‘Sing Karaoke Smule’, Bernyanyilah

APAKAH berlebihan kalau ada yang mengatakan, “sing karaoke smule” bakal menggusur Inul Vista, Diva, dan usaha-usaha karaoke lain? Faktanya, gairah berkaraoke kini bangkit lagi. Bukan di tempat karaoke berbayar, tetapi cukup lewat handphone.

Begitulah fenomena karaoke smule merajalela dewasa ini. Dulu, untuk berkaraoke pilihannya ada dua. Pertama, pergi ke tempat karaoke yang menyediakan hall dan kamar-kamar privat, tinggal pilih sesuai isi dompet. Pilihan kedua, beli stereo set atau sound system dan perlengkapan karaoke, dan berkaraokean di rumah.

Era digital bung… kata teman. Maka sekarang menyanyi pun cukup memakai HP yang sudah berbasis android. Sebelumnya, harus mendunduh aplikasi “sing karaoke smule”, sebuah aplikasi karya Smule tahn 2012, dan diedarkan di app store.

Nah, setelah aplikasi selesai di-download, pilihlah lagu-lagu yang sesuai selera. Di sana ada ratusan atau bahkan ribuan lagu aneka genre. Ada dangdut, pop, rock, reggae, country, sampai campursari.

Seperti pengakuan lelaki bernama Surya asal Ponorogo, Jawa Timur. Dia bilang, untuk menghilangkan penat sekaligus menyalurkan hobi bernyanyi, dia memilih smule. Di samping faktor biaya dan waktu, berkaraoke melalui smule lebih irit dan juga pilihan lagu-lagunya lebih banyak. “Sejak ada smule, bos saya juga jadi jarang ngajak saya ke tempat karaoke. Mungkin dia juga nyanyi di smule sekarang… ha… ha… ha…,” ujar Surya.

Beda lagi yang dilakukan Kang Uzan. Lelaki asal Karawang ini, di saat pikirannya lagi butek disesaki pekerjaan sebagai layouter, dia langsung mencari ruang sepi, seperti ruang rapat atau ruang kantin yang sudah tutup. Nah, di sana, ia menyalakan aplikasi smule dan bernyanyi-nyanyi sendiri. “Setelah itu, pikiran jadi fresh, jadi lanjut kerja pun oke,” kata Uzan.

Siapa nyana, smule ternyata juga bisa membuka peluang seseorang yang bukan siapa-siapa mendadak jadi ngetop. Di Indonesia, misalnya ada Alicked dan Citra Utama. Di Malaysia ada Baby Shima dan Khai Bahar. Dan masih banyak lagi contoh yang lain.

Nah, jika Anda merasa bersuara emas, silakan maksimalkan aplikasi smule. Bernyanyilah, siapa tahu bisa ngetop. Bagi yang suaranya kualitas ‘perak’ atau ‘perunggu’, smule bisa juga dipakai untuk ajang berlatih. Nah, bagi yang suaranya fals, lebih baik tidak mendownload smule…. ***

Counselove, Anti Cerai

MARAKNYA kasus perceraian yang terjadi di Indonesia menggugah Tim peneliti Binus University yang tergabung dari beberapa disiplin ilmu, mengembangkan aplikasi untuk meningkatkan kepuasan pernikahan pasangan muda yang diberi nama Counselove.

Aplikasi berbasis Android yang diluncurkan baru-baru ini, diteliti dan dikembangkan oleh Dr. Widodo Budiharto, S.Si., M.Kom., Lecturer Specialist S3 – Computer Science, Pingkan C.B. Rumondor, M.Psi., Faculty Member Psikologi, dan Meiliana, S.Kom., M.Sc, Concentration Content Coordinator – Software Engineering, yang kesemuanya dari  Binus University.

Akademisi Binus pencipta aplikasi Councelove

Secara umum, aplikasi melakukan analisa terhadap kondisi kepuasan pernikahan saat ini, serta menyarankan aktivitas harian yang dapat mendukung kualitas hubungan dengan pasangan. Berbagai fitur yang ada dalam aplikasi dikembangkan dengan berbentukan kecerdasan buatan dalam mengolah data dan memberikan saran, yang didasari oleh beberapa penelitian di bidang Psikologi.

Penelitian ini menggandeng peneliti di bidang Psikologi, Pingkan C.B. Rumondor yang dikenal masyarakat sebagai akademisi di bidang hubungan romantis dan pernikahan, sehingga karakter hasil penelitian ini kental dengan Ilmu Psikologi dan Ilmu Komputer. “Saat ini banyak sekali kasus gugatan perceraian yang berakhir dengan perceraian, hal ini umumnya disebabkan oleh komunikasi yang kurang intens antar pasangan,” jelas Dr. Widodo Budiharto, S.Si.

Berdasarkan data Direktorat Jendral Badan Pengadilan Agama Mahkamah Agung (Ditjen Badilag MA) pada tahun 2010, ada 285.184 perkara yang berakhir dengan perceraian ke Pengadilan Agama se-Indonesia. “Aplikasi ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan kualitas hubungan dengan pasangan dikarenakan pada era modern saat ini, masyarakat cenderung memanfaatkan gadget dalam aktivitas kesehariannya,” jelas Widodo.

Riset untuk mengembangkan aplikasi ini didanai oleh hibah Kompetensi Nasional Ristekdikti 2015-2016 Republik Indonesia selama dua tahun. “Aplikasi ini membantu masyarakat luas dan tidak komersil,” tambah Widodo Budiharto yang menangani dari sisi computer science-nya. Apikasi ini dapat diunduh secara gratis di Google Play Store. ***