Tb Saebatul Hamdi, Ketua Percasi Pandeglang

Pemilihan Ketua Percasi Kabupaten Pandeglang. Kanan, Tb Saebatul Hamdi akhirnya terpilih menjadi Ketua Percasi Kab. Pandeglang, 2018-2023. Foto: Andang S

TB Saebatul Hamdi akhirnya terpilih secara resmi menjadi Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kabupaten Pandeglang Periode 2018 – 2022. Proses pemilihan berlangsung dalam Muskab secara domokratis dengan sistem voting, di Gedung Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pandeglang, Selasa (27/3).

Kepada Jayakartanews, Hamdi mengatakan, dirinya meminta doa semua pihak atas terpilihnya menjadi Ketua Percasi Kabupaten Pandeglang. “Saya mohon doa agar dalam menjalankan tugas ke depan bisa amanah dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang,” kata Hamdi seraya menambahkan, bahwa sesuai AD/ART, Bupati adalah Pelindung Percasi Kabupaten.

Hasiil voting pemilihan Ketua Umum Percasi Kabupaten Pandeglang, 2018-2022. Foto: Andang S

Pihaknya dalam waktu dekat akan segera membuat rencana kerja 100 hari setelah dilantik menjabat pimpinan kepengurusan olahraga yang banyak mengasah otak tersebut. Bahkan kata Hamdi, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan prestasi para pecatur Kabupaten Pandeglang.

Untuk itu kata Hamdi Percasi mendatang harus lebih aktif menyelenggarakan event dan lomba guna penjaringan bakat dan talenta yang tersebar di Pandeglang. Selain itu, juga untuk menjamin terjadinya regenerasi para pecatur muda di Pandeglang.

“Tentu dalam pelaksanaannya kinerja Percasi tidak akan lepas dari KONI. Karena Percasi ada dalam naungan KONI. Percasi akan selalu berdampingan dengan pemerintah daerah untuk memaksimalkan kinerja, sekaligus menjalin hubungan harmonis demi raihan prestasi yang dapat membanggakan bagi kita semua warga Pandeglang,” tutupnya. ***

Verifikasi Stadion Hanya Formalitas

AWALNYA #SOS #SaveOurSoccer memberikan apresiasi tinggi kepada ketegasan PT Liga Indonesia Baru (LIB) terkait verifikasi infrastruktur (baca: stadion). Pada awal Februari 2018, LIB mengumumkan ada tiga stadion yang tak memenuhi standar dan dinyatakan TIDAK LOLOS VERIFIKASI.

Pertama, Stadion Marora, markas Perseru Serui. Kedua, Stadion Teladan, Medan, homebase PSMS. Ketiga, Stadion Moch. Soebroto, Magelang yang akan dijadikan markas sementara PSIS Semarang selama Stadion Jatidiri belum selesai direnovasi.

Ketiga klub tersebut pun dituntut untuk mencari markas lain. PSMS misalnya sempat mengajukan Stadion Harapan Bangsa, Aceh dan Stadion Utama Riau, Pekanbaru. PSIS mengajukan Stadion Maguwoharjo, Sleman dan Stadion Sultan Agung, Bantul. Bahkan, LIB juga menolak Bhayangkara FC menggunakan Stadion PTIK sebagai kandang mereka.

Tapi, nyatanya ketegasaan di awal semu belaka. Verifikasi stadion hanya formalitas. Standarisasi yang dibuat berpuluh-puluh halaman sebatas dijadikan “kitab suci” yang diletakkan di lemari.

“Sejak 2008 verifikasi stadion tak pernah tegas dan jelas. Banyak negosiasi yang dilakukan dan operator kompetisi membuka pintu untuk itu.

Inilah salah satu penyebab utama tak maju-majunya kompetisi profesional sepak bola Indonesia. Tidak tegas dan cenderung standar ganda,” kata Dika Surjanto, Kepala Departemen Penelitian dan Pengembangan (Litbang) #SOS.

Menurut Litbang #SOS verifikasi stadion #GojekLiga1 musim ini tak lebih baik dari musim lalu. Banyak standar yang diabaikan. Tak sebatas lampu penerangan. Banyak aspek lain yang terabaikan mulai dari fasilitas match organization, fasilitas media sampai fasilitas public/penonton. (Lihat lampiran aspek verifikasi stadion). Musim lalu misalnya, LIB bisa memaksa Persiba Balikpapan hijrah dari Stadion Parikesit, Pertamina, ke Stadion Gajayana karena tak lolos verifikasi. Tapi, karena Perseru mendapatkan “fasilitas khusus” bisa main di Stadion Marora, Persiba akhirnya bisa kembali ke Stadion Parikesit sebelum akhirnya main di markas baru mereka: Stadion Batakan.

Lemahnya LIB dalam menegakkan regulasi juga membuat #GojekLiga1 musim lalu cacat. Pasalnya, di bulan Ramadan, Perseru diberikan izin memainkan tiga laga kandang justeru di kandang lawan karena Stadion Marora tak memiliki penerangan. Perseru menjamu Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang notabene markas “Serdadu Tridatu”. Lalu, memainkan laga melawan Persija di Stadion Patriot yang notabene home base “Tim Macan Kemayoran” serta menjamu PS TNI di Stadion Pakansari, kandang “The Army”.

Ini menabrak regulasi kompetisi pasal 20 yang hukumannya berdasarkan ayat 8 dinyatakan mengundurkan diri: “Dalam hal Klub tidak mampu menyampaikan nominasi Stadion alternatif sesuai dengan tenggat waktu yang ditetapkan LIB atau menolak untuk bertanding di Stadion alternatif yang ditetapkan oleh LIB, maka Klub yang bersangkutan dianggap mengundurkan diri dari Liga 1 sebagaimana diatur dalam pasal 13. “Jangan sampai kasus ini terulang lagi. Artinya, PSSI dan LIB tak belajar dari kesalahan musim lalu,” kata Dika. “Musim ini LIB juga harus menyiapkan stadion evakuasi bila terjadi force majeur tak bisa menggelar pertandingan di venue yang sudah ditentukan. Apalagi, 2018 adalah tahun Pilkada. Ada 171 Pemilihan Kepala Daerah yang digelar serentak pada 27 Juni 2018 yang bisa saja izin pertandingan tak keluar di daerah bersangkutan,” Dika menambahkan.

Sudah tegaskan LIB dalam melakukan verifikasi atau hanya formalitas? Jawabannya akan terlihat di pekan kedua #GojekLiga1. Kebetulan ketiga tim yang markasnya sempat tak lolos verifikasi akan menjadi tuan rumah. PSMS menjamu Bhayangkara FC di Stadion Teladan dan Perseru menjamu PSM Makassar, di Stadion Marora, Sabtu, 31 Maret 2018. Sementara PSIS akan menantang PSIS di Stadion Moch. Sarengat, Minggu, 1 April 2018. Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) sebagai kepanjangan Pemerintah dalam hal ini Kemenpora sebagai pengawas dan pengendali olahraga professional harusnya tanggap terhadap situasi ini.

“Jangan sampai reformasi tata kelola yang didengungkan sebagai upaya percepatan pembangunan sepakbola nasional hanya pencitraan semata alias lips service. Padahal, kita sudah membayar mahal dengan sanksi FIFA selama setahun,” Dika menegaskan. “Sepakbola kita bisa maju dan prestasi bila aturan dan regulasi dijalankan dengan benar. Dari segi administrasi dan ketegasan dalam pengelolaan kompetisi professional kita sudah tertinggal dari negara-negara ASEAN lainnya. Perlu segera bangun dari tidur panjang.”. ***

LAMPIRAN VERIFIKASI STADION

Prinsipnya dalam verifikasi stadion ada 4 bagian besar:

Lapangan Permainan dan fasilitas pendukung/sekitarnya

  1. Lapangan (kerataan, tekstur tanah, ketebalan dan jenis rumput, drainase)
  2. Gawang (ukuran, tiang jaring, kondisi dan kelengkapannya.
  3. Bench Team (Model, kerapihan, kondisi, dan letak)
  4. Lampu sorot lapangan (Nilai 1200 lux? Kesediaan Genset?)

 Fasilitas Match Organization/Organisasi Pertandingan

  1. Team Entrance (Pintu masuk khusus tim): tersedia? Jalur apakah eksklusif hanya untuk kedua tim? Atau gabung bersama penonton atau media? Dari team entrance apakah jalur rute langsung ke ruang ganti tim?
  2. Ruang ganti tim dan wasit serta kelengkapannya.
  3. Ruang medis: kondisi dan letak ruang, kelengkapan fasilitas (terutama saat matchday)
  4. Ruang posko panpel: apakah terdapat fasilitas ATK dan stationary lainnnya yang dapat mendukung kinerja Match Commissioner/Pengawas Pertandingan. Misalkan: foto kopi/scanner machine.
  5. Ruang anak gawang dan player escort. Area tunggu yang memadai untuk anak gawang dan lain-lain.

Fasilitas Media

  1. Media Entrance (Pintu masuk ke stadion khusus media): letak, kondisi, area akreditasi dan registrasi.
  2. Photographer entrance (jalur masuk fotografer ke area lapangan). Letak dan posisi apakah terpisah dengan player tunnel.
  3. Tribun Media. Letak dan posisi tersedia eksklusif. Fasilitas lengkap (meja, internet, dll).
  4. Media working room (ruang kerja media). Letak dan posisi. Apalah dekat dengan media entrance. Kelengkapan dan fasilitas.
  5. Ruang Konfrensi Pers. Letak dan posisi tidak mengganggu flow match organization. Posisi dekat media entrance. Fasilitas dan kelengkapannya.
  6. Mixed Zone. Ketersediaan area. Letak dan posisi, kelengkapan fasilitas. Kondisi dan kerapihan.

Fasilitas Publik/Penonton

  1. Rute lalu lintas.
  2. Jalur akses ke kawasan stadion.
  3. Barikade parimeter ring luar stadion.
  4. Loket tiket: letak, posisi, jumlah dan kondisi.
  5. Pintu masuk ke tribun. Letak, posisi, jumlah, dan kondisi. Tingkat keamanan dan kenyamanan.
  6. Jumlah, lokasi, kondisi.
  7. Ruang fasilitas prasmanan. Ketersediaan dan posisi.

Verifikasi Pemain Asing Bermasalah

Sejumlah pemain asing yang merumput di Liga 1 Indonesia. (foto infosport)

GOJEK Liga 1 2018 kick off hari ini, Jumat, 23 Maret 2018. Menarik mencermati Regulasi Kompetisi. Utamanya terkait administrasi pemain asing. Maklum, musim lalu, banyak sekali pelanggaran regulasi menyangkut syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan. Mulai dari pelanggaran status International Transfer Certificate (ITC) melalui TMS (Transfer Machine System) sampai soal Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS) yang tak dipenuhi dan pada gilirannya membuat kompetisi menjadi cacat regulasi (baca: hukum). Bahkan, sejatinya berimplikasi kepada tak diakui hasil pertandingan bila menilik regulasi Gojek Traveloka Liga 1 2017.

Musim 2018 yang kini bernama Gojek Liga 1 ada sejumlah perubahan terkait pemain asing. Di antaranya tak lagi ada istilah Marquee Player yang sejatinya cukup bagus untuk mengangkat pamor industri kompetisi sepakbola nasional bila dijalankan dengan konsisten. Meski Marquee Player sudah dihapuskan jumlah pemain asing yang dibolehkan direkrut tetap sama: empat pemain. Dengan kriteria tiga non Asia dan satu Asia.

Berdasarkan hasil riset Lembaga Penelitian dan Pengembangan #SaveOurSoccer #SOS tercatat sudah 70 pemain asing yang direkrut klub dari potensi maksimal 72 pemain. Hanya Persipura Jayapura dan Persebaya Surabaya yang masih menyisakan satu slot. Dari total pemain yang sudah masuk berasal dari 25 negara. Brasil penyumbang paling banyak: 19 pemain, diikuti Korea Selatan enam pemain, Argentina lima pemain, Belanda empat pemain. Yang menarik musim ini banyaknya pemain dari Balkan. Serbia dan Montenegro masing-masing menyumbangkan empat pemain.

Dari Zona Wilayah dan Konfederasi tercatat pemain asal Amerika Latin (CONMEBOL) paling banyak direkrut dengan 25 pemain. Eropa (UEFA) 19 pemain, Asia (AFC) 17 pemain, dan Afrika (CAF) Sembilan pemain. Pemain lama total 33, pemain baru 29 dan pemain yang pernah main di Indonesia lalu sempat pindah ke negara lain dan kini kembali lagi berjumlah delapan pemain. Terkait pemain asing PSSI dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku regulator dan operator menggunakan FIFA Regulation on the Status and Transfer of Player (RSTP) edisi 2018. LIB sendiri dalam regulasinya memberikan tekanan khusus terhadap pemain asing mulai pasal 22-32. Dari halaman 34 sampai 47. Khusus soal Strata Pemain Asing dibahas pada pasal 29 ditambahkan dengan lampiran. Untuk proses pendaftaran pemain asing yang boleh dimainkan LIB sendiri membuat tim khusus verifikasi. Sayangnya, masih saja ada masalah.

#SOS sendiri mencatat ada tiga pemain bermasalah terkait pasal 29. Pertama, bek Persib asal Serbia, Bojan Malisic. Kedua, striker Mitra Kukar asal Spanyol, Fernando Rodriguez. Keduanya, tidak memenuhi syarat verifikasi karena terakhir berkompetisi di Liga Filipina. Malisic bermain untuk Davou Aguillas dan Rodrigues untuk Ceres Negros. Dalam lampiran regulasi Liga Filipina tak tercantum sebagai kompetisi yang pemainnya boleh tampil di Gojek Liga 1. Lampiran 2 Regulasi, Halaman 86 terkait Strata Kompetisi – Verifikasi  Pemain Asing disebutkan untuk Zona AFC yang dibolehkan berasal dari kompetisi Uni Emirates Arab, Korsel, Cina, Arab Saudi, Jepang, Qatar, dan Iran minimal dari kompetisi strata kedua. Sementara Australia, Uzbekistan, Thailand, Irak, Tajikistan, Malaysia, Hongkong, India, Suriah, Vietnam, Yordania, Kuwait, dan Bahrain harus berasal dari kompetisi strata 1. Di luar dari itu tak diperbolehkan. Pemain ketiga yang bermasalah adalah bek tengah PS Tira, Kim Sang Min, yang terakhir bermain untuk klub Changwon City, kontestan strata tiga kompetisi Liga Korsel.

“Regulasi dibuat untuk dijalankan. Penegakkan regulasi kunci dari sukses tidaknya kompetisi. Artinya, pemain yang tak memenuhi kriteria strata kompetisi – verifikasi pemain asing tidak boleh disahkan. Bila tetap disahkan berarti tim verifikasi yang bertugas abai dan teledor. Ini akan menjadi preseden buruk,” kata Dika Surjanto, Kepala Departemen Litbang #SOS. “Harusnya PT LIB meminta klub bersangkutan untuk mengganti pemainnya sesuai aturan mumpung masih di awal musim,” Dika menambahkan.

Selain soal Verifikasi Strata Kompetisi – Verifikasi Pemain Asing yang bermasalah, Litbang #SOS juga menekankan agar aturan terkait ITC via TMS dan KITAS ditegakkan. “Pemain yang belum mendapatkan ITC via TMS dan belum memiliki KITAS tidak boleh diizinkan bermain sampai administrasinya benar-benar selesai. Bila kembali diulangi seperti musim lalu berarti kompetisi Gojek Liga 1 2018 tak ada kemajuan. Mengulang kesalahan masa lalu adalah pengingkaran terhadap visi dan misi PSSI Profesional dan Bermartabat,” Dika menuturkan.

Dalam pasal 25 poin i, tercantum persyaratan keimigrasian yang harus dipenuhi pemain/pelatih asing seperti paspor, Kartu Izin Tinggal Sementara (KITAS), dan salinan kontrak kerja pemain asing dan intermediaries, serta dokumen-dokumen yang menyatakan bahwa pemain bersangkutan telah memenuhi ketentuan-ketentuan mengenai strata dan verifikasi pemain asing berdasarkan pasal 29. Dalam Pasal 26 ayat 6 tentang status pemain, tercantum pula: “LIB berhak melakukan verifikasi terhadap dokumen yang dipersyaratkan dalam proses pendaftaran pemain sebagai mana diatur dalam pasal 25. Ketidaklengkapan dokumen dari Pemain akan mengakibatkan Pemain yang bersangkutan tidak akan disahkan oleh LIB dan tidak diizinkan untuk ikut serta dalam pertandingan.”

Sementara KITAS menjadi syarat mempekerjakan tenaga asing sesuai Permenakertrans Nomor 12 Tahun 2013. Tanpa KITAS artinya mereka masuk daftar pekerja asing illegal.  “BOPI sebagai kaki tangan Pemerintah via Kemenpora yang menangani olahraga profesional harus benar-benar bekerja menegakkan hukum negara. BOPI tak boleh tinggal diam terhadap pekerja illegal di sepak bola Indonesia. Kalau didiamkan sama saja artinya dengan ‘mengkhianati’ negara,” Dika mengungkapkan. ***

pemain asing

JOKOWI BERHARAP MUNCUL EGY-EGY LAIN

PESEPAKBOLA  muda Indonesia Egy Maulana Vikri (18) didampingi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta (23/3) pagi.

Mengenakan baju batik berwarna hijau, Egy yang datang satu mobil dengan Menpora tiba di kompleks Istana sekitar pukul 09.30 WIB, dan langsung disambut hangat oleh Presiden Jokowi di Istana Merdeka.  “Kaya orang Polandia sekarang,” kata Presiden Jokowi saat menyambut kedatangan Egy di Istana Merdeka.

Egy mengaku merasa senang dan bangga  bisa bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka. Ia juga mengaku mendapat support dari Presiden supaya terus belajar lebih baik lagi agar tetap tidak pernah besar kepala, harus selalu bersyukur.  “Ya harus terus belajar lagi, buat bangga Indonesia, agar orang tahu juga kalau kita bisa juga agar banyak pemain-pemain lain yang bisa menyusul saya nantinya,” kata pemain Tim Nasional Indonesia yang kini dikontrak klub Lechia Gdansk, Polandia itu.

Egy Maulana Fikri diantar Menpora Imam Nahrawi beraudiensi dengan Presiden Jokowi.

Terkait dengan klubnya di Polandia itu, Egy berjanji akan berusaha bisa main lebih bagus, lebih baik ke depannya, sehingga juga bisa buat Indonesia bangga. Ia juga berharap, kedatangannya di klub Lechia Gdansk akan menjadi pintu awal masuk supaya pemain-pemain lain bisa mengikuti jejak dirinya bermain di klub Eropa.

Mengenai posisinya sebagai pemain Tim Nasional Indonesia Usia 21 dan Usia 19, Egy menegaskan, dirinya wajib setiap saat untuk selalu siap membela Timnas meski sudah bermain di Polandia. “Kan harus ya kalau namanya Timnas manggil ya enggak mungkin enggak mau pasti selalu bela. Karena orang bilang saya akan pindah negara, saya bakal 100% Indonesia,” ujar Egy.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) berharap keberhasilan pesepakbola nasional Egy Maulana Vikri menembus klub Eropa, dengan mendapatkan kontrak dari klub Lechia Gdansk, Polandia, akan disusul dengan pemain Tim Nasional Indonesia yang lainnya. “Bapak Presiden betul-betul ingin lebih banyak lagi Egy-Egy baru yang nyusul Egy nanti ke luar negeri. Jangan hanya 1, 2, 3, 4, 5, 6, tapi lebih banyak lagi,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi usai mendampingi Egy Maulana Vikri bertemu dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (23/3) pagi.

Dengan bermain di luar negeri, menurut Menpora, bukan hanya  agar pemain punya pengalaman, punya pengetahuan, dan punya kedisiplinan yang tinggi, tapi juga soal membawa nama baik bangsa bahwa Indonesia itu negara besar dengan talenta yang besar juga.  “Bapak presiden menekankan pendidikan, olahraga pendidikan itu harus menjadi nomor satu,” sambung Menpora seraya menambahkan bahwa Egy Maulana Vikri ini berasal dari SKO (Sekolah Khusus Olahragawan) Ragunan, sehingga Presiden berharap sebisa mungkin SKO dan SSB nanti dimaksimalkan. ***

Bonus Peraih Emas Asian Games Rp1,4 Miliar

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengisyaratkan bonus bagi atlet peraih medali emas Asian Games (AG) 2018 naik 250 persen dibandingkan peraih medali yang sama pada Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan.

Kenaikan bonus cukup tinggi tersebut disampaikan oleh Menpora Imam Nahrawi di sela Gala Dinner “Doa dan Dukungan Sukses Atlet Indonesia” di Wisma Kemenpora Jakarta, yang dihadiri oleh perwakilan 46 perusahaan dan komunitas otomotif.

“Ini adalah bentuk apresiasi dan menjadi prioritas nasional. Bonus adalah sebuah penghargaan. Yang jelas, kenaikan bonus masih kami hitung. Peraih emas AG dan Paragames 2018 besarannya sama,” kata Menpora Imam Nahrawi.

Jika didasarkan bonus AG 2014, peraih medali emas mendapatkan bonus 400 juta rupiah. Jika bonus diisyaratkan bakal naik 250 persen, maka peraih medali emas pada kejuaraan olahraga empat tahunan ini akan menembus Rp1,4 miliar.

Menurut Menpora, jika target yang dicanangkan terpenuhi tidak menutup kemungkinan semuanya akan berubah. Apalagi saat ini sudah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Keuangan. Target minimal raihan medali adalah 16 emas.

“Emas terlampaui semuanya mungkin terjadi. Anggaran akan disiapkan. Nantinya bonus tidak hanya untuk atlet, namun juga untuk pelatih hingga tim pendukungnya,” kata pria asal Bangkalan Madura itu.

Apresiasi pemerintah terhadap peraih medali emas memang cukup tinggi terutama untuk level Asian Games dan olimpiade. Bonus tertinggi sementara dipegang oleh atlet bulu tangkis pasangan Tontowi Ahmad/Lilyana Natsir setelah meraih emas Olimpiade Brasil yang masing-masing mendapatkan Rp5 miliar.

AG dan olimpiade, kata Menpora, memang menjadi prioritas. Dengan demikian, pihaknya tidak segan-segan menggelontorkan bonus besar bagi yang meraih medali emas. Dengan kondisi tersebut, prestasi atlet Indonesia terus meningkat. ***

Menpora Berharap Kompetisi OSYSL Lahirkan Egy-Egy Baru

Menpora  Imam Nahrawi mengapresiasi para sponsor yaitu PT. Suntory Garuda Baverage, Garuda Food Group Indonesia dan Indonesia Junior Soccer League (IJSL) yang telah bersinergi menyelenggarakan OSYSL 2018.

Seperti diketahui Okky Splash Youth Soccer League (OSYSL) 2018 kembali hadir meramaikan kompetisi sepak bola usia muda di Tanah Air. Berbeda dengan sebelumnya yang hanya mencakup kawasan Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang dan Bekasi), OSYSL 2018 bakal digelar di enam kota.

“Saya apresiasi acara ini, dalam olahraga tidak hanya melahirkan prestasi tetapi juga akan melahirkan generasi tangguh yang berkarakter yang cinta tanah air. Tanpa fasilitasi dari swasta dan industri tentu pemerintah belum maksimal, lewat OSYSL saya harap akan ada Egy-Egy baru,” kata Imam Nahrawi.

“Keterlibatan sponsor betul-betul dinantikan oleh kita semua, saya berharap ke depan pelaksanaan kompetisi ini tidak hanya di enam kota besar tetapi bisa di 514 kabupaten/kota di Indonesia sehingga seluruh potensi anak muda kita bisa merasakan kehadiran swasta dan industri untuk memfasilitasi mereka,” ujarnya.

Head Group of Cup Suntory Garuda Beverage, Martinus Rezal mengaku senang dan bangga karena OSYSL mendapat sambutan positif dari komunitas sepak bola usia muda di Indonesia. Karena itu, pihaknya terdorong untuk memperluas cakupan wilayah dari semula hanya di Jabodetabek kemudian diperluas menjadi enam kota. Keenam kota itu adalah Surabaya, Bandung, Malang, Yogyakarta, Semarang dan Jakarta.

“Setiap kota pelaksanaan OSYSL 2018 akan melibatkan 30 tim sepakbola usia dini. Jadi akan ada 3.780 anak terlibat dan 210 tim peserta. OSYSL juga akan hadir di sekokah-sekolah dasar berupa coaching, edukasi dan fun game,” terang Martinus Rezal.

Para juara dari setiap kota berhak tampil di Okky Splash National Championship pada September 2018. Selanjutnya para pemain terbaik akan masuk dalam Okky Splash Soccer Team mewakili Indenesia di ajang Singa Cup 2018.

“Kami sangat bersyukur atas dukungan Kemenpora dan IJSL atas terselenggaranya even ini kami berkomitmen akan selalu mendukung pengembangan generasi anak Indonesia agar tumbuh akti dengan meningkatkan animo olahraga sepakbola di kalangan anak-anak dan remaja,” tandasnya. ***

 

Kejurnas Remaja Tenis Jakarta ke-69

KEJUARAAN Nasional (Kejurnas) Remaja Tenis Jakarta ke 69 yang berlangsung 16-18 Maret 2018 di lapangan tenis ELITE CLUB Epicentrum Jakarta sudah digelar.tercatat sudah 100 peserta telah mendaftar.

Para peserta tak hanya berasal Jakarta juga datang dari Sumbar, Bali, Jateng, Jabar, Banten, Sulut dan Jatim. Promotor turnamen, August Ferry Raturandang (AFR) dalam siaran pers yang diterima TribunOlahraga.com menyebutkan, melihat minat peserta yang begitu tinggi, dipastikan persaingan bakal ketat.

Salah satu anndalan Sulut, Giovan Lumenta telah menyatakan kesiapannya pertahankan gelar juara tunggal kelompok umur 14 tahun. ” Saya siap kembali jadi juara tunggal. Ini pertaruhan nama baik Sulawesi Utara,” ujarnya.

Menurut Ferry, turnamen ini merupakan pondasi pembinaan usia muda. Pelti seharusnya bisa menggalakkan turnamen seperti ini. Ia juga menambahkan, baru Jakarta setiap minggu ada kegiatan turnamen nasional yunior, sehingga petenis usia muda bisa mengasah kemampuannya diturnamen.

Kejurnas Remaja Tenis Jakarta ke 69 ini mempertandingkan tunggal putra dan putri kelompok umur 10 th, 12 th, 14 th, 16 th dan 18 tahun. Pelti pun telah menjadikan turnamen ini sebagai salah satu agenda resmi tahun 2018.

Ketua bidang pertandingan PP Pelti Johannes Susanto menyambut baik pelaksanaan turnamen ini. Johannes juga menyambut positif upaya penyelenggara Kejurnas dengan mengundang PP Pelti dengan tujuan mendengar kendala-kendala selama ini dan memberikan masukan program PP Pelti mendatang.

”Kami mendukung siapa saja yang akan selenggarakan Kejurnas Tenis Yunior seperti ini. Bahkan ada keringanan dalam sanction feenya.” ujar Johannes Susanto. Salah satu program PP Pelti yang cukup menonjol di tahun 2018 adalah kegiatan turnamen tenis baik nasional dan internasional. Bahkan Kejurnas Tenis kelompok Umum makin dikembangkan ke daerah daerah seperti ke Makassar,” ungkapnya. ***

Target Atletik tak Lebih dari 1 Emas

Ketua Umum PB PASI, Bob Hasan.

MESKI jumlah medali emas yang diperebutkan ada 48 medali emas, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB.PASI) hanya mematok target tak lebih dari 1 medali emas pada ajang Asian Games 2018. Target itu realistis mengingat kondisi keolahragaan di Indonesia masih sangat memprihatinkan.

Ketua Umum PB.PASI Bob Hasan mengatakan hal itu kepada wartawan di sela-sela kunjungannnya ke pelatnas atletik di Lintasan Atletik Stadion Madya Senayan Jakarta, Selasa, (13/3).

Menurut Bob, Korsel yang menjadi tuan rumah Asian Games 2014 di Incheon, tanpa medali emas dari cabang atletik. Namun demikian, PB.PASI tetap berupaya keras atletik bisa memberikan hasil maksimal di Asian Games 2018 nanti.

“Jujur saja dari 48 nomor itu, peluang terbuka untuk mendulang medali emas ada di nomor loncat dan estafet putra. Muda-mudahan salah satu dari nomor itu dapat mempersembahkan medali emas, sehingga cabang atletik bisa memberikan sumbangsih kepada Kontingen Indonesia,” tambah pengusaha nasional yang pernah dekat dengan kekuasaan orde baru itu.

Dengan kondisi keolahragaan Indonesia yang masih memprihatinkan, atletik tidak ingin pulang dengan tangan kosong pada ajang Asian Games nanti.Berdasarkan pengalaman selama ini, atletik sudah beberapa kali menyumbangkan medali emas termasuk di Asian Games 2014 lalu, Incheon, Korsel melalui Maria Londa di nomor lompat jauh.

Pada Asian Games 1998 di Bangkok, Thailand, atletik juga menyumbang 1 medali emas melalui Supriati Sutono. Itu medali emas yang sudah lama ditunggu-tunggu sejak Asian Games 1962 Jakarta. Pada Asian Games ke-4 itu atletik menyumbangkan 2 medali emas melalui Mohammad Sarengat, nomor lari 100 meter dan 110 meter gawang.

Atletik Indonesia seperti dikatakan Bob Hasan, sebenarnya memiliki peluang untuk mencuri medali di nomor-nomor jarak jauh, seperti lari maraton dan jalan cepat. Ini didasari lantaran iklim Indonesia yang tropis, bisa menyulitkan beberapa pesaing-pesaing kuat dari negara lain yang tidak memiliki iklim serupa, seperti Tiongkok dan Jepang.

“Atlet Tiongkok dan Jepang kalau nomor jarak pendek mereka tidak ada masalah, karena bermain di dalam stadion,” terang Bob. “Tapi untuk nomor jarak jauh, bermain di Jakarta, negara-negara tersebut mengalami kesulitan. Jadi masih ada peluang atlet kita bisa mengambil di nomor ini,” tambah Bob.

Untuk memenuhi target meraih satu medali emas, PB.PASI mendatangkan konsultan asing Harry Mara dari Amerika Serikat. Ia selama di Indonesia membantu tim pelatih menyusun program atlet Pelatnas.

“Kehadidarn konsultan Harry Mara untuk memperbaiki peforma atlet. Harry bekerja bersama pelatih di tiap-tiap nomor, untuk membetulkan training program mereka. Harry menyadari kalau selama ini atlet kita lebih banyak latihan angkat beban, dan itu sebaiknya diganti dengan senam,”jelas Bob.

Untuk mengembangkan performa atlet menuju Asian Games, tim pelatih telah menyiapkan program khusus bersama Harry. Program tersebut tidak hanya ditujukan kepada Asian Games saja tetapi juga Olimpiade Tokyo 2020. ***

David Maulana, Pemain Terbaik di Turnamen Jenesys 2018

TIMNAS U-16 lagi bersinar – sinar. Pasalnya,  Timnas Indonesia U-16 berhasil meraih juana di Turnamen Jenesys yang dilangsungkan di Lapangan Kirishima Yamazakura Miyazaki Prefectural Comprehensive Sports Park Pitch 1, Jepang,  Senin (12/3).

Selain juara, Timnas Indonesia U-16, salah satu pemainnya, David Maulana, juga mendapatkan penghargaan sebagai pemain terbaik pada turnamen yang melibatkan 12 peserta dari 11 negara. Inilah penghargaan individu internasional perdana yang diraih David Maulana, bersama timnas Indonesia U-16.

David Maulana mengantarkan Garuda Asia julukan Timnas U-16 menjadi juara dengan permainan terbaiknya ketika membantu mengalahkan Filipina 7-1 dan Kamboja 5-0 di penyisihan grup, serta  mempermalukan tuan rumah Jepang 1-0 di semifinal. Peran David Maulana pun cukup besar saat menaklukkan Vietnam 1-0 di final.

Pemain asli kelahiran Medan, Sumatera Utara daerah Sei Rotan tanggal 25 Februari 2002 itu merupakan pemain gelandang tengah. Tipikal permainannya efektif, keras, pantang menyerah dan memiliki umpan-umpan akurat. David Maulana masih tergabung di PPLP Medan. Dia merupakan pemain seleksi dari 55 pemain pelatnas pertama Fakhri Husaini.

“Penghargaan ini saya tujukan untuk orang tua saya dan semua keluarga saya. Terutama abang saya, karena pertama kali saya suka dan bermain sepak bola itu karena melihat aksi abang saya bermain,” tutur David. “Tak lupa juga saya berterima kasih kepada teman-teman yang telah mendukung saya di dalam dan di luar lapangan, jajaran pelatih yang memberikan latihan dan selalu percaya kepada saya,” paparnya.

David mengaku dirinya tidak mau cepat puas dengan hasil yang diperolehnya. “Saya akan terus bekerja keras, karena target saya adalah bisa bermain di piala dunia. Saya ingin lebih membahagiakan serta membanggakan keluarga, bangsa dan negara,” katanya.

Pemain berbakat asal Medan ini berkeinginan membawa  Timnas U-16 terus berjaya di tahun 2018 ini. Terlebih,  dua ajang besar telah menunggu yakni Piala AFF U-16 dan Piala Asia U-16. “Saya ingin meraih juara bersama Timnas U-16 saat Piala AFF dan Piala Asia nanti. Selain itu mengejar asa lolos Piala Dunia U-17 pada tahun 2019 mendatang,” papar Davis lagi.

Profil Singkat Pemain

Nama: David Maulana

Tempat tanggal lahir: Medan, 25 Februari 2002

Asal Akademi Saat Ini: PPLP Medan

Pemain Idola: Hariono, Luca Modric

Nomor Punggung: 6

Karier bermain:

– SSB Medan

– PPLP Medan

– Tim Nasional Indonesia U-16 (Tien Phong Plastic Cup 2017, Piala AFF U-15 2017, Kualifikasi Piala AFC U-16 2017, Turnamen Jenesys).***

PB Forki Siap Datangkan Pelatih Luar Negeri

PENGURUS Besar Federasi Karate-Do Indonesia (PB Forki) berminat mendatangkan pelatih asing untuk mengangkat penampilan para atlet pelatnas Asian Games 2018, namun hingga kini belum menentukan pelatih mana yang akan didatangkan.

“Kami butuh pelatih asing, tinggal hanya menentukan gaya seperti apa yang kita inginkan, apakah gaya Eropa, Iran atau kata dan kumite,” kata Sekjen PB Forki Lumban Sianipar seperti rilis PB Forki yang diterima di Jakarta.

“Ini yang utama akan melengkapi kemampuan atlet kita, dan setelah berdiskusi dengan kemenpora, kami diberi jatah satu, tapi saya berharap dua, satu untuk kata dan satu kumite,” tambah Lumban.

Menjelang Asian Games 2018, PB Forki telah menggelar seleksi tahap pertama pelatnas karate yang berlangsung di Ciloto, Jawa Barat, Sabtu (10/3), yang diikuti 28 karateka. Dari hasil seleksi tersebut PB Forki akan mempertahankan 150 persen karateka sebelum dilakukan kembali seleksi pada Juni mendatang.

Menurut Sekjen PB Forki, proses seleknas tahap pertama itu berbeda dengan seleksi kejuaraan nasional, artinya seleksi itu bukan untuk mencari juara tapi mencari yang terbaik dari yang terbaik.

“Seleksi ini agak berbeda dengan seleksi kejuaraan nasional. Kami mencari yang terbaik, bukan yang juara. Yang kami ikutkan pelatnas yang memperoleh juara satu dan kedua di tingkat nasional. Untuk seleksi tahap kedua, akan dilakukan sebelum entri by name, sekitar Juni mendatang,” katanya.

Dikatakannya, untuk seleksi tahap dua pada Juni nanti, selain akan diikuti 150 persen karateka hasil seleksi pertama, Forki juga akan memberikan kesempatan kepada empat karateka yang sebelumnya keluar dari pelatnas untuk ikut di seleksi tersebut. Keempat karateka tersebut adalah Srunita Sari Sukatendel, Cok Istri Agung Sanistyarani, Sisilia Ora, dan Ahmad Zigi Zaresta Yuda.

Dari seleksi kedua itulah akan dicari delapan karateka terbaik yang akan diturunkan pada Asian Games 2018 di Jakarta, Agustus mendatang.

“Dalam proses seleksi kami membuka kesempatan kepada para karateka berprestasi untuk ikut dalam seleksi. Termasuk empat karateka yang mundur dari Pelatnas untuk bergabung kembali. Kami ingin mendapatkan atlet terbaik,” ungkapnya. ***