4 Art Gallery di Jakarta untuk Mengisi Waktu Liburan Sekolah

JAYAKARTA NEWS  – Liburan sekolah tak selalu harus dihabiskan di mal atau taman hiburan.

Bagi orang tua yang ingin mengenalkan anak pada dunia kreativitas sekaligus memberikan pengalaman baru yang edukatif, mengunjungi galeri seni bisa menjadi pilihan menarik.

Jakarta memiliki banyak galeri seni dan ruang kreatif yang ramah keluarga, menghadirkan berbagai karya mulai dari seni modern, instalasi interaktif, hingga pameran seniman muda Indonesia.

Selain menambah wawasan, aktivitas ini juga dapat melatih imajinasi dan apresiasi seni anak sejak dini.

Berikut beberapa rekomendasi galeri seni di Jakarta yang cocok masuk daftar destinasi liburan sekolah, dikutip dari Ragam BUMN, Sabtu (27/6/2026).

1. Museum MACAN, Surga Seni Modern dan Instalasi Interaktif

Museum Macan, salah satu galeri dan ruang seni di Jakarta. (Instagram/@museummacan)

Jika berbicara tentang wisata seni di Jakarta, nama Museum MACAN hampir selalu menjadi rekomendasi utama.

Museum ini merupakan institusi seni modern dan kontemporer yang menghadirkan koleksi karya dari seniman Indonesia maupun internasional.

Yang membuat Museum MACAN menarik untuk anak-anak adalah kehadiran instalasi seni yang interaktif dan pameran yang terus berganti sehingga setiap kunjungan bisa menghadirkan pengalaman berbeda.

Museum ini juga kerap mengadakan program edukasi dan kegiatan keluarga selama musim liburan sekolah.

Selain belajar tentang seni, pengunjung juga bisa berburu foto di berbagai instalasi yang Instagramable dan penuh warna.

2. Galeri Nasional Indonesia, Menjelajahi Perjalanan Seni Rupa Indonesia

Gedung Galeri Nasional Indonesia (Wikipedia)

Bagi keluarga yang ingin mengenalkan anak pada karya-karya seniman Indonesia, Galeri Nasional Indonesia menjadi destinasi yang wajib dikunjungi.

Galeri ini menyimpan dan menampilkan berbagai karya seni rupa modern dan kontemporer Indonesia serta rutin menghadirkan pameran temporer dari seniman nasional maupun internasional.

Bangunannya yang bergaya kolonial juga menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Menariknya, banyak pameran di Galeri Nasional yang dapat dinikmati secara gratis sehingga cocok menjadi pilihan wisata edukatif yang ramah di kantong selama liburan sekolah.

3. Dia.Lo.Gue Artspace, Tempat Nongkrong Sekaligus Belajar Seni

Galeri Seni Dia.Lo.Gue (Instagram/@dialogue_arts)

Berlokasi di kawasan Kemang, Dia.Lo.Gue menawarkan konsep berbeda dibanding galeri seni pada umumnya.

Tempat ini memadukan galeri seni, ruang kreatif, area terbuka, hingga kafe dalam satu lokasi.

Suasana santai dan area hijau membuat tempat ini nyaman dikunjungi bersama anak-anak.

Dia.Lo.Gue juga dikenal aktif menghadirkan pameran dan aktivitas kreatif yang bertujuan mendekatkan seni kepada masyarakat dari berbagai usia.

Bagi keluarga yang ingin menikmati akhir pekan dengan suasana lebih santai dan tidak terlalu formal, tempat ini bisa menjadi pilihan menarik.

4. Hadiprana Gallery, Mengenal Seni dengan Sentuhan Budaya Indonesia

Didirikan pada 1962, Hadiprana Gallery dikenal sebagai salah satu galeri seni tertua di Indonesia.

Galeri ini banyak menghadirkan karya-karya yang terinspirasi dari budaya dan tradisi Nusantara.

Mengajak anak berkunjung ke sini bisa menjadi kesempatan untuk mengenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui medium seni visual yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Lokasinya yang berada di kawasan Kemang juga membuat kunjungan ke galeri ini mudah dipadukan dengan agenda kuliner atau jalan-jalan keluarga di Jakarta Selatan.

Tips Mengajak Anak ke Galeri Seni

Agar pengalaman berkunjung semakin menyenangkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua:

Pilih galeri dengan pameran yang interaktif atau memiliki banyak visual menarik.

Ajak anak berdiskusi tentang karya yang mereka lihat.

Berikan kebebasan kepada anak untuk menafsirkan karya dengan caranya sendiri.

Kunjungi galeri pada pagi atau siang hari agar suasana lebih nyaman dan tidak terlalu ramai.

Liburan sekolah tidak selalu harus identik dengan wahana permainan atau pusat perbelanjaan.

Mengunjungi galeri seni bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperluas wawasan anak tentang kreativitas, budaya, dan cara baru melihat dunia.

Siapa tahu, dari satu kunjungan singkat ke galeri seni, justru lahir seniman besar berikutnya dari rumah Anda.***/mel

Mendikdasmen Pastikan Tes Kemampuan Akademik Cegah Kecurangan

JAYAKARTA NEWS – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang SMP berlangsung lancar dan kredibel, dengan sistem pencegahan kecurangan yang telah diproteksi sejak awal.

“Kerjakan dengan jujur dan gembira, karena ini adalah bagian dari proses, bukan akhir,” ujar  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat meninjau hari pertama TKA di SMP Negeri 2 Curug, Kabupaten Tangerang, Banten pada Senin (6/4/2026).

Mendikdasmen juga mengingatkan pentingnya integritas dalam pelaksanaan TKA melalui jargon “Jujur dan Gembira”, sekaligus berpesan kepada para siswa untuk mengikuti tes dengan jujur dan penuh semangat, serta tidak menjadikan TKA sebagai beban.

Selain itu, Mendikdasmen mengimbau para pengawas untuk menjalankan tugas secara profesional, tanpa melakukan dokumentasi yang tidak perlu seperti membuat video atau memperbarui status selama pelaksanaan.

Untuk memastikan pelaksanaan yang kredibel, Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai sistem pencegahan kecurangan. Proteksi teknis telah dirancang sejak awal agar proses asesmen berjalan transparan dan akuntabel.

Mendikdasmen juga menegaskan, TKA bukan merupakan penentu kelulusan murid. Penentuan kelulusan tetap menjadi kewenangan masing-masing satuan pendidikan.

TKA berfungsi sebagai instrumen untuk mengukur kemampuan akademik siswa, khususnya pada aspek literasi dan numerasi, serta dilengkapi dengan survei karakter dan lingkungan belajar.

Mendikdasmen menambahkan bahwa hasil TKA akan melengkapi penilaian prestasi siswa yang selama ini telah mencakup nilai rapor serta capaian nonakademik.

“Melalui TKA, kita ingin memperoleh profil kemampuan murid yang lebih komprehensif, baik dari sisi akademik maupun karakter,” ujar Mendikdasmen.

Menurut Mendikdasmen, data tersebut nantinya menjadi salah satu referensi dalam proses sistem penerimaan murid baru melalui jalur domisili, prestasi, maupun afirmasi.

Mendikdasmen mengatakan, secara umum kesiapan pelaksanaan TKA di sekolah telah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Penataan teknis, mulai dari ruang kelas hingga mekanisme pelaksanaan, dinilai telah disusun dengan baik.

 “Kesiapan kelas dan penataan teknis sudah sesuai dengan ketentuan. Kita berharap pelaksanaan TKA ini dapat berjalan dengan lancar,” ujar Menteri Mu’ti.

Secara nasional, pelaksanaan TKA pada hari pertama mencapai sekitar 98 persen dari target peserta.

Sementara itu, sekitar 2 persen siswa belum mengikuti TKA karena berbagai alasan, seperti kesiapan psikologis maupun pertimbangan orang tua.

Lebih lanjut, Mendikdasmen menjelaskan bahwa TKA dirancang sebagai sistem “five in one” yang mampu menghasilkan lima jenis data pendidikan sekaligus, meliputi kemampuan akademik, kemampuan literasi, numerasi, karakter, serta kondisi lingkungan belajar. (yog)

Transformasi Digital Pada Pembelajaran Akuntansi

JAYAKARTA NEWS – Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan pada berbagai bidang pekerjaan, termasuk akuntansi. Di era transformasi digital saat ini, pekerjaan akuntansi tidak lagi hanya dilakukan secara manual menggunakan buku besar dan perhitungan sederhana, tetapi semakin banyak menggunakan berbagai aplikasi dan sistem terkomputerisasi.

Situasi ini mengharuskan lembaga pendidikan, termasuk SMK, untuk menyesuaikan proses pembelajaran mereka guna menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tuntutan tenaga kerja yang semakin digerakkan oleh teknologi.

Salah satu tantangan utama dalam pendidikan akuntansi di tingkat SMK adalah perubahan kurikulum. Kurikulum yang sebelumnya berfokus pada pencatatan transaksi manual, perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi akuntansi digital.

Siswa tidak hanya perlu memahami dasar-dasar akuntansi tetapi juga mampu menggunakan berbagai aplikasi akuntansi, seperti perangkat lunak pembukuan dan sistem informasi akuntansi. Tanpa memperbarui kurikulum untuk mencerminkan perkembangan teknologi, lulusan SMK berpotensi menghadapi kesenjangan antara kompetensi mereka dan kebutuhan tenaga kerja.

Selain perubahan kurikulum, metode pengajaran juga merupakan aspek penting yang perlu dipertimbangkan. Proses pembelajaran akuntansi di sekolah kejuruan tidak dapat dilakukan hanya melalui ceramah atau teori di kelas.

Guru perlu mengembangkan metode pembelajaran yang lebih praktis dan berbasis pengalaman, seperti praktik langsung menggunakan perangkat lunak akuntansi, simulasi pencatatan transaksi digital, dan pembelajaran berbasis proyek. Dengan metode ini, siswa dapat memahami proses akuntansi secara lebih realistis dan meningkatkan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Di sisi lain, memastikan kesiapan guru dan siswa dalam menghadapi digitalisasi juga menghadirkan tantangan. Guru, sebagai pendidik, perlu meningkatkan kompetensi digital mereka untuk secara efektif mengajarkan penggunaan teknologi akuntansi.

Sementara itu, siswa juga perlu dibekali dengan keterampilan berpikir kritis, kemampuan menggunakan teknologi, dan keterampilan analisis data. Jika kedua pihak mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, proses pembelajaran akuntansi akan menjadi lebih relevan dan berkualitas tinggi.

Terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi, transformasi digital juga menghadirkan peluang signifikan bagi pendidikan akuntansi di sekolah kejuruan.

Teknologi memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih menarik, interaktif, dan mudah diakses. Penggunaan komputer, aplikasi akuntansi, dan platform pembelajaran digital dapat membantu siswa memahami konsep akuntansi lebih cepat dan praktis.

Lebih lanjut, kemampuan menggunakan teknologi akuntansi juga dapat meningkatkan daya saing lulusan sekolah kejuruan di dunia kerja. Perubahan ini seharusnya tidak dipandang sebagai penghalang bagi pendidikan akuntansi di sekolah kejuruan, tetapi sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Melalui pembaruan kurikulum sesuai dengan tuntutan dari Dunia Usaha Dunia Industri, melakukan kolaborasi kurikulum dengan dunia usaha, metode pengajaran inovatif, dan peningkatan kompetensi guru dan siswa, pendidikan akuntansi di sekolah vokasi dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memahami teori tetapi juga memiliki keterampilan digital yang dibutuhkan di tempat kerja modern.***

Penulis: Ance Purba, Mahasiswa Magister Akuntansi, Universitas Pamulang

Diet Aman untuk Penderita Maag, Simak Panduan dan Tips Berikut agar Lambung Tetap Sehat

JAYAKARTA NEWS – Penderita maag kerap menghadapi dilema saat menjalani program diet.

Di satu sisi ingin menurunkan berat badan atau hidup lebih sehat, namun di sisi lain harus ekstra hati-hati agar asam lambung tidak kambuh.

Para ahli kesehatan mengingatkan, diet bagi penderita maag tetap bisa dilakukan asalkan mengikuti pola yang aman dan tepat.

Maag sendiri merupakan gangguan pada lambung yang dapat ditandai dengan nyeri ulu hati, perut kembung, mual, hingga sensasi terbakar di dada.

Pola makan yang tidak teratur dan pemilihan makanan yang keliru kerap menjadi pemicu utama.

1. Pola Makan Teratur Jadi Kunci

Salah satu prinsip utama diet aman bagi penderita maag adalah menjaga jadwal makan.

Melewatkan waktu makan justru dapat meningkatkan produksi asam lambung.

Dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering, misalnya setiap 3–4 jam sekali.

2. Pilih Makanan yang Ramah Lambung

Penderita maag disarankan mengonsumsi makanan yang mudah dicerna dan tidak merangsang produksi asam lambung berlebih.

Beberapa pilihan yang relatif aman antara lain:

  • Nasi putih, oatmeal, dan roti tawar
  • Sayuran rebus seperti wortel, kentang, dan labu
  • Protein rendah lemak seperti dada ayam tanpa kulit, ikan, dan tahu
  • Buah rendah asam seperti pisang dan pepaya

Sebaliknya, makanan pedas, asam, berlemak tinggi, gorengan, cokelat, serta minuman berkafein sebaiknya dibatasi atau dihindari.

3. Diet Bukan Berarti Menahan Lapar

Kesalahan umum saat diet adalah mengurangi porsi makan secara ekstrem.

Bagi penderita maag, cara ini justru berisiko memperparah gejala.

Diet sehat sebaiknya fokus pada pengaturan jenis makanan dan cara memasak, bukan sekadar mengurangi jumlah makan.

4. Perhatikan Cara Makan

Selain jenis makanan, cara makan juga berpengaruh.

Makan secara perlahan, mengunyah makanan dengan baik, serta menghindari berbaring setelah makan dapat membantu mencegah naiknya asam lambung.

5. Gaya Hidup Sehat Mendukung Diet

Diet aman bagi penderita maag juga perlu didukung pola hidup sehat, seperti mengelola stres, tidur cukup, serta rutin berolahraga ringan.

Aktivitas seperti jalan kaki atau yoga dinilai aman dan membantu menjaga kesehatan pencernaan.

Dengan menerapkan pola makan yang teratur, memilih makanan yang tepat, serta menjalani gaya hidup sehat, penderita maag tetap dapat menjalani diet dengan aman dan nyaman.

Jika gejala maag sering kambuh, konsultasi dengan tenaga medis tetap dianjurkan agar diet yang dijalani sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing.***/mel

Lulusan SMA GIS Jakarta Dominasi Perguruan Tinggi Dalam dan Luar Negeri

Memasuki usia seperempat-abad, Global Islamic School (GIS) konsisten membukukan catatan prestasi yang mengesankan. Perguruan ini tidak saja membanggakan para wali murid, pun stakeholder pendidikan Jakarta dan Indonesia pada umumnya.

Awal tahun 2026, perguruan ini merilis kabar, sebanyak 100 lulusan SMA Global Islamic School Condet, Jakarta Timur Tahun Pelajaran 2024 – 2025 berhasil menembus perguruan tinggi bergengsi, dalam dan luar negeri. Di antara mereka bahkan ada yang sukses menembus masuk Akademi Militer (Akmil) dan Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN).

“Total alumni 2024 – 2025 adalah 118 siswa. Jadi sekitar 85 persen berhasil menembus berbagai perguruan tinggi bergengsi dalam dan luar negeri. Harusnya genap 100 siswa, tetapi satu alumni yang diterima di Singapura, tidak jadi mengambil,” ujar Direktur GIS, Nawfal A. Saleh.

Direktur GIS Jakarta, Novell A. Saleh. (foto: GIS)

Pria yang akrab disapa “Novell” itu menambahkan, persentase lulusan SMA GIS yang berhasil menembus berbagai perguruan top dalam dan luar negeri, relatif stabil dari tahun ke tahun. Tahun ajaran sebelumnya, 2023 – 2024, tercatat 118 dari 138 lulusan.

“Secara jumlah, tahun lalu lebih besar dari tahun ini, tetapi jumlah alumni juga lebih banyak. Karena itu saya katakan, persentasenya stabil di kisaran 85 – 90 persen,” tambah Novell.

Kunci Sukses

Novell menjelaskan, sejak berdiri 25 tahun lalu, GIS telah menetapkan standar tinggi. Konsistensi prestasi dicapai melalui evaluasi dan inovasi tiada henti.

Beberapa kunci sukses antara lain terletak pada faktor persiapan akademik, Try out SNBT (Seleksi Nasional Berbasis Tes), data based students profiling (pemetaan prestasi akademik dan non akademik, dimulai dari kelas 10. “Selain itu juga faktor effective counseling dan systematic monitoring,” ujar Novell yang sebelumnya mengampu Director of International Program GIS.

Workshop dan seminar bagi siswa-siswa SMA GIS. (foto: GIS)

ovell menjelaskan maksudnya. Bahwa GIS melakukan bimbingan, pelayanan yang efektif serta pengawasan yang sistematis dalam mengarahkan jurusan dari mulai penentuan jurusan, analisis passing grade, persiapan berkas, dan pendaftaran.

Tak hanya itu, GIS juga melibatkan orangtua dalam memilih jurusan melalui edukasi seminar pendidikan. Di samping, keterlibatan alumni dalam penguatan dan motivasi yang diundang ke sekolah. “Jalinan alumni dengan almamaternya sangat kuat,” kata Novell pula.

Penguatan juga terus dilakukan terhadap karakter siswa, untuk terus bisa bersaing mencapai kampus Impian. “Kami mengasah potensi lalu mengarahkan mereka menemukan jalan sukses yang mereka pilih,” tuturnya.


Berikut daftar lulusan SMA GIS Condet yang diterima di berbagai perguruan tinggi bergengsi di dalam dan luar negeri.

Dua Hari Pelaksanaan TKA, Apa Kata Guru dan Peserta

JAYAKARTA NEWS – Tes Kemampuan Akademik (TKA) gelombang pertama serentak dilaksanakan secara nasional. Gelombang pertama berlangsung dari tanggal 3 sampai 4 November 2025, dilanjutkan gelombang kedua tanggal 5 sampai 6 November 2025.

Sebagaimana disampaikan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Toni Toharudin dalam konferensi pers Senin (3/11/2025), peserta gelombang pertama mencapai sekitar 1,9 juta atau 97,9 persen dari total 3,5 juta siswa.

Hari pertama diujikan mata pelajaran wajib, yaitu Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika. Adapun hari kedua pada Selasa (4/11/2025) diujikan dua mata pelajaran pilihan. Peserta yang belum mengikuti dapat mengikuti TKA susulan pada 19–23 November.

Kepala Sekolah Menengah Atas Muhammadiyah 2 (SMAM-2) Surabaya, Astajab sangat mendukung penyelenggaraan TKA. Menurutnya, melalui TKA bisa menjadi validasi dari nilai raport sekaligus mengetahui kemampuan siswa sebenarnya. 

“Saya senang dengan adanya TKA karena tahu kemampuan anak-anak kami, yang sangat bermanfaat bagi perencanaan pengajaran di sekolah,” ujar Astajab.

Menyangkut persiapan, Astajab mengaku siswa SMAM 2 Surabaya tidak ada persiapan khusus, karena sistem pendidikan di SMAM 2 sudah terpola dengan rencana pendidikan lanjutan.

Menurut Astajab, yang juga sebagai Ketua Sub Rayon pengawas, TKA di Surabaya berlangsung lancar, tidak ada masalah seperti halnya pelaksanaan Ujian Nasional sebelumnya.

Sementara itu, Kepala SMA Muhammadiyah 3 Limau, Jakarta Selatan, Suranti telah mempersiapkan siswanya dengan E-Modul materi soal TKA secara intensif sebulan sebelumnya.

Selain itu, kata Suranti, mempersiapkan mental siswa dengan mengundang ESQ untuk motivasi, muhasabah untuk lebih mempersiapkan mental menghadapi TKA.

Semangat mengikuti TKA terpancar pada diri seorang peserta, Dinda Aulia Agustina, siswa   SMA Plus Persis 182 Rajapolah, Tasikmalaya.

Menurut Dinda, TKA memberi kesempatan setara bagi semua, materi tesnya pun sangat menantang untuk menguji kemampuan berpikir.

“Saya merasa TKA memberikan kesempatan yang setara bagi semua. Soalnya menantang tapi relevan, benar-benar menguji kemampuan berpikir dan pemahaman materi. Saya yakin ini adalah langkah besar menuju proses seleksi yang jujur dan berkualitas,“ ucap Dinda penuh semangat.

Sedangkan Muhammad Rifki Fadilah, SMA Muhammadiyah Cileungsi, Kabupaten Bogor, merasa TKA benar-benar menguji dengan soal-soal yang menantang, karena itu menuntut proses belajar yang fokus agar benar-benar siap.

“Materi soal sangat menantang, saya yakin proses belajar mandiri dengan fokus pada kisi-kisi dan latihan soal adalah kunci untuk menghadapi seleksi yang menuntut kualitas dan kesiapan maksimal ini,” ujar Rifki dengan mantab.

Toni menilai sebuah capaian luar biasa dengan peserta lebih dari 3,5 juta siswa, memperlihatkan semangat sekolah dan siswa yang tinggi dalam membangun budaya mutu pendidikan.

”Ikhtiar pemerintah dan sekolah untuk membangun budaya mutu dalam pendidikan terlihat dari antusiasme peserta TKA tahun ini,” ucap Toni.

Hal itu didukung Kepala SMA Muhammadiyah Cileungsi Dendi Komarudin, S.Pd,. Gr. Menurutnya, tes kemampuan akademik yang diinisiasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sangat bermanfaat bagi siswa-siswi.

Dendi berharap, semoga kelak, hasil tes dapat memberikan gambaran yang jelas mengenai kekuatan dan kelemahan siswa-siswi.

“Sehingga kami sebagai guru dan stakeholder sekolah dapat memberikan bimbingan yang lebih terarah. Ini adalah langkah positif untuk membantu siswa meraih kesuksesan di masa depan,” tegas Dendi. (yog)