Dari Humba ke Santiago: Rahasia Setiap Kota

 Dari Humba ke Santiago: Rahasia Setiap Kota

JAYAKARTA NEWS – Setiap kota menyimpan rahasianya masing-masing. Ada kisah asmara, misteri, budaya maupun pergulatan hidup, termasuk di dalamnya dunia remang-remang.

Buku kumpulan cerpen DARI HUMBA KE SANTIAGO merupakan hasil kelas menulis cerpen selama sepuluh minggu yang dihelat Akademi Menulis Padmedia. Kelas menulis daring angkatan ke-4 ini  dimulai sejak Februari 2021, dan hasil tugas akhirnya berupa buku akan diluncurkan pada 7 November 2021 melalui daring.  Link sebagai berikut:

ZOOM : https://bit.ly/ZoomHumbaSantiago

Meeting ID: 840 8289 3380

Passcode: 697785

Youtube Padmedia : https://bit.ly/YTHumbaSantiago

Perjuangan Sembilan Bulan:

Buku ini merupakan perjuangan panjang para peserta kelas menulis angkatan ke-4. Dengan tema “Kota dan Peristiwa” yang ditentukan oleh Damhuri Muhammad sebagai mentor utama, para peserta tidak boleh membuat cerita yang seragam, stereotype, atau klise. Hambatan pertama ini saja sudah tidak mudah. Perjuangan selanjutnya, para penulis harus melalui pembantaian naskah berbulan-bulan, baik oleh sesama peserta kelas maupun oleh kepala sekolah—Wina Bojonegoro—dan juga mentor, Damhuri Muhammad. Beberapa naskah bahkan harus berubah ending atau sudut pandang setelah naskah dibedah. Boleh dibilang, angkatan ke-4 ini adalah angkatan terlama dalam proses pematangan naskah, dimulai Februari 2021 hingga peluncuran bukunya di 7 November 2021.

Berdarah-darah:

Dalam perjalanan kelas selama 10 minggu, peserta tidak hanya diberikan teori menulis, tetapi juga praktik berupa tugas membuat tulisan singkat sesuai topik pelajaran. Ada pula tugas membuat ulasan karya-karya para guru mereka untuk meningkatkan pemahaman terhadap karya fiksi. Secara global ada 20 tugas yang harus dilakukan siswa sebelum mereka membuat tulisan secara utuh.

Dari 23 peserta kelas angkatan ke-4 akhirnya hanya tersisa 18 orang yang menyelesaikan tugas akhir, yaitu sebuah cerita pendek utuh—lolos pembantaian naskah—dan dibukukan. Namun, kemudian ada dua mentor yang bergabung menulis dengan tema yang sama yaitu Mashdar Zainal dan Wina Bojonegoro, serta wali kelas, Windy Effendy. Satu orang peserta menulis dua cerpen yaitu Yulfarida Arini. Sehingga secara total ada 22 cerpen dalam buku ini (daftar terlampir).

Murid berbagai negara:

Menariknya, kelas ini diikuti peserta dari berbagai negara, bukan hanya peserta dari kota-kota seluruh Indonesia. Ada peserta yang saat ini sedang bertugas sebagai TKW di Hongkong, peserta yang sedang bekerja di Singapore dan seorang yang bermukim di Turki. Kondisi peserta yang tersebar di beberapa negara dan kota ini tidak menjadi masalah sebab pelaksanaan kelas sepenuhnya daring, baik pembelajaran maupun pelaksanaan tugas-tugas, diskusi melalui WAG bahkan peluncuran bukunya pun daring. Memanfaatkan teknologi menjadi sebuah peluang bagi kelas menulis saat ini.

Guru-guru Sastrawan Nasional:

Beberapa mentor yang terlibat dalam kelas ini adalah tokoh-tokoh sastra nasional, mereka antara lain: Damhuri Muhammad, Mashdar Zainal, Vika Wisnu, Kurnia Effendi, Dewi Kharisma Michellia, Sunlie Thomas Alexander, dan Wina Bojonegoro.

“Kehidupan kota mengandung banyak persoalan yang menarik untuk diceritakan. Ada masalah kemiskinan, kesenjangan, gaya hidup dan konflik-konflik lain. Keterkaitan antara subjek yang bercerita dengan kota tempat dia bermukim, selama ini kurang mendapatkan perhatian,” ungkap Damhuri Muhammad, cerpenis nasional yang menjadi penggagas tema buku ini saat acara gladi peluncuran buku yang dikemas dengan menarik, penuh film karya para murid.

Darah Segar Dunia Sastra:

Wina Bojonegoro selaku penggagas Akademi Menulis Padmedia, awalnya membuka kelas adalah sebagai pembunuh waktu saat ‘Di Rumah Saja’ selama pandemi. Itu pun dilakukan secara gratis pada angkatan pertama. Namun, melihat animo peserta yang tak terbendung akhirnya angkatan kedua dan seterusnya berbayar, tetapi sangat terjangkau, dengan melibatkan banyak penulis fiksi Indonesia sebgai mentor, yang berganti-ganti setiap angkatan. Dari kelas menulis yang saat ini telah memasuki angkatan ke-6, Wina berharap sekolah ini menjadi harapan dan sekaligus tempat persemaian bibit baru sastra Indonesia. Karena itulah, dalam menulis di kelas ini dilarang mengikuti arus, mencari topik pasaran, atau meniru karya-karya laris yang mutunya kurang bisa dipertanggungjawabkan.

Buku antologi cerpen Dari Humba Ke Santiago, berisi 22 cerpen yang semuanya menggunakan suatu kota sebagai titik fokus cerita. Buku ini menjadi  lebih unik dan menarik oleh warna yang dilandasi profesi para penulisnya, antara lain: pekerja migran, pengusaha, dokter, ibu rumah tangga, guru, dosen, seniman tari, dan mantan jurnalis. 

Wina Bojonegoro selaku pendiri sekaligus kepala sekolah di Akademi Menulis Padmedia mengungkapkan, hingga saat ini akademi tersebut telah melahirkan empat buku kumpulan cerpen dari empat kelas yang telah diselenggarakan. “Saat ini juga sedang berlangsung proses pembuatan antologi kelima dari kelas menulis batch ke-5. Sambil berproses buku kelima, saat ini juga sedang berlangsung kelas angkatan ke-6. Juga segera mulai kelas menulis novel angkatan pertama,” ujar penulis peraih Anugerah Sabda Budaya Sastra dari Universitas Brawijaya, 2018 tersebut. (PR)

  DAFTAR PENULIS BUKU 
 
DARI HUMBA KE SANTIAGO 
NONAMADOMISILIKARYA
    
1ADEK ARIANY P.SIDOARJOZEIN
2AGUS PRIBADIPURBALINGGADAVOS
3AGUSTIN KRISNABATUGELUMAT OSAKA
4AULIA GERIMISPASURUANGIMBAL
5ARI PANDAN WANGIKARAWANGBULAN SAPASI
6DINA AMALIA SUSAMTOJAKARTAMYA AYE
7ENDANG P. UBANDEPOKHUMBA
8FIE ZBALIKPAPANSANG WARIS GUNUNG PAMATON
9HAFIIDATURRAHMAHPURBALINGGACANDRAMAYA
10I.F PIPIETBEKASIJANGAN TERIMA TAMU MALAM INI
11JOYCE IMELDAKENDARIPOHON BAPA PATRIK
12LENY MILLATURKIERDINE, BEN GELDIM
13MADE D. ADNJANISEMARANGNAR
14MASHDAR ZAINALMALANGGAMBIR
15MONIQUE ADITYASINGAPORECANGKLONG
16RIE BLORAHONGKONGTIKAM JEJAK CAUSEWAY BAY
17SYLVIA TANUMIHARDJABANDUNGSANTIAGO, PESONAMU MEMBIUSKU
18WINA BOJONEGOROPASURUANRHAPSODY KOKOON
19WINDY EFFENDYSURABAYASATU MALAM DI HANEDA
20WS ARIANTISIDOARJOGADIS AKUARIUM
21YULFARIDA ARINIBEKASIAGUS KAKUS
22YULFARIDA ARINIBEKASIREUNI

admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *