Tiga Nyawa Hilang Jelang Ultah PSSI ke-88

HARI ini, Kamis 19 April 2018, PSSI genap berusia 88. Usia yang sudah tidak muda lagi. Bahkan sudah udzur. Umurnya lebih tua dari Kemerdekaan Republik Indonesia. Sejatinya, di usia ke-88 PSSI sudah semakin matang, berpengalaman, professional, bermartabat, dan tentunya menghadirkan kejayaan berupa rentetan prestasi yang mengangkat harkat martabat bangsa di mata dunia. Nyatanya? PSSI baru mampu mempersembahkan dua medali emas sepak bola di SEA Games 1987 dan 1991 sebagai prestasi tertinggi.

Yang bikin ironis jelang perayaan ulang tahun ke-88, sepak bola Indonesia berduka. Tiga suporter sepak bola harus meregang nyawa dengan sebab yang berbeda. Pertama, Micko Pratama, 17 tahun. Bonek asal Waru, Sidoarjo, tewas dikeroyok sejumlah orang tak dikenal di Solo, Jawa Tengah usai mendukung Persebaya melawan PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, 14 April 2018. Micko meninggal dua hari jelang ulang tahun ke-17-nya yang jatuh pada 16 April 2018. Kedua,Imam Shokib, Aremania asal Jombang. Tewas karena kecelakaan lalu lintas usai menyaksikan laga Arema versus Persib di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang, 15 April 2018. Imam yang membonceng temannya, Muhammad Yuliono, mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi karena dikejar sekelompok oknum tak dikenal. Motor yang ditumpanginya mengalami kecelakaan tunggal menabrak mobil di Jalan Raya Ngoro, Kandangan, Desa/Kecamatan Ngoro, Jombang. Ketiga, Dimas Dhuha Ramli. Aremania berusia 16 tahun ini korban kericuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan jelang pertandingan berakhir antara Arema vs Persib. Dimas terkena tembakan gas air mata yang dilesakkan pihak kepolisian untuk menghalau massa yang masuk lapangan. Dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar dan pada 18 April 2018 menghembuskan nafas terakhir. Tiga nyawa yang hilang tentunya jadi kado pahit buat organisasi sepak bola yang didirikan Ir. Soeratin Sosroegondo pada 19 April 1930 di Yogyakarta.

“Untuk pertama kalinya sepanjang sejarah ulang tahun PSSI berkado duka: tiga nyawa hilang dalam waktu berdekatan karena sepak bola. Ini harus menjadi renungan dan instropeksi bersama. Harus dicarikan solusi agar tak lagi ada korban nyawa. Satu nyawa terlalu mahal, apalagi sampai tiga. Perlu diingat sepak bola itu hiburan, alat persatuan dan kesatuan, bukan kuburan,” kata Akmal Marhali, Koordinator #SaveOurSoccer #SOS.

Berdasarkan data dari Lembaga Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Save Our Soccer #SOS, Dimas Dhuha adalah “tumbal nyawa” ke-69 dari “kejamnya” sepak bola Indonesia sejak Liga Indonesia digulirkan pada 1994/1995 (lihat data statistik Litbang #SOS).  Khusus untuk fans Arema, Aremania, Dimas adalah korban kesembilan. Sementara untuk fans Persebaya, Bonekmania, Micko adalah korban ke-16. “Situasinya sudah sangat kritis. Harus dilakukan pembenahan dan juga cegah tangkal agar tak lagi sepak bola memakan korban. Tiga nyawa hilang dalam rentang sepakan tak bisa dianggap angina lalu,” kata Dika Surjanto, Kepala Departemen Litbang #SOS. “Selama ini pengusutan terhadap tewasnya suporter tak pernah tuntas. Hanya lips service setelah itu hilang ditelan bumi. Hanya ungkapan prihatin dan belasungkawa yang disampaikan tak ada tindakan nyata. Dimana pengawasan PSSI dan pemerintah? Kasus ini harus dituntaskan agar tak lagi jatuh korban ke depannya” Akmal menambahkan.

Selain mengusut tuntas penyebab melayangnnya tiga nyawa dan memberikan hukuman sepadan, #SOS juga meminta PSSI dan Pemerintah (dalam hal ini Kemenpora), melakukan evaluasi total terhadap kompetisi yang sedang berjalan. Dalam berbagai aspeknya, mulai dari penegakkan aturan sampai pelanggaran yang dilakukan. Bentrokan suporter, vandalism, anarkisme, di lapangan tak lepas dari kurang tegasnya PSSI dan Pemerintah dalam menegakkan aturan. “Fungsi pengawasan harus benar-benar di lakukan. Masyarakat hanya ingin hiburan dan sepak bola berprestasi. Bukan sejumlah ‘dagelan’ yang akhirnya menyulut emosi dan mengorbankan nyawa,” Dika mengungkapkan.

#SOS juga menyarankan agar PSSI mensosialisasikan FIFA Stadium Safety and Security Regulation kepada seluruh stakeholder sepak bola nasional. Mulai dari pemain, pelatih, manajemen klub, panitia pelaksana pertandingan, sampai aparat keamanan. Penembakan gas air mata yang dilakukan pihak kepolisian saat Arema vs Persib di Stadion Kanjuruhan adalah sesuatu yang dilarang berdasarkan FIFA Stadium Safety and Security Regulation pasal 19 poin b. “No firearms or “crowd control gas” shall be carried or used.”

“Penanganan dan pengamanan sepakbola sangat berbeda aturannya dengan demonstrasi. Sepakbola punya aturan sendiri lewat regulasi FIFA yang harus ditaati. Tujuannya untuk menjaga agar taka da korban jiwa di sepak bola,” kata Dika. “Seluruh petugas keamanan pertandingan sepak bola mulai dari panpel, steward, polisi, tentara, pamong praja, dan lainnya harus memahami FIFA Stadium Safety and Security Regulation agar bila terjadi chaos bisa menanganinya sesuai standar tanpa harus jatuh korban nyawa. Sama dengan penonton petugas keamanan juga tidak boleh menggunakan alat yang membahayakan, termasuk gas air mata untuk mencegah chaos.

Terkait keluhan PSSI tidak adanya dana untuk sosialisasi FIFA Stadium Safety and Security Stadium sejatinya bisa diatasi. Dana sosialisasi bisa diambil dari denda uang yang dijatuhkan Komdis PSSI kepada pemain, pelatih, klub, suporter selama ini. “Sukses Komdis PSSI bukan dilihat dari banyaknya hukuman yang dijatuhkan baik berupa larangan bermain maupun denda uang. Sukses Komdis itu adalah ketika jumlah pelanggaran setiap tahunnya semakin berkurang,” kata Dika. PSSI juga harus segera berkoordinasi kepada pihak kepolisian untuk sosialisasi regulasi tersebut. “Polisi sebagai pelindung, pelayan, dan pengayom masyarakat sebagaimana slogannya harus benar-benar hadir di sepakbola. Dan, segala kasus yang mengakibatkan tewasnya supporter harus diusut tuntas agar bisa dijadikan pelajaran dan tak lagi terulang ke depannya,” Dika menegaskan. ***

Optimis Sambo Akan Mendunia

AJANG Test Event Sambo Road to Asian Games 2018 yang berlangsung 11-12 April ini di Lagoon Tower Hotel Sultan Jakarta kedatangan tamu istimewa, Presiden Sambo Asia Alam John.

Pria asal Uzbekistan ini sengaja diundang oleh Pengurus Pusat Persatuan Sambo Indonesia (PP.Persambi) untuk melihat langsung pelaksanaan ajang Test Event Sambo Road to Asian Games 2018.

Alam John pun mengapresiasi Persambi yang telah berupaya keras menggelar Test Event ini.’ Bagi Sambo Asia, ajang Test Event ini sangat penting terutama bagi tuan rumah Indonesia.

Presiden Sambo Asia Alam John.

”Memang belum semua negara Asia ikut Test Event ini namun itu tak akan mengurangi nilai dan tujuan kita yakni menjadikan olahraga Sambo akan mendunia,”kata Alam John. Dia optimis olahraga Sambo akan mendunia seperti cabang olahraga beladiri lainnya di antaranya adalah taekwondo, karate, wushu dan tinju.

Untuk menjadikan olahraga Sambo mendunia, Alam John bersama Sambo Asia akan memperbanyak pertandingan dan seminar. Kedua hal itu sangat penting mengingat potensi sambo untuk lebih dikenal anak-anak muda sangat besar.

Khusus di Indonesia, Alam John juga menilai perkembangannya cukup menggembirakan. Apalagi Sambo Indonesia kini dipimpin oleh sosok yang sangat familiar dengan olahraga beladiri. Ia berharap, Indonesia menjadi lokokmotif perkembangan olahraga Sambo di kawasan Asia Tenggara.

Usai Asian Games 2018 nanti, Sambo Asia akan gencar mempromosikan olahraga beladiri ini. Memang salah satu kendala untuk mengembangkan olahraga ini adalah dana. Namun dengan organisasi yang profesional, kendala dana bisa diatasi. Alam tak menampik dukungan pemerintah sangat dibutuhkan untuk mengembangkan olahraga ini. ***

Lawan Pentinju Rusia, Daud Yordan Minta Restu Menpora

Petinju Daud Yordan dan Menpora Imam Nahrawi.

PETINJU andalan Indonesia, Daud Yordan meminta restu Menpora Imam Nahrawi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Rabu (11/4) lalu, sebelum bertanding melawan Pavel Malikov di Rusia, 22 April mendatang.

“Saya meminta restu dan dukungan dari Menpora dan seluruh masyarakat Indonesia agar bisa meraih kemenangan pada pertandingan nanti,” kata Daud Yordan di lintasan atletik Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan.

Daud Yordan dan Menpora Imam Nahrawi sebenarnya hanya bertemu secara kebetulan. Petinju asal Kalimantan Barat itu mengaku sedang menjaga kondisi sepulangnya dari Madrid, Spanyol sedangkan Menpora sedang melakukan kegiatan Gowes Bersama.

Dalam obrolan singkatnya. Daud Yordan mengutarakan pemikirannya jika pertandingan kelas dunia bisa saja dibawa ke Indonesia dengan catatan pemerintah bisa memberikan dukungan penuh. Apalagi banyak petinju Indonesia yang sangat berpotensi menjadi juara dunia.

Dengan peluang kembali bertanding, petinju yang akan dipanggil Cino itu mengaku akan menunjukkan kemampuan terbaiknya demi meraih kemenangan pada pertarungan kelas ringan (61,2 kg) itu karena persiapan yang dilakukan sudah berjalan dengan baik.

“Saya sudah siap. Saya juga sudah mempelajari gaya bermain lawan. Memang dia banyak keunggulan seperti lincah dan lebih pendek. Tapi saya sudah mengantisipasinya,” kata pemilik rekor 37 menang yang 25 di antaranya dengan KO itu.

Sesuai dengan rencana, petinju yang pernah menjadi juara kelas bulu WBO (57,1 kg) ini akan bertolak menuju Rusia, 18 April. Untuk mengisi waktu, suami dari Mega Angela ini menjalani latihan rutin di Jakarta.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi menegaskan jika dukungan penuh lawah diberikan kepada Daud Yordan karena ini merupakan salah satu upaya untuk mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional.

“Mari kita doakan agar Daud Yordan mampu merebut gelar. Ini adalah sebuah kebanggaan karena membawa nama baik bangsa,” katanya di sela memberi semangat Daud Yordan yang sedang berlatih ringan di Stadion Utama Gelora Bung Karno Senayan dilansir dari Antara.

Perjuangan Daud Yordan untuk kembali naik ring memang cukup berliku. Setelah gagal melawan petinju asal Inggris, Luke Campbell dan petinju asal Rusia lainnya Isa Chaniev, Cino. Harus kembali menunggu dan bertahan di Madrid sekitar tiga bulan dan akhirnya mendapat lawan yaitu Pavel Malikov. ***

Azki, Siswa SD Pasireurih 1 Mendulang Prestasi

Kiri: Azki bersama Ida Farida Natalia, mamanya. Kanan: Azki bersama Kepala Sekolah Pasireurih 1, Kusnadi. Foto: Andang S

PRESTASI seperti melekat dengan Sekolah Dasar (SD) Negeri Pasireurih 1, Desa Pasireurih, Cipeucang, Pandeglang. Dari tahun ke tahun, dari masa ke masa, sekolah ini banyak melahirkan siswa berprestasi di berbagai ajang perlombaan. Untung tingkat kecamatan, nyaris langganan juara.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, saat salah satu siswanya, Azki (10), meraih juara pertama Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Kecamatan Cipeucang untuk cabang bulutangkis. Siswa kelas 5 SDN Pasireurih 1 itu mengalahkan rival-rivalnya dari sekolah lain, melalui perjuangan yang ketat.

Ditemui Jayakartanews di kediamannya, Sabtu (14/4), Azki mengaku awalnya tidak pernah menyangka bakal juara. Alasannya, selain porsi latihan yang ia rasa masih kurang, juga karena tingkat persaingan yang ketat di kelompok usianya. Rasa pesimisme itu ia tutup dengan bermain ngotot pantang menyerah. Ibarat, ke mana bola terarah, ia akan berjibaku menyabetnya.

“Yang paling seru saat di final melawan siswa dari SD Palanyar 1. Set terakhir sempat deuce di angka 20-20, namun akhirnya saya bisa menutup set penentuan itu. Kemenangan ini tidak luput dari peran pembimbing dan para guru SD Pasireurih 1,” ujar Azky

Sementara, Kepala Sekolah Dasar Pasireurih 1 Kecamatan Cipeucang, Kusnadi saat dihubungi mengaku bangga dengan prestasi anak didiknya, juara di O2SN tingkat Kecamatan tahun 2018 ini. “Ini prestasi Azki. Berkat prestasinya, nama sekolah pun terangkat. Saya selaku Kepala Sekolah mengucapkan banyak terima kasih kepada Azki dan semua pihak yang telah membantu serta men-support sehingga satu cabang olahraga di 02SN SD Pasireurih meraih gelar juara,” ujar Kusnadi

Hal senada dikatakan Ida Farida Natalia sebagai orang tua Azki. Ia merasa senang melihat anaknya meraih prestasi. Atas prestasi Azki, Ida berkeinginan untuk lebih meningkatkan dan mengembangkan lebih tinggi lagi. “Saya percaya, talenta Azki adalah anugerah Tuhan, maka sebagai orangtua saya tidak boleh mengabaikannya,” ujar Ida pula.

Langkah pertama orangtua adalah mengirimkan Azki ke PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Kabupaten Pandeglang, agar mendapat pembinaan dan pengarahan lebih baik. “Semoga, Azki bisa menjadi pebulutangkis nasional yang mengharumkan Indonesia dan Pandeglang, khususnya. Itu harapan saya,” harap Ida. ***

Sandi Ikuti Ciliwung Run 5K

BUKAN Sandiaga Uno namanya jika tak aktif membugarkan diri supaya terlihat selalu fit dalam menjalani tugas. Ya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno ini mengikuti Ciliwung Run 5 kilometer, Sabtu (7/4) pagi.

Dengan mengambil start dari Tugu Proklamasi dan finish di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan. Dikatakan Sandi, lari kali ini berbeda dari biasanya yang mengambil rute jalan-jalan utama. Kegiatan ini menyusuri Sungai Ciliwung dan berbaur bersama warga dan disambut antusias warga.

“Kegiatan ini betul betul bisa mengubah pola pikir kita, bahwa Sungai Ciliwung adalah milik kita dan harus dijaga kebersihannya bersama-sama,” kata Sandi di Balai Kota.

Ia menambahkan, jumlah peserta komunitas Jakarta Berlari terus bertambah dan gaya hidup sehat ini bisa menjadi keseharian. Terlebih Jakarta sebentar lagi menyambut Asian Games pada Agustus 2018 mendatang.

“Selamat Ulang Tahun Jakarta Berlari, terus berlari, berbagi, menginspirasi dan jadikan Jakarta kota yang sehat, bersih dan maju kotanya, bahagia warganya,” tandasnya. ***

Trimedya Siap Angkat Prestasi Gulat

TRIMEDYA Panjaitan Selaku Ketua Pengurus Pusat Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PP PGSI) masa bakti 2018-2022, berjanji akan mengangkat prestasi gulat Indonesia. Demikian dijelaskan Trimed sapaan politisi asal PDIP itu saat pengurus PP PGSI dikukuhkan oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman di Hotel Century Jakarta, Rabu (4/4) lalu.

Acara turut dihadiri Ketua DPR, Bambang Soesatyo dan Wakil DPR Utut Adyanto. Keyakinan itu sebab para pengurus gulat diisi dan dukungan figur-figur pengurus yang telah teruji, PP PGSI akan dapat melahirkan pegulat-pegulat handal yang bisa berbicara di tingkat Asean, Asia bahkan dunia.

“Yang kedua, kami juga ingin mempopulerkan gulat. Saya yakin, sudah memilih figur-figur yang tepat dalam kepengurusan. Orang-orang yang saya ajak masuk dalam kepengurusan adalah teman-teman saya dari kalangan wartawan, advokat, legislatif dan pengusaha yang sudah teruji semua dan siap bergotong royong memajukan gulat,” kata Trimedya dalam sambutannya usai dikukuhkan.

“Kita tahu anggaran dari pemerintah untuk gulat bisa dibilang hampir tidak ada. Karena itulah saya memilih mereka menjadi pengurus. Kami juga berharap dapat bapak asuh yang dapat mendukung program pembinaan yang akan kami jalankan. Karena seingat saya gulat dulu pernah punya bapak asuh yaitu BUMN,” harapnya.

Guna melahirkan pegulat-pegulat handal, PP PGSI akan memprioritaskan pembinaan usia muda, 12 hingga 16 tahun.

“Selain itu, Insha Allah kami juga akan melaksanakan kejurmas setiap tahun secara rutin. Tetapi untuk 2018 ini, fokus kami adalah mempersiapkan atlet menghadapi Asian Games. Kami memang ditarget 1 emas, namun kami optimis bisa meraih lebih dari 1 emas dan melampui target,” tandas pria yang juga anggota Komisi III DPR RI dari Partai PDIP ini.

Dalam kesempatan sama Manajer Timnas Gulat Indonesia, Gusti Randa menerangkan pada 2018 ini ada dua event internasional dalam kalender kegiatan PP PGSI, yaitu Asian Games 2018 dan Youth Olympic 2018, Oktober mendatang di Buenos Aires, Argentina.

Terkait persiapan menyongsong Asian Games 2018, dijelaskan, sejak 22 Februari lalu, PP PGSI telah melaksanakan Training Centre (TC) di Icuk Sugiarto Training Centre, yang diikuti sebanyak 18 atlet pelatnas gulat.

“Kemudian akan dilanjutkan dengan program try out ke Bulgaria yang akan dimulai pada 22 April hingga 17 Juni. Selama menjalani program try out, para atlet juga akan diikutsertakan dalam kejuaraan gulat terbuka di Kota Sasari, Italia. Kita harapkan, dengan mengikuti try out di Eropa kemampuan para atlet akan meningkat dan dapat meraih hasil terbaik di Asian Games 2018,” ujar Gusti Gusti yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PGSI.

“Di Asian Games 2018 mendatang, gulat akan mempertandingkan 18 nomor. Semua nomor kita ikuti. Target kita sebenarnya hanya 1 emas. Tetapi saya yakin, bisa dapat lebih dari satu,” katanya. ***

Rajamin Sirait: Publikasikan Gulat Lewat Pusat Keramaian

KETUA Bidang Hubungan Antar Lembaga, Daerah, dan Promosi PP PGSI, Rajamin Sirait akan membuat langkah dengan gebrakan berbagai program, agar gulat lebih dikenal dan berkembang.

“Intinya saya siap memberikan kontribusi terbaik untuk kemajuan gulat Indonesia. Saat ini, gulat lagi masa-masa di bawah. Tetapi saya yakin, apa yang paling bisa membuat kita besar di jaman ini adalah kemitraan. Oleh karena itu, kami akan mendorong pengprov-pengprov untuk bersinergi dengan Koni Provinsi.

Mendorong supaya banyak kegiatan-kegiatan olahraga. Karena selama ini permasalahannya kekurangan event. Supaya lebih maju, event harus diperbanyak. Sehingga muncul atlet-atlet baru,” kata Rajamin yang juga Ketua Pengprov PGSI Sumut kepada wartawan.

Pria yang juga Ketua DPW Partai Berkarya itu menegaskan bahwa selama ini kan kita selalu menyelenggarakan pertandingan gulat di ruang tertutup. Kita coba melakukan terobosan menggelar pertandingan di ruang terbuka. Hasilnya sangat memuaskan, animo masyarakat sangat besar,” tandasnya.

Berbekal sukses pada penyelenggaraan di Merdeka Walk beberapa waktu lalu, dalam waktu dekat di bulan ini, Pengprov PGSI Sumut kembali akan menggelar kejuaraan gulat bertajuk Sumut Open di salah satu mal (pusat perbelanjaan) yang ada di Kota Medan.

Sisi lainnya kami kini tengah menjajaki kerjasama dengan pihak Kemendikbud agar gulat masuk dalam salah satu kurikulum di sekolah-sekolah. “Upaya ini agar gulat bisa berkembang lewat sekolah. Selanjutnya pembinaan yang bersinergi dengan pemerintah ini berkesinambung,” tegas pria yang berlatar belakang pengusaha itu. ***

Benzema Ingin Jadi Duta Cilik McDonald di PD Rusia 2018

 

USIANYA baru menginjak 7 tahun, namun kecintaan bermain sepakbola rupanya sudah dia ditekuni sejak usia dini. Darah sepakbola memang mengalir dari sang ayah Taufik Panji Alam. Ya, Benzema Islami Alam ingIn mewujudkan impiannya menjadi pemain sepakbola kenamaan, melebihi prestasi ayahnya.

Menurut Ben, panggilan akrab bocah polos ini,  sepakbola adalah olahraga yang sangat sederhana, tidak susah. Hanya menendang dan berlari mengejar bola saja, namun hal itu diakuinya tidak membuatnya bosan. Bagaimana tidak, semenjak dia berumur 4 tahun, ayahnya sering mengajaknya  ke lapangan bola.

“Kadang kala harus berlari ikut kelapangan dengan ayah, meski cuaca panas dan hujan, tapi tidak menyurutkan kecintaan ku pada sepakbola, Walau saya belum cukup umur untuk bermain bola, namun saya sudah merasakan suasana sepakbola. Membuat saya cinta dengan sepakbola. Apalagi ayah juga sering bermain bola, ayah juga sering keluar kota untuk mengikuti perkembangan sepakbola di daerah,” kata Ben yang kelahiran Tangerang, 30 April 2011 itu.

“Ayah sering mengajak Bintang sepakbola masa depan kita, Kak Egy Maulana Vikri, kak Risdianto dan kak Chandra personil dari  Sekolah Olahraga Ragunanan Binaan Menpora. Mereka juga kerab datang ke rumah. Dari situ saya perhatikan bahwa betapa bahagianya mereka bisa bermain bola,” kata Ben kepada wartawan saat pembuatan video klip yang diprakarsai Mc-Donal itu di Stadion Kebanggaan Indonesia Stadion Utama Gelora Bungkarno Senayan Jakarta, belum lama ini.

Pelajar SD Negeri 12 Jaksel ini lebih lanjut menyatakan,  ayahnya tidak pernah memaksakan untuk bermain bola. Ayah membebaskan saya untuk mengenal seluruh cabang olahraga lainya. “Saya juga tidak harus menjadi pemain bola, saya hanya ingin menjadi anak yang bisa berguna dan berbakti kepada orang tua dan negara, selalu bersukur dan wajib beribadah itu pesan ayah kepada saya,” tambah anak pertama dari dua bersaudara ini.

Cita-cita yang tinggi itu membuat ia mencoba menjadi salah satu anak Indonesia yang ingin menjadi Duta Cilik pada ajang FIFA WORLD CUP 2018 atau Piala Dunia di Rusia pada tahun 2018. “Saya mohon dukungan dan doa dari teman, saudara dan bangsa Indonesia, agar saya bisa terpilih dan memberikan pengalaman berharga di Rusia, semoga mimpi saya menjadi kenyataan,” ujar  Ben berharap.

Seandainya  gagal, Ben menilai dirinya  sudah berusaha memberikan pengalaman saya tentang sepakbola. “Ayo dukung saya menjadi duta cilik sepakbola Indonesia di Rusia, agar Indonesia bangkit menjadi negara terkuat di Asia dan Dunia,” ujarnya polos.
Dalam latihan ringan tadi sore, dengan tehknik dribling, shooting dan kontrol bola di lakukan untuk menambah kemampuannya,  hanya dalam waktu 35 menit dokumen itu akan di serahkan kepada pihak penyelenggara. Jordan

Bio Data Benzema:

Nama Lengkap :Benzema Islami Alam (7thn)
Tempat/Tgl Lahir :Tangerang 30 April 2011.
Status :Pelajar SD Negeri 12 Jaksel.
Anak :Pertama dari 2 bersaudara.
Adik :Diego Alfatih Alam (2,5thn).
Nama Ayah :Taufik Panji Alam.
Cita-cita :Pemain Sepakbola Terkenal.

Deky, Pebulutangkis Cilik Pandeglang

Deni dan anak sekaligus atlet didiknya, Deky (10). Pebulutangkis cilik Pandeglang berprestasi. Foto: Andang S

NAMA Deky (10) siswa Sekolah Dasar (SD) Kabayan 1 Pandeglang sudah tidak asing lagi di kalangan pecinta bulutangkis Pandeglang. Hampir dalam setiap event bulutangkis yang diselenggarakan PBSI Pandeglang, selalu dimenanginya. Tak heran jika ia digadang-gadang bakal menjadi atlet bulutangkis nasional yang bakal mengharumkan Pandeglang, kota “sejuta santri, seribu ulama”.

Catatan prestasi terakhir, antara lain diukir saat menjuarai kejuaraan antarsekolah dasasr seperti O2SN tingkat kecamatan hingga tingkat kabupaten. Bahkan, ia juga menjuarai kejuaraan tingkat provinsi Banten, tahun lalu.

Deni, bapak sekaligus pelatih bagi Deky kepada Jayakartanews baru-baru ini di Gedung Serba Guna Graha Pancasila Pandeglang mengatakan, dirinya tidak letih melatih talenta anak yang juga atlet didiknya itu. Kata Deni anaknya sudah mengenal bulutangkis sejak dari usia 6 tahun.

Deni mengaku selama ini dirinya merasa banyak kekurangan dalam melatih atlet didiknya. Pasalnya untuk Kabupaten Pandeglang belum memiliki Gedung Olah Raga (GOR). Tidak adanya fasilitas yang memadai, berdampak pada kurangnya prestasi atlet. Sarana sangat penting untuk meningkatkan prestasi atlet, karena menyangkut keteraturan jadwal latihan.

“Kalau saja Pandeglang punya GOR, tentu prestasi atletnya akan lebih baik. Saat ini kami selalu berlatih dengan sarana apa adanya di Gedung Serba Guna Garaha Pancasila ini. Jadwal latihan kami tidak rutin, karena terkadang gedung ini ada yang sewa seperti misalnya untuk pernikahan,” ujarnya

Deni berharap ke depan Pandeglang memiliki GOR sehingga atlet Pandeglang dapat berlatih penuh sesuai jadwal yang ditentukan. “Kalau di Pandeglang ada GOR saya yakin banyak atlet nasional yang lahir dari kota ini,” tutupnya. ***

Deni sedang melatih anak yang juga atlet didiknya, Deky. Foto: Andang S

Presiden Minta Kevin/Marcus Juara di Asian Games 2018

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon diterima Presiden Jokowi dan Menpora.

PASANGAN bulu tangkis ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya/Marcus Gideon, mengaku senang diterima oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/4) sore. Pertemuan ini menurut Kevin dan Marcus menambah motivasi untuk bisa memberikan yang terbaik untuk Asian Games.

“Tadi Bapak Presiden menitip gelar Asian Games kepada kita. Ini menambah motivasi buat kita untuk bisa memberikan yang terbaik buat Asian Games,” kata Kevin Sanjaya Sukamuljo usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta.

Kevin menambahkan, dirinya dan Marcus harus optimistis ya tapi tidak mau berlebihan juga. Tapi kita jadi pasti kasih yang terbaik. “Targetnya kita pasti emas,” kata Kevin menjawab pertanyaan wartawan mengenai target mereka di Asian Games 2018 di Jakarta, Agustus mendatang.

Menurut Kevin/Marcus yang baru saja mempertahankan gelar juara All England itu, saingan terberat yang akan mereka hadapi dalam Asian Games mendatang cukup merata. “Mungkin ada China, Jepang, Korea, Thailand. Semua cukup merata. Yang penting kita harus siap,” kata Kevin.

Dalam pertemuan, Presiden meminta keduanya agar tak berpuas diri dan tetap konsisten mempertahankan prestasi yang selama ini telah diperoleh. Apalagi pada 2018 ini, Indonesia berkesempatan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018 di mana cabang olahraga bulu tangkis turut digelar. ***