Indahnya Etnik Tanpa Pola dan Potong

 Indahnya Etnik Tanpa Pola dan Potong
INGIN tampil beda, Anda pun harus berani menggunakan item fashion bernuansa etnik. Maka akan tercipta kesan yang tidak membosankan dan elegan. Gaya etnik Indonesia yang kini berkembang merupakan perpaduan desain modern dengan unsur tradisional.
Fashion etnik umumnya memadukan beberapa gaya. Sedangkan pengertian luas, gaya etnik berarti cara berpakaian menurut budaya tertentu. Layak kita syukuri Indonesia sangat kaya dengan beragam wastra; kain, tenun, troso, batik, lurik, dan lain sebagainya, yang dapat kita jumpai dari Sabang hingga Merauke.

Adalah Trisnowati Ilham, salah satu pemakai dan perancang pakaian bergaya etnik. Sudah sejak tahun 1998 berkutat dalam pembuatan blus, vest, celana panjang dll yang getarnya selalu beraliran etnik. ” Aku cinta produk anak bangsa dan bangga,” awal ucapannya ketika jumpa dengan jayakartanews.
Dengan merek Malbajava yang merupakan singkatan dari Michelia Alba (latin=bunga Kantil) dan Java, Wati panggilan akrab nya memilih kain tradisional utk rancangannya. Begitu cintanya dengan wastra yang digunakan, sehingga dia tidak mau memotong atau mengurangi kain ataupun selendang yang dipilih untuk desainnya.
“Bahan yang saya pilih didesain sesuai kata hati tanpa harus menambah atau mengurangi bahan tersebut,”
papar Wati yang mengaku dirinya sebagai pecinta baju etnik yang unik. Dengan imajinasinya kain pilihannya langsung disambung dengan cara disulam atau dijahit mesin. Tentu saja menambah sulaman pada rancangannya untuk menambah tekstur etnik pada karyanya. Selain menjadikan aksen indah pada kesederhanaannya.
Alasan lain tidak memotong wastra yang digunakan, agar kelak dikemudian hari pemilik rancangannya dapat memanfaatkan lagi kain tersebut hanya dengan melepas jahitan. Bermanfaat lagi untuk digunakan , bisa utk rancangan lain atau sebagai kain bawahan, selendang atau sekadar hiasan dinding atau taplak meja.
Dengan kreasi unggulannya Vest, dia membuatnya dari selembar selendang tenun ikat tanpa menggunakan pola. Tanpa memotong apalagi menjahitnya dengan mesin. Cukup dengan jahitan sulam pada bidang atau sudut yang memang harus disambung. Inilah salah satu keunikan kreasi dari seorang Wati yang mengenyam pendidikan di Trisakti.
Rancangan lainnya lebih banyak memunculkan kreasinya yang serba longgar serta mengutamakan kenyamanan bagi pemakainya. Keistimewaan lainnya semua rancangannya hanya dibuat satu, hanya untuk pemesan. Selain itu wanita yang selalu memakai rancangannya sendiri, lebih banyak memilih bahan katun untuk rancangannya. Seperti hal nya dengan busana yang digunakannya.
Ia pun mengutarakan keinginannya untuk bekerjasama dengan pemilik butik atau pembuat butik yang menjual khusus Ethnic Fashion yang exclusive, baik di Indonesia maupun di mancanegara. “Aku cinta produk Anak Bangsa. Karenanya aku sangat manghargai hasil kerja ,” ujar Wati mengakhiri obrolannya dengan jayakartanews. ***
Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *