Counselove, Anti Cerai

 Counselove, Anti Cerai

MARAKNYA kasus perceraian yang terjadi di Indonesia menggugah Tim peneliti Binus University yang tergabung dari beberapa disiplin ilmu, mengembangkan aplikasi untuk meningkatkan kepuasan pernikahan pasangan muda yang diberi nama Counselove.

Aplikasi berbasis Android yang diluncurkan baru-baru ini, diteliti dan dikembangkan oleh Dr. Widodo Budiharto, S.Si., M.Kom., Lecturer Specialist S3 – Computer Science, Pingkan C.B. Rumondor, M.Psi., Faculty Member Psikologi, dan Meiliana, S.Kom., M.Sc, Concentration Content Coordinator – Software Engineering, yang kesemuanya dari  Binus University.

Akademisi Binus pencipta aplikasi Councelove

Secara umum, aplikasi melakukan analisa terhadap kondisi kepuasan pernikahan saat ini, serta menyarankan aktivitas harian yang dapat mendukung kualitas hubungan dengan pasangan. Berbagai fitur yang ada dalam aplikasi dikembangkan dengan berbentukan kecerdasan buatan dalam mengolah data dan memberikan saran, yang didasari oleh beberapa penelitian di bidang Psikologi.

Penelitian ini menggandeng peneliti di bidang Psikologi, Pingkan C.B. Rumondor yang dikenal masyarakat sebagai akademisi di bidang hubungan romantis dan pernikahan, sehingga karakter hasil penelitian ini kental dengan Ilmu Psikologi dan Ilmu Komputer. “Saat ini banyak sekali kasus gugatan perceraian yang berakhir dengan perceraian, hal ini umumnya disebabkan oleh komunikasi yang kurang intens antar pasangan,” jelas Dr. Widodo Budiharto, S.Si.

Berdasarkan data Direktorat Jendral Badan Pengadilan Agama Mahkamah Agung (Ditjen Badilag MA) pada tahun 2010, ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian ke Pengadilan Agama se-Indonesia. “Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan dikarenakan pada era modern saat ini, masyarakat cenderung memanfaatkan gadget dalam aktivitas kesehariannya,” jelas Widodo.

Riset untuk mengembangkan aplikasi ini didanai oleh hibah Kompetensi Nasional Ristekdikti 2015-2016 Republik Indonesia selama dua tahun. “Aplikasi ini membantu masyarakat luas dan tidak komersil,” tambah Widodo Budiharto yang menangani dari sisi computer science-nya. Apikasi ini dapat diunduh secara gratis di Google Play Store. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *