Nasi Bungkus Harian bagi Korban Covid-19

 Nasi Bungkus Harian bagi Korban Covid-19

Para petugas sedang membungkus nasi untuk dibagi-bagikan ke masyarakat terdampak Covid-19. (foto: poedji)

Jayakarta News – Sebayak 2.200 bungkus nasi disiapkan oleh dapur umum di Makodam V/Brawijaya untuk kebutuhan masyarakat sekitar yang terdampak Covid-19. Penyiapan makanan siap saji tersebut selanjutnya didistribusikan bagi warga terdampak covid-19 sebagai sajian buka puasa dan makan sahur.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah, Kamis(30/4/2020) meninjau kesiapan makanan siap saji di dapur umum yang didirikan oleh Kodam V/ Brawijaya.

Di dapur umum itu para pejabat dapat informasi kalau petugas yang diterjunkan mampu memasak sebanyak 2.200 porsi makanan dalam sehari.

“Dapur ini adalah inisiatif dari Pak Pangdam dan Pak Kapolda Jatim  serta Pemprov Jatim untuk  menyiapkan dapur umum di titik yang sangat strategis. Lalu di Surabaya Pak Kapolda juga menginisiasi dapur umum bersama Marinir dan Poltabes Surabaya  dengan format yang sama di PPI Surabaya,” kata Khofifah.

Menu makanan yang disiapkan di dapur umum ini beragam. Mulai nasi putih, olahan sayuran, olahan ikan dan juga olahan daging ayam. Makanan hasil masakan dapur umum tersebut didistribusikan pada masyarakat sekitar.

Saat ini  BPBD Provinsi Jawa Timur sudah menyiapkan lima titik dapur umum  di kota Surabaya dengan bekerja sama para pedagang kaki lima. Khofifah mendorong agar dapur umum ini diperbanyak mengingat wilayah Kota Surabaya yang begitu luas.

“Tadi di PPI saya juga menyampaikan kita bisa memaksimalkan dengan  memberdayakan UMKM yang berjualan makanan, pedagang kaki lima, yang ada di depan dapur umum, untuk bisa turut menyediakan penyiapan makanan untuk warga terdampak,” tegasnya.

Menurut Khofifah dengan menggandeng UMKM maupun pedagang kaki lima yang berjualan makanan untuk turut menyediakan makanan siap saji saat sahur dan buka puasa, akan memperluas jangkauan masyarakat yang mendapatkan akses bantuan.

“Kami yang ada di Pemprov tentu akan berseiring dengan apa yang bisa dimaksimalkan oleh Pemkot Surabaya. Jadi sama yang ada di Gresik, dan Sidoarjo, saya rasa Surabaya ini masyarakatnya lebih padat dan lebih luas dan  lebih banyak yang terdampak sehingga memang pada saat PSBB ini upaya untuk bisa saling meringankan beban masyarakat yang terdampak  membutuhkan gotong royong yang maksimal,” kata Khofifah.

Sementara itu Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Widodo Iryansyah mengatakan bahwa titik dapur umum ini memiliki kapasitas produksi hingga 2.200 porsi per harinya. “Untuk distribusinya kita bisa ada armada khusus yaitu kendaraan kecil yang bisa masuk-masuk ke gang dan menjangkau nasyarakat yang ada di pelosok kawasan. Jangkauannya untuk warga terdampak covid-19 di Surabaya Selatan, Surabaya Timur dan Surabaya Utara,” pungkas Widodo. (poedji)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *