
SETELAH sempat tertunda selama dua kali, akhirnya petinju kelas ringan (61,2 kilogram) Indonesia Daud Yordan dijadwalkan naik ring di Rusia pada 22 April 2018. Di Rusia Daud akan bertarung melawan petinju tuan rumah Pavel Malikov.
SETELAH sempat tertunda selama dua kali, akhirnya petinju kelas ringan (61,2 kilogram) Indonesia Daud Yordan dijadwalkan naik ring di Rusia pada 22 April 2018. Di Rusia Daud akan bertarung melawan petinju tuan rumah Pavel Malikov.
NAMA Egy Maulana Vikri, pemain Timnas Indonesia U-19, tiba – tiba jadi perbincangan banyak kalangan, terutama pecinta sepak bola di tanah air. Pasalnya, pesepakbola kelhiaran Medan, Sumatera Utara, 7 Juli 2000 ini, resmi dikontrak Lechia Gdansk, sebuah klub sepak bola Polandia. Egy dikontak selama 3 tahun, mulai 8 Juli 2018 mendatang.
“Saya senang bisa bergabung dengan Lechia Gdansk. Saya sudah belajar banyak terkait Klub baru saya ini. Saya pikir Polandia dan Lechia merupaka tempat yang tepat bagi saya untuk berkembang,” papar Egy di situs resmi klub ini.
Bagi Egy Maulana, Lechia menjadi pijakan pertamanya dalam meniti karir di sepak bola Eropa. Pemain Timnas Indonesia U-19 ini bermimpi ingin menjadi pemain terbaik di Eropa, dan kini siap berjuang untuk mengejar mimpinya.
Sebagaimana diketahui, Lechia merupakan klub sepak bola kasta tertinggi Polandia, berbasis di Gdansk. Lechia berdiri 1903. Tercatat, 1956, Lechia pernah berada di peringkat tiga Liga Polandia. Pernah tampil di Piala Winner’s Eropa tahun 1983/1984. Setelah terdegradasi, Lechia kembali promosi 2008 lalu. Pada musim ini, Lechia ada di peringkat 13 klasemen sementara Liga Polandia.
Bagi Egy, tak mudah untuk menjadi pemain inti di Klub yang berbasis di Gdansk ini. Pasalnya, banyak pemain juga berambisi sama menjadi pemain inti. Salah satu pesaing berat jika ingin menjadi pemain inti di Lechia yakni Milos Krasic, mantan pemain Juventus, asal Serbia. Selain itu, masih ada pesaing lain, seperti Romario Balde, asal klub Benfica B, serta Joao Oliiera, pemain pinjaman dari Luzern.
Bagi Lechia Gdansk, Egy Maualana bukan permain pertama asal Asia yang direkrutnya. Pada 2013, Lechia Gdansk pernah merekrut Daisuke Matsui, dan 2014-2016, merekrut Tsubasa Nishi. Selamat berjuang Egy, semoga mimpimu menjad pemain terbaik di Eropa tercapai. ***


PB Perserosi yang menaungi sepatu roda dan skate board bergerak cepat dan sigap untuk mengatasi persiapan menuju Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Ada tiga poin penting yang dihadapi Perserosi saat ini, yakni venues untuk sepatu roda, masalah anggaran dan persiapan tim. Langkah ini dilakukan guna mencapai target tiga medali emas.
Tim sepatu roda dan skate board sejatinya terbentuk mulai Desember 2017, sebab saat itu adanya transisi dari masa kepengurusan PB Perserosi. Kepengurusan PB Perserosi baru dilantik pada November 2017, sedangkan keputusan untuk pembentukan tim pelatnas untuk cabor yang dimainkan di AG 2018 adalah September 2017. Jadi dua nomor ini sudah mengalami penundaan dan ketertinggalan selama tiga bulan.
Demikian dikatakan Velix Wanggai selaku Sekjen PB Perserosi. Velix lebih lanjut menyatakan ada empat sejatinya masalah yang kami hadapi. “Keempat problem itu adalah mulai pembentukan timnas, transisi pengurus, anggaran, dan venues pertandingan,”tegas Velix kepada wartawan di Kantor PB Perserosi di Jakarta.
Menurutnya keempat kendala itu, berkat kerja keras dan kekompakan para pengurus bisa teratasi. “Problem terbesar adalah masalah anggaran dan venues. Semula OCA menjanjikan akan membantu untuk membangun dan mempersiapkan tempat pertandingan di Palembang. Namun hingga kini janji manis itu tidak teralisasi. Akibatnya kami kesulitan untuk mendapatkan lokasi latihan terutama untuk nomor sepatu roda,” tegas Velix Staff Kusus mantan Presiden SBY.
Hal senada dikatakan Wakil Bendahara Umum PB Perserosi Boma Samihardjo bahwa untuk masalah anggaran yang hanya mendapatkan 20 persen dari kebutuhan Pelatnas. “Sejatinya kami memang harus mengoptimalisasi anggaran dari pihak pemerintah melalui kemenpora. Tapi jelas ini tidak cukup sama sekali. Sehingga kami harus mencari dari berbagai sumber. Bersyukur dengan bantuan dari pihak sponsorship masalah ini bisa diatasi,”ungkap Boma.
Dalam kesempatan yang sama Wakil Ketum Binpres Jeffri Abel menyebutkan bahwa terkait persiapan para atletnya, memang masih ada kendala. Menurutnya persoalan yang terbesar yang dihadapi atlet sepatu roda adalah sangat sulit mencari tempat latihan yang aman dan kondusif. “Ini adalah masalah terbesar yang kami hadapi saat ini, pasalnya ada pihak yang tidak menggerti arti dari pada tugas yang kami emban membela nama bangsa dan negara melalui olahraga di level Asia,” tegas Jeffri. ***

PENGURUS Besar Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat meloloskan Shorinji Kempo sebagai salah satu cabor yang dipertandingkan pada SEA Games mendatang
Hal ini dikatakan Saifudin Aswari Rivai saat dilantik sebagai Ketua Umum PB Perkemi bersama jajaran pengurus masa bakti 2018-2022, oleh Ketua Umum KONI Pusat, Tono Suratman di Gedung Sidharta A. Martoredjo Pusdiklat Shorinji Kempo Pondok Gede.
Ketua Umum PB Perkemi Saifudin Aswari Rivai menyatakan akan langsung bekerja dengan melakukan konsolidasi ke Pengprov Perkemi di seluruh Indonesia dan KONI serta KOI guna memastikan lancarnya roda organisasi.
Selain itu, Saifudin menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus pada peningkatan dan penyeragaman teknik bagi seluruh kenshi dengan mengirimkan para anggota Majelis Guru ke seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Tono Suratman menyatakan sangat senang dengan kepengurusan baru ini. Hal tersebut menunjukkan berjalannya regenerasi secara baik di tubuh organisasi PB Perkemi. Selain itu ia juga merasa yakin PB Perkemi akan semakin berjaya dan bisa mengharumkan nama Indonesia di event-event internasional.
Acara pengukuhan dan pelantikan ini dihadiri oleh pendiri Perkemi, Indra Kartasasmita yang juga merupakan Ketua Umum PB Perkemi periode 2014-2018, para pengurus KONI Pusat serta beberapa perwakilan cabang olahraga. ***

TIM senam Indonesia akan mengikuti Piala Dunia Senam Artistik 2018 yang akan berlangsung di Doha, Qatar, pada 19-26 Maret demi peningkatan prestasi dalam Asian Games 2018.
“Kami akan mengikutsertakan lima atlet putra dan empat atlet putri dengan dana dari pengurus provinsi serta dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora),” kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) Dian Arifin.
Menurut Dian, Piala Dunia Senam Artistik 2018 menjadi salah satu ajang pemantauan PB Persani terhadap hasil latihan atlet-atlet yang akan turun dalam Asian Games ke-18.
“Para peserta dalam Piala Dunia Artistik itu akan berasal dari berbagai negara, dan kami harus melihat gerakan-gerakan atlet-atlet kami sudah sampai pada tingkat mana. Kami juga masih mempertimbangkan kejuaraan uji coba berikutnya,” ujar Dian.
PB Persani masih memogramkan pemusatan pelatihan nasional bagi 12 atlet disiplin artistik dan dua atlet disiplin ritmik. “Kami menyiapkan enam atlet putra dan enam atlet putri. Tapi, pemerintah hanya membiayai lima atlet putra dan lima atlet putri. Kami akan menyeleksi lagi agar menjadi 10 atlet total pada April setelah kembali dari Doha,” tutur Dian.
Selain keikutsertaan dalam kejuaraan uji coba di Doha, PB Persani juga akan mengirimkan atlet untuk mengikuti pelatihan luar negeri di Rusia pada Juni atau Juli hingga jelang pertandingan Asian Games pada Agustus.
“Kami semula berencana ke Amerika Serikat, tapi dana tidak mencukupi. Kami memilih Rusia karena hanya Rusia yang memberikan respons permintaan kami,” ujar Dian.
Dian mengatakan pelatihan luar negeri di Rusia dibutuhkan tim senam Indonesia untuk menyempurnakan gerakan para atlet sebelum mengikuti Asian Games.
“Dalam pelatihan luar negeri itu akan ada penambahan dan penyempurnaan gerakan meskipun tidak banyak. Kami perlu memantapkan strategi dan harus mengevaluasi gerakan setiap atlet karena pada cabang senam penilaian bersifat subjektif,” kata Dian lagi. ***

PT Liga Indonesia Baru (LIB) resmi mengumumkan Gojek Traveloka Liga 1 2018 akan kick off pada Jumat, 23 Maret 2018 dengan laga kampiun liga 1 Bhayangkara FC melawan juara Piala Presiden 2018 Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta. Sayangnya, sampai detik ini jadwal resmi keseluruhan kompetisi belum dirilis. Masih tebak-tebak buah manggis. PT LIB baru memastikan kick off dan estimasi kompetisi selesai pada 2 Desember 2018. Bahkan bisa molor sampai pertengahan atau akhir Desember.
Padatnya agenda pada 2018 mulai dari Pilkada serentak di 171 daerah, Ramadhan, Hari Raya Idul Fitri, sembilan agenda timnas sampai Piala Indonesia memungkinkan kompetisi bisa molor. Piala Indonesia akan digelar April sampai awal tahun 2019 melibatkan 128 klub dari Liga 1, Liga 2, dan Liga 3. Liga 2 dimulai April-November melibatkan 24 klub.
Menilik jadwal, Liga 1 sudah bentrokan jadwal dengan Piala AFF 2018 yang dimulai pada 2 November – 15 Desember 2018. Pada durasi itu Liga 1 masuk fase klimaks, sementara timnas yang memancang target juara Piala AFF harus fokus dan mempersiapkan diri. Conflict of Interest dan friksi sangat mungkin terjadi. Salah antisipasi akan berantakan semuanya.
Kompetisi Kerja Rodi. Inilah yang akan terjadi di 2018. Liga 1 yang idealnya 34 pekan akan dipadatkan menjadi 25 pekan. Artinya sepekan akan ada tiga laga beruntun. Bayangkan, geografis Indonesia yang luas dari Medan sampai Serui! Kelelahan akan menghantui para pemain. Rawan cedera, dehidrasi, bahkan sakit kuning bila tak pandai mengantisipasi.
“Ini kegagalan PSSI dan LIB dalam mengelola manajemen jadwal. KURAP (Kurang Antisipasi) KUTIL (Kurang Teliti) dan KUDIS (Kurang Disiplin). Jadwal padat, pemain kerja rodi. Timnas tinggal ampas. Harusnya semua ini sudah diantisipasi sejak tahun lalu dalam penyusunan jadwal. Bentrok kepentingan kompetisi dan timnas Asian Games dan AFF sangat rawan terjadi dan pastinya merugikan Sepakbola Indonesia,” kata Akmal Marhali, Koordinator #SOS #SaveOurSoccer ***

KEMENTERIAN Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memprogramkan pemberian vaksi influenza kepada para atlet pemusatan pelatihan nasional jelang Asian Games 2018 untuk menjaga kekebalan tubuh atlet selama berlatih.
“Vaksinasi influenza itu penting karena atlet tidak akan terkena flu dalam setahun. Flu akan menyebabkan kelelahan pada atlet,” kata Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Mulyana di Jakarta, Rabu (7/3).
Mulyana mengatakan atlet dan tim pelatnas Asian Games 2018 perlu mendapatkan sosialisasi vaksin influenza menyusul pencegahan kandungan zat doping dalam vaksin itu.

“Kami akan bekerjasama dengan Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) di kantor Kemenpora untuk menyosialisasikan jenis obat yang mengandung doping,” kata Mulyana.
Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional (PPITKON) Kemenpora Edi Nurindra Susila mengatakan atlet-atlet nasional terancam serangan influenza menyusul kondisi cuaca, pola makan, dan sering bepergian ke negara-negara lain untuk mengikuti kejuaraan uji coba.
“Serangan flu yang ringan pun dapat mempengaruhi pretasi individu atlet dan dia dapat menjadi sumber penularan bagi atlet lain,” kata Edi.
Kemenpora, lanjut Edi, mengagendakan vaksinasi influenza bagi para atlet pelatnas Asian Games mulai April hingga Juli sebelum pertandingan Asian Games pada Agustus di Jakarta dan Palembang.
“Kami akan berkunjung ke masing-masing pelatnas cabang olahraga yang turun dalam Asian Games. Kami membidik atlet-atlet utama dan mengupayakan semua biaya gratis,” kata Edi.
Kemenpora membidik 1.100 atlet utama pelatnas Asian Games dan Asian Para Games untuk mengikuti program vaksinasi influenza yang sedang menjalani pelatnas dan tersebar di sejumlah daerah di Indonesia.
Manajer Tim Angkat Besi Indonesia Dirdja Wihardja mengatakan program vaksinasi influenza itu sangat membantu para atlet menjaga kesehatan dan kondisi fisik mereka terutama saat menghadapi pergantian cuaca.
“Daya tahan atlet dapat lebih terjaga dengan vaksin influenza. Jika atlet kehujanan, dia bisa sakit dan tidak berlatih dua hari,” kata Dirdja.
Dirdja berharap Kemenpora tidak sekedar sosialisasi arti penting vaksin influenza tetapi juga dapat langsung memberikan kepada para atlet yang masih menjalani pelatnas di dalam negeri. ***

All England Open 2018 BWF World Tour Super 1000 akan menjadi target besar pertama yang dibidik PBSI. Kejuaraan tertua ini memang memiliki gengsi tersendiri di mata para pebulutangkis sejak dahulu kala. All England 2018 akan dilangsungkan di Arena Birmingham, Birmingham, pada 14-18 Maret 2018.
Tahun lalu, Indonesia mengukir prestasi manis lewat satu gelar yang diraih pasangan fenomenal Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo. Kini Marcus/Kevin yang duduk di peringkat satu dunia, kembali menjadi andalan untuk meraih gelar.
“Bisa dilihat sendiri, bahwa ke All England ini persiapannya serius, ini salah satu milestone PBSI. All England merupakan event penting, di turnamen ini akan diterapkan beberapa regulasi baru dari BWF seperti aturan tinggi servis dan tidak adanya babak kualifikasi,” kata Achmad Budiharto, Sekretaris Jenderal PP PBSI yang akan menjadi Manajer Tim Indonesia di All England 2018.
“All England jadi salah satu target kami, semoga kami bisa memenuhi target satu gelar dari turnamen ini. Tetapi semua atlet pasti maunya lebih, tiap sektor punya target masing-masing. Saat ini ganda putra memang paling stabil, tetapi masih ada sektor ganda campuran, ganda putri dan tunggal putra,” kata Susy Susanti, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI.
Ada beberapa hal menarik yang ditunggu-tunggu di All England 2018. Yang pertama adalah penerapan aturan tinggi maksimal servis yaitu 115 cm dari permukaan lapangan. Aturan ini untuk pertama kalinya akan diuji coba di All England 2018.
Selain itu, pasangan Juara All England 2016, Praveen Jordan/Debby Susanto seolah kembali bernostalgia setelah di All England 2018 mereka kembali reuni dan dipasangkan bersama. Sejak tahun 2018, Praveen/Debby resmi berpisah. Debby dipasangkan dengan Ricky Karanda Suwardi, sedangkan Praveen bersama Melati Daeva Oktavianti.
Namun karena alasan rangking yang belum mencukupi, kedua kombinasi pasangan baru ini belum dapat beraksi di All England 2018. Oleh karena itu, kesempatan ini dimanfaatkan Praveen/Debby untuk mencoba lagi. Diharapkan Susy, tampilnya Praveen/Debby dapat beriringan dengan pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang juga pernah mencetak prestasi gemilang dengan meraih gelar hat-trick di All England 2012, 2013 dan 2014.
“Praveen/Debby akan berpasangan lagi di All England 2018, mereka kan pernah juara di sini. Kami berharap dapat format ganda campuran terbaik, supaya bisa bahu membahu dengan Tontowi/Liliyana,” ujar Susy.
“German Open dan All England menjadi turnamen yang kami pantau, kami mau melihat bagaimana hasil yang diraih para pemain, sebagai bahan pertimbangan pemilihan tim inti Piala Thomas dan Uber. Akan dilihat apakah dia mampu? Lihat dari prestasinya. Pokoknya untuk Piala Thomas dan Uber serta Asian Games, yang terbaik yang akan masuk tim inti,” tutur Susy.
Sebagian pemain akan mengikuti German Open 2018 BWF World Tour Super 300 pada 6-11 Maret 2018. Tim akan berangkat pada Sabtu, 3 Maret 2018. Sedangkan mereka yang hanya berlaga di All England 2018, akan berangkat pada Minggu, 11 Maret 2018.
Daftar pemain yang akan bertanding di All England 2018
Tunggal Putra
Anthony Sinisuka Ginting (INA) vs Tommy Sugiarto (INA)
Jonatan Christie (INA) vs Wong Wing Ki Vincent (HKG)
Tunggal Putri
Fitriani (INA) vs Soniia Cheah (MAS)
Ganda Putra
Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (1/INA) vs Angga Pratama/Rian Agung Saputro (INA)
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (INA) vs Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (MAS)
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (INA) vs Jacco Arends/Ruben Jille (NED)
Ganda Putri
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (6/INA) vs Gabriela Stoeva/Stefani Stoeva (BUL)
Anggia Shitta Awanda/Ni Ketut Mahadewi Istarani (INA) vs Chloe Birch/Jessica Pugh (ENG)
Della Destiara Haris/Rizki Amelia Pradipta (INA) vs Chang Ye Na/Kim Hye Rin (KOR)
Ganda Campuran
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (1/INA) vs Evgenij Fremin/Evgenia Dimova (RUS)
Praveen Jordan/Debby Susanto (4/INA) vs Lee Yang/Hsu Ya Ching (TPE)
Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja (INA) vs Tan Kian Meng/Lai Pei Jing (MAS)

Pengurus Pusat Persatuan Cricket Indonesia (PP.PCI) tengah memikirkan upaya pembangunan lapangan cricket starndar internasional. Hingga saat ini Indonesia belum memiliki lapangan cricket standart internasional. Selama ini, para atlet cricket kita lebih banyak berlatih di lapangan kelas ”kampung”. Meski demikain, prestasi atlet cricket Indonesia sudah mampu bersain di level internasional.
Wakil Ketua Umum PP.PCI Abhiram Singh Yaday mengatakan hal itu kepada wartawan usai menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PP.PCI di Hotel Century Park Senayan Jakarta, Senin, (26/2). Rakernas yang berlangsung sejak 24 Pebruari lalu itu diikuti 21 Provinsi dengan membaahs program kerja tahun 2018. Sebelumnya para peserta Rakernas PCI mengevaluasi program kerja tahun 2017.
Menurut Abhiram, untuk membangun lapangan cricket standar internasional itu membutuhkan dana yang tak sedikit. Luas lahannya saja bisa 4 hektar. Lapangan cricket ini selain membangun lapangan untuk latihan juga mes untuk para atlet.”Jadi semacam tranning camp bagi para atlet pelatnas,”kata Abhiram.
Pria beradarah Pakistan itu juga menjelaskan bahwa untuk rumput lapangan criket harus diimpor dari Pakistan dan Australia. Abhiram berharap kendala lapangan ini bisa mendapat perhatian dari pemerintah terutama Kemenpora.
Menanggapi evaluasi kerja tahun 2017, Abhiram mengatakan, semua pengurus PCI selalu berupaya memenuhi program kerja meski sangat melelahkan.
”Jujur saja, setiap program kerja yang dibuat oleh PCI selalu melelahkan baik dari segi pendanaan, tenaga dan pikiran. Bahkan ada pengurus yang harus mengorbankan keluarganya,”tandasnya.
Namun, lanjut dia, semuanya itu akan terbayar tuntas jika prestasi atlet criket Indonesia membanggakan seperti pada SEA Games 2017 lalu di Kuala Lumpur, Malaysia yang sukses merebut 2 medali perak da 2 perunggu.
Pada Rekernas kali ini, PCI juga membahas persiapan PON 2020. Disepakati oleh peserta bahwa untuk PON 2020 di Papau tak ada batasan usia. Jadi beda dengan PON 2016 lalu di mana batasan usia 25 tahun. Babak kualifikasi PON 2020 akan dimulai awal tahun 2019. PCI mendapat kuota 8 tim putra-putri.
Selain itu juga, PCI akan mempersiapkan atlet untuk tampil di berbagai kejuaraan internasional di luar negeri diantaranya kejuaraan dunia kelompok umur di Malaysia pada Maret mendatang. PCI juga akan mengikuti kejuaraan pengganti Asian Games di Incheon, Korsel pada Mei. ***

Menjelang digelarnya Asian Games 2018, INASGOC kini tengah mempersiapkan perjalanan api Asian Games 2018 yang rencananya akan menyambangi 18 Provinsi di Indonesia. Ketua INASGOC Erick Tohir seusai memberikan pembekalan kepada kader partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Aula Kihajar Dewantoro, Akademi Bela Negara (ABN) di Jalan Pancoran Timur II/1 Jakarta Selatan, mengatakan, perjalanan api Asian Games 2018 itu harus memberikan makna bagi masayarakat Indonesia dan dunia.
”Api Asian Games 2018 akan diambil dari Mrapen, Jateng kemudian akan diarak keliling ke 18 Provinsi di Indonesia. Setiap kota dari 18 provinsi yang dilewati perjalanan api Asian Games 2018 itu tentu harus menyambutnya dengan penuh optimisme. Apalagi slogan Asian Games 2018 ini adalah ”Energy of Asia”,” kata Erick yang didampingi Gubernur ABN, IGK Manila .
Mengenai persiapan ke-18 Provinsi yang akan dilewati api Asian Games 2018 itu, Erick menjelaskan bahwa INASGOC telah menyurati masing-masing Gubernur. Intinya, lanjut Erick, gaung Asian Games 2018 ini tak hanya di Jakarta dan Palembang sebagai kota penyelenggara juga ke seluruh pelosok desa di Tanah Air.
Bahkan gaungnya juga akan diembuskan ke seluruh negara-negara Asia peserta Asian Games 2018 yang jumlahnya ada 45 negara. Oleh karenanya, beberapa waktu lalu INASGOC mengundang para Duta Besar (Dubes) ke-45 negara Asia itu dalam rangka menggaungkan Asian games 2018 tersebut.
Menjawab pertanyaan wartawan siapa yang akan diproyeksikan sebagai penyulut obor api Asian Games 2018 saat pembukaan 18 Agustus nanti, Erick mengatakan hal itu masih digodok. Beberapa nama mantan atlet besar Indonesia sudah dinominasikan.
Beberapa waktu lalu, trbunolahraga.com sudah memunculkan sejumlah nama mantan atlet besar Indonesia sebagai kandidat penyulut obor api Asian Games 2018 di antaranya dari cabang tenis Yayuk Basuki dan Yustedjo Tarik, dari cabang bulu tangkis – Christian Hadinata, dan Taufik Hidayat serta dari cabang tinju- Wiem Gommies .
Prestasi Yayuk adalah peraih empat medali emas Asian Games yakni pada tahun 1986 di Seoul, Korsel , melalui nomor ganda putri bersama Suzanna Anggarkusumah, tahun 1990 Beijing, Cina, juga dari ganda putri bersama Suzanna dan ganda campuran dengan Suharyadi serta tahun 1998 Bangkok, Thailand, di nomor tunggal putri.
Sementara Yustedjo Tarik merebut medali emas tunggal putra dan beregu putra di Asian Games 1982, New Delhi, India. Di canang bulu tangkis sebetulnya paling banyak menyumbang medali emas bagi kontingen Indonesia, namun yang paling menonjol adalah Christian Hadinata dan Taufik Hidayat.
Christian Hadinada Merebut 2 medali emas sekaligus di Asian Games 1982 New Delhi India yakni di ganda putra bersama Icuk Sugiarto dan ganda campuran dengan Ivana Lie. Sementara Taufik Hidayat juga meraih 2 medali emas di Asian Games berbeda yaitu tahun 2002 di Busan, Korsel dan 2006 di Doha, Qatar.
Dari cabang tinju, nama Wiem Gommies yang layak diketengahkan. Pria berdarah Ambon ini peraih dua medali emas di Asian Games 1970 dan 1978 keduanya di Bangkok, Thailand. ***