Dulu “Nyeker”, Sekarang Berdandan

 Dulu “Nyeker”, Sekarang Berdandan

KEGIATAN Purwigati, Pembina Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Nusa Indah, di Pulau Pasaran, Teluk Betung, Lampung tidak hanya berhenti dalam hal mendidik anak-anak. Para ibu yang biasa berpakaian serampangan, juga menjadi perhatiannya. Sebagai contoh, orang tua ketika mengambil rapor anak, tak jarang nyeker, alias tanpa alas kaki.

Perlahan, Purwigati menyentuh soal penampilan, dengan cara mendatangkan ahlinya. Sejak itu, perlahan para ibu mulai sadar busana. Mereka sudah bisa membedakan, mana pakaian untuk keseharian, dan mana pakaian yang harus dikenakan saat acara resmi. “Bukan itu saja, sekarang mereka juga sudah pandai berdandan,” kata Purwigati pula.

Fase beriktunya, PKBM pun dijadikan motor penggerak di sana. Itu terjadi tahun 2010, saat Purwigati secara resmi mendirikan PKBM Nusa Indah. Dan sejak itu pula, ia mulai serius menekuni sektor pendidikan nor formal. Kegiatan PKBM di Nusa Indah sekarang bahkan sudah menyebar. Di banyak sudut sudah berdiri pos-pos belajar dan rumah baca.

Setelah masyarakat sadar tentang pentingnya pendidikan, ia merambah hal lain, yakni soal motivasi dan wawasan. Tidak jarang Purwigati mengajak anak-anak dan orang tua ke Bandar Lampung. Tujuannya agar wawasan mereka lebih terbuka. Pasalnya, sebelumnya masyarakat di pulau itu jarang bepergian. Mereka tidak pernah mengenal dunia luar. “Pernah kami mengajak masyarakat Pulau Pasaran naik kereta dari kota Bandar Lampung,” ujar  Purwigati.

Berikutnya, Purwigati menyentuh sektor keterampilan. Mereka dididik membuat kerajinan dari bahan yang tak terpakai, seperti cara membuat tas dari plastik bungkus kopi. Juga diajarkan cara membuat tempat tisu dari bungkus rokok, dan lain sebagainya. Kerajinan yang mereka buat, kemudian dijual, dan mendatangkan penghasilan tambahan. Selain itu juga diajarkan cara membuat produk makanan dari hasil laut. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *