Global
Fakta Kembang Api, Ditemukan Secara Tidak Sengaja, Digunakan untuk Menakuti Arwah Jahat
JAYAKARTA NEWS – Di banyak tempat dan negara, malam pergantian tahun selalu dihiasi dengan pesta kembang api.
Beberapa kota besar dunia bahkan berlomba hadirkan pesta kembang api paling spektakuler di pergantian tahun.
Tetapi tidak banyak yang tahu kalau kembang api berasal dari Tiongkok dan diciptakan tahun 200 SM.
Berikut fakta menarik lain tentang kembang api yang pestanya selalu dinantikan di malam pergantian tahun.
1. Berawal dari potongan bambu
Kembang api pertama kali digunakan orang Tiongkok paling tidak sejak 200 Sebelum Masehi.
Konon penemuan ini secara tidak sengaja.
Awalnya orang Tiongkok berusaha menulis di batang bambu dan mengeringkan tintanya dengan batu bara.
Ketika didiamkan terlalu lama, batang bambu mengembang dan pecah.
Bunyi yang ditimbulkan sangat keras.
Ilmuan pada masa itu memperhatikan efek bunyi yang kencang itu bisa menakutkan orang.
Dari situlah munculnya kembang api yang sengaja dibuat untuk menakut-nakuti arwah jahat.
2. Digunakan sebagai senjata
Percikan kembang api bisa berwarna-warni pun awalnya pun tidak disengaja.
Antara tahun 600-900 M, ahli kimia Tiongkok mencampurkan potassium nitrate, sulfur, dan batubara.
Reaksinya menghasilkan semburan api.
Mereka kemudian melakukan eksperimen dengan memasukkan campuran ini dalam batang bambu.
Awalnya semburan ini ditujukan pada musuh dan sering jadi pertanda diawalinya sebuah perang.
Seiring perkembanga, batang bambu yang diberi serbuk kimia ini digunakan untuk memeriahkan pesta.
Batang bambu diisi bubuk kimia dan dilontarkan ke udara. Hasilnya kembang api yang dikenal sekarang.
3. Italia yang menciptakan kembang api berwarna
Konsep warna kembang api di Tiongkok kemudian disempurnakan orang Italia.
Tahun 1830, seorang ahli piroteknik (ahli bahan peledak) melakukan eksperimen.
Ia membuat cangkang yang berisi zat kimia yang mampu mengeluarkan bermacam-macam warna dan ledakan besar.
Dari sinilah munculnya kembang api berwarna-warni.
Saat ini kembang api modern mengikuti konsep dasar dari ahli piroteknik Italia.
Semua kembang api sebelum dilontarkan diletakkan dalam cangkang atau roket kecil.
4. Hasil campuran bahan kimia
Bahan dasar kembang api adalah bahan-bahan kimia yang harus dijaga dengan baik.
Warna yang muncul di kembang api hasil campuran berbagai zat kimia yang sengaja dibakar dalam panas tertentu.
Campuran strontium dan lithium menghasilkan warna merah gelap.
Cooper menghasilkan warna biru, titanium dan magnesium menghasilkan warna perak dan putih.
Sementara calcium menghasilkan warna orange.
Karena kandungan kimia pada setiap kembang api, banyak pecinta lingkungan tidak suka.
Ketika kembang api dinyalakan, sejumlah zat kimia beracun terlepas di udara dan menciptakan polusi udara.
Polusinya bisa berbahaya untuk manusia. Seperti, Barium Nitrate menyebabkan masalah paru-paru.
Sedangkan oxidiazer potassium perchlorate diyakini bisa menyebabkan masalah thyroid.***/mel
