Ini Skenario jika Covid-19 Setahun

 Ini Skenario jika Covid-19 Setahun

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian– foto humas Puspen Kemendagri

JAYAKARTA NEWS – Semua program kerja yang direncanakan pemerintah pusat dan daerah terkendala karena wabah Covid-19.

“Semua itu berubah atau terkendala dengan adanya fenomena dunia yang tidak diprediksi sebelumnya yakni  krisis yang dipicu oleh Covid-19,” kata Mendagri Tito Karnavian pada Musrenbangnas digelar secara virtual alias dilakukan secara online lewat video conference.

Dalam Musrembangnas yang dibuka oleh Presiden Joko Widodo ini, Tito memaparkan tentang  Sinkronisasi Perencanaan Pembangunan Daerah dalam MendukungPrioritas Nasional Tahun 2021.

Mengawali paparannya, Tito menjelaskan sekilas tentang visi misi Presiden Jokowi. Kata dia, da lima visi misi yang menjadi fokus pembangunan Indonesia dalam lima tahun ke depan.

Lima visi itu mulai dari pembangunan sumber daya manusia, dimana fokusnya  pada pendidikan dan kesehatan. Kemudian melanjutkan pembangunan infrastruktur, melaksanakan perbaikan regulasi dan penyederhanaan regulasi, terutama yang berkaitan dengan masalah membuka iklim investasi. Berikutnya, mentrasformasi ekonomi dari yang berbasis sumber daya alam ke manufaktur dan jasa modern.

Tapi, kata Mendagri, semua program-program yang direncanakan dan dipecah dalam rencana kerja pemerintah tahunan dan kemudian menjadi patokan bagi pemerintah daerah untuk menyusun rencana kerja pemerintah daerah per tahun terkendala karena adanya wabah Covid-19. “Semua itu berubah atau terkendala dengan adanya fenomena dunia yang tidak diprediksi sebelumnya yakni  krisis yang dipicu oleh Covid-19,” ujarnya.

Pandemik Covid-19 ini, ucap Tito, merupakan krisis kesehatan yang berimbas kepada banyak sektor, mulai dari sektor keuangan finansial,  ekonomi, bahkan sosial.

“Kita melihat bahwa pandemik Covid-19 ini adalah pandemik terluas dalam sejarah umat manusia, 213 negara per hari ini sudah terpapar.  Belum pernah ada pandemik yang merambah sampai 213 negara, hampir semua negara di dunia,” katanya.

DUA SKENARIO PENTING

Dampaknya juga lanjut Tito, dirasakan oleh Indonesia. Tidak terkecuali oleh daerah-daerah di Tanah Air. Bahkan, daerah mengalami dua pukulan sekaligus karena adanya pandemik Covid-19 ini. Pukulan pertama  di bidang keuangan dimana transfer pusat akan berkurang karena pendapatan pusat juga berkurang karena mandeknya berbagai sektor, salah satunya sektor pariwisata dan lainnya. Pukulan kedua, pendapatan asli daerah juga akan berkurang.

“Saya melihat bahwa kita harus mengambil langkah di tengah ketidakpastian. Membuat perencanaan di tengah suasana yang tidak pasti. Kita berharap tentunya krisis Covid-19 ini segera berakhir,” ujarnya.

Mendagri  juga kembali mengingatkan tentang pentingnya disiplin menerapkan physical distancing dan menjaga kesehatan serta kebersihan. Menurutnya, setiap orang wajib pakai masker,  jaga jarak, rajin cuci tangan pakai sabun atau menyemprot desinfektan serta sangat penting untuk menjaga agar jangan sampai ada kerumunan sosial. Dengan begitu,mata rantai penyebaran virus bisa diputus.

“Karena harus melakukan perencanaan di tengah ketidakpastian, sekali lagi meskipun kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar krisis ini bisa berkahir di tahun ini juga, namun  kita juga siapkan dua skenario jika ini berlanjut, ” ujarnya.

Opsi kesatu atau skenario pertama, kata Tito,  jika Covid-19 ini masih berlanjut maka fokus  tetap pada penanganan Covid-19,  mulai dari mencegah penyebarannya, memperkuat sistem kekebalan tubuh warga, memperkuat kapasitas dan sistem  kesehatan,  ketahanan pangan, pengembangan industri alat kesehatan dan juga mendukung jaring pengaman sosial lewat bantuan-bantuan sosial kepada warga yang sulit. Dan juga menjaga agar dunia usaha tetap bisa hidup. Ekonomi tetap berjalan meskipun lamban dibandingkan sebelumnya. Intinya ekonomi jangan sampai mati sema sekali. ” Itu prioritas kita nomor satu,” kata Tito.

Prioritas  nomor dua atau opsi kedua,  kata dia, jika Covid-19 ini masih tetap berlangsung sampai tahun 2021. Maka yang harus diprioritaskan adalah  program-program yang mendesak.  Mendesak bagi skala nasional. Strategis sifatnya dan kemudian program yang mendesak untuk tingkat  kewilayahan atau daerah itu sendiri yang tidak bisa ditunda.

“Itulah saya kira dua program penting bila skenarionya adalah Covid-19 di tahun 2021 masih berlanjut. Mudah-mudahan Tuhan baik dengan kita dan saya yakin Tuhan baik. Tahun 2020 selesai kriss ini maka di tahun 2021 kita harus fokus pada pemulihan, terutama pemulihan ekonomi, pemulihan sektor-sektor yang dapat memajukan kesejahteraan rakyat,” tuturnya.

Kemudian yang kedua, kata Tito,  tetap melanjutkan visi misi Presiden Jokowi. Fokus  kembali pada pembanguan SDM, kesehatan dan pendidikan. Fokus juga untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur, jalan, bandara, dermaga, terminal dan lain-lain untuk konektivitas. Lalu mempercepat laju pembangunan.  Memotong regulasi-regulasi yang tidak penting yang kemudian disederhanakan.

“Kemudian kita mulai juga berpikir agar sumber daya alam kita memiliki “value added” nilai tambah dengan membuka sektor manufaktur dan juga kemajuan teknologi informasi, mengembangkan jasa modern, star up- star up yang jadi unicorn, dan lain-lain, dunia baru lapangan kerja yang perlu untuk diraih oleh pemuda-pemuda Indonesia,” tutur Tito. ***/ebn

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *