga berani menghentikan perizinan baru bagi usaha minimarket ketika menjabat. Kabarnya, perizinan minimarket adalah “lahan basah” aparat pemerintah daerah.

Tak terkecuali di Kota Tangerang. Hingga kini, pemerintah kota masih terus mengeluarkan izin operasi baru minimarket di wilayahnya. Tak heran jika banyak toko kelontong dan kios-kios kecil turun omzet, bahkan tidak sedikit yang bangkrut.

Kabar baik bagi para pedagang kelontong. DPRD Kota Tangerang sedang berencana mengambil inisiatif pembuatan Perda untuk membatasi kehadiran toko modern tersebut. “Benar kami akan menggarap perda pembatasan toko modern. Mungkin beres tahun ini,” kata Suparmi, Ketua DPRD Kota Tangerang pada media belum lama ini.

Hamdan (30) pedagang kecil di Cimone, menyambut baik inisiatif wakil rakyat Kota Tangerang itu. Ia sendiri bingung dengan perilaku konsumen. Sebab, dalam soal harga, dagangan mereka lebih murah dibanding barang sama di minimarket. Harga sembako juga begitu, lebih murah di toko kelontong daripada di minimarket.

Entah karena alasan prestis atau alasan lain, yang jelas, kebanyakan toko kelontong mati suri begitu ada minimarket buka di sekitar mereka. “Sampai kapan kami ini harus menderita oleh kesepian konsumen. Sampai kapan juga Pemerintah Kota Tangerang mau membatasi perizinan toko modern?” keluh para pedagang kecil di sudut gang perumahan Total Persada Tangerang. ***

Continue Reading
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement