‘Damai Dalam Kardus’ Raih Juara Eagle Award 2018

 ‘Damai Dalam Kardus’ Raih Juara Eagle Award 2018

pemenang ajang Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2018

Para pemenang ajang Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2018

Tiga dari lima film dokumenter terpilih menjadi pemenang ajang Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2018. Juara pertama diberikan pada film ‘Damai dalam Kardus’.

Film garapan Andi Ilmi Utami dan Sulaeman Nur menceritakan kehidupan salah satu warga Poso bernama Gunawan. Kerusuhan agama di Poso pada satu dekade lalu telah menghancurkan seluruh yang dimiliki Gunawan.

Bukan saja kotanya yang hancur, tapi juga menghancurkan keluarganya. Sementara juara dua diraih film ‘Menabur Benih di Lumpur Asmat’ besutan Yosep Levi dan Bernad Konten.

Film ‘Menabur Benih di Lumpur Asmat’ bercerita tentang perjuangan guru SD Yufri di Asmat untuk memenuhi kebutuhan gizi siswanya. Dia berusaha mengatasi masalah gizi swasembada pangan secara mendiri di lahan yang didominasi dengan lumpur.

Sedangkan juara terakhir jatuh pada film ‘Pusenai Last Dayak Basap’. Film karya Fajaria Menur Widowati ini berkisah tentang seorang nenek suku Dayak Basap yang tinggal di Desa Teluk Sumbang, salah satu desa terluar di Kalimantan Timur. Ia berusaha beradaptasi dengan modernisasi pascarelokasi dari hutan ke pemukiman.

Dampak dari perubahan lingkungan menyebabkan ia harus mencari rotan hingga puluhan kilometer. Bahkan, warga setempat terancam kehilangan mata pencahariannya lantaran hutan akan diubah menjadi perkebunan sawit.

Tiga film ini telah melalui tahap seleksi dari 187 peserta. Ketiga film itu telah dipilih oleh sineas ternama seperti Garin Nugroho, Nia Dinata, dan sineas dari India Supriyo Sen.

Juara satu mendapatkan hadiah sebesar Rp100 juta, juara kedua Rp60 juta, dan juara ketiga Rp40 juta. Mereka juga akan mendapatkan kamera Panasonic dan beasiswa S2 dari Kemendikbud.

Presiden Direktur Metro TV Suryopratomo berharap ajang EADC 2018 dapat meningkatkan kesadaran bahwa Indonesia harus jadi negara yang hebat. Pasalnya, Indonesia harus terus berproses untuk menjadi Indonesia.

“Jadi sesuai dengan tema kita Menjadi Indonesia, untuk menjadi Indonesia itu pilihan berat dan butuh proses,” tutur dia.

Dia berharap film-film dokumenter itu bisa menjaga keutuhan NKRI dengan cara berbeda.

Seluruh film ini akan ditayangkan di Metro TV setiap hari mulai tanggal 12 November hingga 16 November 2018 pukul 21.30 WIB sampai 22.00 WIB. (pik)

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *