• Latest
  • Trending
  • All
  • News
  • Business
  • Politics
  • Science
  • World
  • Lifestyle
  • Tech
Fenomena Maraknya Berita Negatif dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental

Fenomena Maraknya Berita Negatif dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental

September 18, 2025
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

Program G to G, KP2MI Berangkatkan 300 Pekerja Migran Indonesia ke Korea Selatan

October 19, 2026
Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

Polda Jabar Ungkap Sindikat Obat Keras di Bandung, Temukan Mesin yang Mampu Produksi 8 Juta Pil per-Hari

October 19, 2026
LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

LDKI JAYA Desakan Proses Hukum Dugaan Penyelundupan Pasal 18 Ayat 3 PKPU No 19 Tahun 2024

October 19, 2026
Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

Malam Spiritual di Samosir, Oscar Habeahan Ungkap Peringatan tentang Wabah dan Pesan Kebenaran

October 19, 2026
Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

Survei SMRC Simulasi Pilpres: Gibran dan AHY Kalahkan Prabowo

October 18, 2026
Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

Meluncur ke Lokasi, Kepala BNPB Kristomei Pimpin Langsung Operasi Penanganan Karhutla Sumsel

October 18, 2026
Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

Kejurnas Menembak Piala PPAD 2026: Dedi Iswanto Juara Eksekutif, PPAL 2 Raih Gelar Beregu Purnawirawan

October 18, 2026
Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

Konflik Timteng Mirip ‘Permainan Biliar’, Pergerakan Bolanya Ditentukan Trump dan Netayanhu

October 18, 2026
Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

October 18, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Tuesday, October 20, 2026
Jayakarta News
  • Home
  • News
    • All
    • Business
    • Politics
    • Science
    • World
    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    Kemenkum Sebut 95 Persen Aduan Masyarakat Berhasil Diselesaikan

    BEI Buka Data Kepemilikan Saham Perusahaan Tercatat di Atas 1 Persen

    Tiga Emiten Didenda Rp 2,1 Triliun Karena Manipulasi Pasar Saham

    BPS Catat Komoditas Sawit Masih Jadi Penopang Ekspor Pertanian

    GAPKI Catat Ekspor Produk Sawit Agustus 2026 Naik 12,56 Persen

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pemohon Desain Industri Diminta Periksa Informasi Status Permohonannya

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    Pekerja Dapat Perlindungan Tambahan di RUU Perlindungan Ketenagakerjaan

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    MK Tak Bisa Batalkan Gibran Rakabuming Raka

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Wamentan Saleh Sebut Pentingnya Penegakan Hukum Terhadap Mafia Pangan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Izin Impor Tanpa Batasan Bikin Industri Dalam Negeri Sulit Bertahan

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Gentengisasi Terus Didorong untuk Gerakan Industri Genteng

    Kementerian UMKM Targetkan Penyaluran KUR 2025 Sebesar Rp 300 Triliun

    Rasio Kewirausahaan Indonesia Ditargetkan Meningkat Hingga Delapan Persen

    Trending Tags

    • Donald Trump
    • Future of News
    • Climate Change
    • Market Stories
    • Election Results
    • Flat Earth
  • Tech
    • All
    • Gear
    • Startup

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Trending Tags

    • Flat Earth
    • Sillicon Valley
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Golden Globes
    • Future of News
  • Entertainment
    • All
    • Gaming
    • Movie
    • Music
    • Sports
    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Spoiler HASUT: Rere tak Pernah Kerasukan, Penonton Memang Dibuat Ikut Terhasut

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Mantan Trio Kwek Kwek Leony VH Jadi Hantu Tionghoa di Film Ghosting

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Terima Presiden FIFA, Presiden Prabowo: Sepak Bola Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    Trump-May special relationship gets special treatment in the streets of London

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

  • Lifestyle
    • All
    • Fashion
    • Food
    • Health
    • Travel

    Magical fish basically has the power to conjure its own Patronus

    This Filipino guy channels his inner Miss Universe by strutting in six-inch heels and speedos

    7 February games you should get excited about

    J.K. Rowling Is Shutting Down Readers Who Burned All Their Harry Potter Books

    The Scary Reason Healthy People Die After an ER Visit

    Watch Justin Timberlake’s ‘Cry Me a River’ Come to Life in Mesmerizing Dance

    Barack Obama’s Now Mainly Focusing on Wearing This Casual Backwards Hat

    Lady Gaga Pulled Off One of the Best Halftime Shows Ever

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Mr. Robot
    • MotoGP 2017
    • Climate Change
    • Flat Earth
No Result
View All Result
Jayakarta News
No Result
View All Result
Home Kolom

Fenomena Maraknya Berita Negatif dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental

by admin
September 18, 2025
in Kolom
0
Fenomena Maraknya Berita Negatif dan Dampaknya Bagi Kesehatan Mental
492
SHARES
1.4k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh : Heri Mulyono

Pernahkah Anda merasa lelah setelah membaca berita di media sosial? Atau merasa cemas berlebihan setelah melihat timeline yang dipenuhi kabar buruk tentang perang, bencana alam, kecelakaan, dan berbagai kejadian menyedihkan lainnya? Anda tidak sendirian. Fenomena maraknya berita negatif di era digital ini bukan hanya mengubah cara kita mengonsumsi informasi, tetapi juga berdampak signifikan terhadap kesehatan mental masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, media massa – baik tradisional maupun digital – tampak semakin didominasi oleh berita-berita yang suram. Mulai dari konflik politik, demonstrasi yang berujung kerusuhan, bencana alam yang semakin sering terjadi, hingga berbagai bentuk kekerasan sosial. Mengapa hal ini terjadi? Dan bagaimana dampaknya terhadap psikologis kita?

Mengapa Otak Kita “Ketagihan” Berita Buruk?

Secara biologis, manusia memiliki kecenderungan alami untuk lebih memperhatikan hal-hal negatif daripada positif. Fenomena ini disebut *negativity bias* – yaitu kecenderungan otak untuk memberikan bobot yang lebih besar pada informasi negatif. Dalam bahasa sederhana, otak kita “terprogram” untuk lebih waspada terhadap ancaman demi kelangsungan hidup.

Dr. Roy Baumeister, psikolog dari Florida State University, menjelaskan bahwa satu kejadian buruk memiliki dampak psikologis yang lima kali lebih besar dibandingkan satu kejadian baik. Inilah mengapa kita cenderung lebih mengingat kritik daripada pujian, atau lebih terfokus pada satu komentar negatif di antara puluhan komentar positif.

Dalam konteks modern, amygdala – bagian otak yang memproses emosi – memberikan respons lebih intens terhadap berita yang dianggap “mengancam”. Ketika kita membaca tentang kecelakaan, kejahatan, atau bencana, amygdala langsung “menyalakan alarm” dan membuat kita lebih fokus pada informasi tersebut.

Industri Media: Bisnis yang Dibangun dari Perhatian

Dari perspektif jurnalistik, ada pepatah lama yang mengatakan “if it bleeds, it leads” – jika ada darah (kekerasan), itu yang jadi berita utama. Prinsip ini bukan tanpa alasan. Media menyadari bahwa berita negatif cenderung menarik lebih banyak perhatian dan engagement dari audiens.

Namun, transformasi industri media dalam era digital telah memperkuat fenomena ini secara dramatis. Media tradisional yang dulu mengandalkan langganan koran atau majalah, kini harus bersaing dalam attention economy – ekonomi yang berbasis perhatian. Pendapatan media kini sangat bergantung pada jumlah klik, waktu baca, dan interaksi di media sosial.

Perubahan Model Bisnis Media:

– Era analog: Pendapatan dari langganan dan iklan cetak

– Era digital: Pendapatan dari iklan online yang bergantung pada traffic

– Era media sosial: Pendapatan dari engagement metrics (likes, shares, comments)

Perubahan ini menciptakan insentif baru. Editor dan jurnalis kini memiliki akses real-time terhadap data tentang artikel mana yang paling banyak dibaca, dibagikan, atau dikomentari. Hasilnya? Berita yang memicu reaksi emosional kuat – biasanya berita negatif – mendapat prioritas lebih tinggi.

Algoritma: Mesin Penguat Berita Negatif

Platform media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan TikTok menggunakan algoritma – sistem perhitungan otomatis – untuk menentukan konten mana yang muncul di timeline pengguna. Algoritma ini dirancang dengan satu tujuan utama: memaksimalkan waktu yang dihabiskan pengguna di platform (engagement time).

Cara Kerja Algoritma Media Sosial:

1. Menganalisis perilaku: Sistem mencatat konten mana yang paling lama Anda baca, like, comment, atau share

2. Memprediksi preferensi: Berdasarkan data tersebut, algoritma “menebak” konten serupa yang mungkin Anda sukai

3. Menampilkan konten serupa: Timeline Anda dipenuhi konten yang mirip dengan yang sebelumnya menarik perhatian Anda

Masalahnya, algoritma tidak bisa membedakan antara “perhatian positif” dan “perhatian negatif”. Ketika Anda mengklik berita tentang kecelakaan karena khawatir atau penasaran, sistem menganggap Anda “tertarik” pada konten sejenis. Akibatnya, timeline Anda semakin dipenuhi berita-berita serupa.

Fenomena ini menciptakan filter bubble – gelembung filter yang membuat Anda hanya melihat jenis informasi tertentu saja. Jika Anda sering berinteraksi dengan berita negatif, algoritma akan terus menyajikan konten serupa, menciptakan ilusi bahwa dunia memang dipenuhi hal-hal buruk.

Doomscrolling: Kebiasaan Berbahaya di Era Digital

Doomscrolling adalah istilah yang menggambarkan perilaku terus-menerus mengonsumsi berita negatif di media sosial, meski hal tersebut membuat kita merasa buruk. Istilah ini terdiri dari kata “doom” (malapetaka) dan “scrolling” (menggulung layar).

Ciri-ciri Doomscrolling:

– Sulit berhenti membaca berita buruk meski sudah merasa cemas

– Menghabiskan berjam-jam untuk “mengikuti perkembangan” suatu kejadian

– Merasa perlu tahu semua detail tentang bencana atau tragedi

– Terus refresh halaman media sosial mencari update terbaru

Dr. Larry Rosen, profesor emeritus psikologi, menjelaskan bahwa doomscrolling memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol. Dalam jangka pendek, ini membuat kita merasa “terinformasi”. Namun dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan kecemasan kronis, depresi, dan gangguan tidur.

Anatomi Berita Viral: Mengapa Bad News Travels Fast?

Penelitian di bidang psikologi sosial menunjukkan bahwa berita negatif menyebar 6 kali lebih cepat daripada berita positif. Fenomena ini dijelaskan oleh beberapa faktor psikologis:

1. Social Proof (Bukti Sosial)

Ketika kita melihat banyak orang membagikan suatu berita, kita cenderung menganggap informasi tersebut penting dan layak disebarluaskan. Ini menciptakan efek snowball – semakin banyak yang share, semakin viral berita tersebut.

2. Emotional Arousal (Gairah Emosional)

Berita yang memicu emosi kuat – marah, sedih, takut – lebih mungkin dibagikan. Hal ini karena berbagi berita adalah cara kita mengekspresikan perasaan dan mencari validasi dari orang lain.

3. Negativity Dominance

Informasi negatif dinilai lebih “kredibel” dan “penting” dibandingkan informasi positif. Otak kita menginterpretasikan berita buruk sebagai “informasi survival” yang perlu disebarkan untuk melindungi komunitas.

Dampak Terhadap Kesehatan Mental

Paparan berlebihan terhadap berita negatif dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan mental:

1. Anxiety Disorder (Gangguan Kecemasan)

Konsumsi berita negatif secara berlebihan dapat memicu generalized anxiety disorder – kondisi di mana seseorang merasa cemas berlebihan terhadap berbagai aspek kehidupan, meski tidak ada ancaman langsung.

2. Mean World Syndrome

Istilah yang diciptakan peneliti komunikasi George Gerbner ini menggambarkan kondisi di mana seseorang mengembangkan pandangan yang berlebihan pesimistis tentang dunia. Orang yang mengalami sindrom ini cenderung:

– Melebih-lebihkan tingkat kejahatan dan kekerasan

– Merasa dunia semakin berbahaya

– Kehilangan kepercayaan terhadap orang lain dan institusi

3. Learned Helplessness (Ketidakberdayaan yang Dipelajari)

Konsep yang dikembangkan psikolog Martin Seligman ini menjelaskan kondisi di mana seseorang merasa tidak mampu mengubah situasi buruk, meski sebenarnya ada yang bisa dilakukan. Ketika terus-menerus terpapar berita tentang masalah besar (perang, perubahan iklim, kemiskinan) yang berada di luar kendali pribadi, seseorang bisa mengembangkan perasaan putus asa yang meluas ke aspek lain dalam hidup.

4. Compassion Fatigue (Kelelahan Empati)

Paparan berlebihan terhadap penderitaan orang lain melalui media dapat menyebabkan compassion fatigue – kondisi dimana seseorang menjadi tidak lagi mampu merasakan empati atau simpati terhadap korban tragedi. Ini adalah mekanisme pertahanan psikologis, namun dapat mengurangi kepedulian sosial.

Trend Berita Viral: Pola yang Dapat Diprediksi

Analisis terhadap berita viral menunjukkan beberapa pola yang konsisten:

Karakteristik Berita yang Mudah Viral:

– Proximity: Kejadian yang dekat secara geografis atau emosional

– Prominence: Melibatkan tokoh terkenal atau institusi penting 

– Timeliness: Informasi terbaru atau “breaking news”

– Impact: Mempengaruhi banyak orang

– Conflict: Mengandung pertentangan atau kontroversi

– Human Interest: Menyentuh sisi kemanusiaan

Berita negatif umumnya memenuhi sebagian besar kriteria di atas. Kecelakaan pesawat, misalnya, memiliki impact (mempengaruhi banyak orang), timeliness (informasi terbaru), dan human interest (tragedi manusia). Sebaliknya, berita tentang penurunan angka kemiskinan mungkin hanya memiliki impact, tanpa urgency atau drama yang menarik perhatian.

Strategi Mengelola Konsumsi Berita untuk Kesehatan Mental

Menghadapi fenomena ini, kita perlu mengembangkan strategi sehat dalam mengonsumsi berita:

1. News Diet (Diet Berita)

– Tetapkan waktu khusus untuk membaca berita (misalnya 30 menit per hari)

– Hindari cek berita sebelum tidur atau segera setelah bangun

– Unfollow atau mute akun yang terlalu sering posting berita negatif

2. Diversifikasi Sumber

– Baca dari berbagai sumber dengan perspektif berbeda

– Cari media yang juga menyajikan constructive journalism – jurnalisme yang tidak hanya melaporkan masalah, tetapi juga solusi

– Follow akun yang membagikan positive news atau pencapaian manusia

3. Fact-Checking dan Verifikasi

– Periksa kebenaran informasi sebelum membagikan

– Gunakan situs fact-checking seperti TurnBackHoax atau Cek Fakta

– Waspadai clickbait – judul yang sengaja dibuat sensasional untuk menarik klik

4. Mindful Media Consumption

– Sadari perasaan Anda saat membaca berita

– Jika merasa cemas atau stress, berhenti sejenak

– Praktek digital detox secara berkala

Peran Industri Media dalam Menciptakan Perubahan

Industri media juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan ekosistem informasi yang lebih sehat:

1. Solutions Journalism

Model jurnalisme yang tidak hanya melaporkan masalah, tetapi juga mengeksplorasi upaya-upaya penyelesaian yang sedang atau telah dilakukan.

2. Transparansi Algoritma

Platform media sosial perlu lebih transparan tentang cara kerja algoritma mereka dan memberikan kontrol lebih besar kepada pengguna untuk mengkustomisasi timeline.

3. Fact-Based Reporting

Kembali memprioritaskan akurasi dan konteks dibandingkan kecepatan publikasi dan sensasionalisme.

Membangun Literasi Media di Era Digital

Literasi media – kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan media – menjadi keterampilan penting di abad 21. Hal ini meliputi:

Kemampuan Teknis:

– Memahami cara kerja algoritma media sosial

– Mengenali karakteristik informasi yang dapat dipercaya

– Menggunakan tools verifikasi fakta

Kemampuan Kritis:

– Mempertanyakan motivasi di balik suatu berita

– Memahami bias dalam penyajian informasi 

– Mengenali manipulasi emosional dalam konten

Kemampuan Etis:

– Mempertimbangkan dampak sebelum membagikan informasi

– Menghargai privasi dan dignity korban dalam berita

– Berkontribusi pada diskusi publik yang konstruktif

Dampak Jangka Panjang dan Solusi Sistemik

Fenomena dominasi berita negatif memiliki implikasi jangka panjang yang serius:

Dampak Sosial:

– Menurunnya kepercayaan publik terhadap institusi

– Meningkatnya polarisasi dan konflik sosial

– Berkurangnya partisipasi dalam kegiatan komunitas

Dampak Politik:

– Munculnya politics of fear – politik yang berbasis ketakutan

– Menurunnya dukungan terhadap kebijakan jangka panjang

– Meningkatnya dukungan terhadap solusi populis yang tidak berkelanjutan

Solusi yang Diperlukan:

1. Regulasi yang seimbang: Kebijakan yang melindungi konsumen tanpa melanggar kebebasan pers

2. Edukasi publik: Program literasi media yang komprehensif

3. Inovasi teknologi: Pengembangan algoritma yang memprioritaskan well-being pengguna

4. Kemitraan lintas sektor: Kolaborasi antara media, teknologi, akademisi, dan pemerintah

Kesimpulan: Mencari Keseimbangan dalam Era Informasi

Fenomena maraknya berita negatif bukanlah hasil dari konspirasi atau agenda tersembunyi, melainkan konsekuensi kompleks dari biologi manusia, struktur ekonomi media, dan teknologi digital. Memahami mekanisme di balik fenomena ini adalah langkah pertama untuk mengelola dampaknya terhadap kesehatan mental.

Tantangan ke depan adalah menciptakan ekosistem informasi yang tidak hanya informatif dan engaging, tetapi juga mendukung kesejahteraan psikologis masyarakat. Hal ini memerlukan usaha bersama dari berbagai pihak: industri media perlu mengembangkan model bisnis yang lebih bertanggung jawab, platform teknologi perlu merancang algoritma yang lebih humanis, dan masyarakat perlu mengembangkan literasi media yang memadai.

Yang terpenting, kita perlu mengingat bahwa meski dunia memang menghadapi berbagai tantangan serius, statistik menunjukkan bahwa kehidupan manusia secara umum terus membaik. Tingkat kemiskinan global menurun, angka harapan hidup meningkat, dan berbagai penyakit telah berhasil diberantas. Berita-berita positif ini mungkin tidak viral di media sosial, tetapi mereka adalah bagian penting dari gambaran lengkap tentang kondisi dunia.

Dalam era di mana informasi telah menjadi komoditas, kita perlu kembali mengingat bahwa tujuan sejati dari jurnalisme adalah melayani kepentingan publik dan membantu masyarakat membuat keputusan yang tepat. Hanya dengan kesadaran kolektif dan tindakan yang terkoordinasi, kita dapat menciptakan ruang informasi yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga berkontribusi pada kesehatan mental dan kemajuan peradaban manusia. (*)

Tags: berita negatifdampak berita negatif bagi kesehatan mentalmaraknya berita negatif
Share197Tweet123
admin

admin

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

Kisah Prof Yuddy Chrisnandi, Ditonjok dan Diusir

April 22, 2018
Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

Ken Dedes dan Vagina yang Bersinar

June 22, 2018
Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

Asia Trans, Transportasi Online Baru Milik Putra Bangsa

January 30, 2019
Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

Aufa, Bangga Ditonton Bima Arya

19
SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

SCTV 30 Tahun Dimeriahkan 30 Bintang 30 Pemirsa dan 30 Kejutan Bayi

11
Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

Pesona Tersembunyi, Curug Leuwi Hejo

8
Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

Kepala BNPB dan Kasad Tinjau Langsung Karhutla di Pulang Pisau Kalteng

October 20, 2026
Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

Evaluasi Dua Tahun Prabowo – Gibran

October 20, 2026
Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

Wali Kota Malang Ingkar Janji: Pohon yang Dijanjikan, Billboard yang Tumbuh

October 20, 2026
Jayakarta News

Copyright © 2026 Jayakarta News

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Politics
    • Business
    • World
    • Science
  • Entertainment
    • Gaming
    • Music
    • Movie
    • Sports
  • Tech
    • Apps
    • Gear
    • Mobile
    • Startup
  • Lifestyle
    • Food
    • Fashion
    • Health
    • Travel

Copyright © 2026 Jayakarta News

Go to mobile version