Bantuan APD dari Profindo Sekuritas, Tito: Pemerintah dan Swasta Bersama Tanggulangi Covid 19

 Bantuan APD dari Profindo Sekuritas, Tito: Pemerintah dan Swasta Bersama Tanggulangi Covid 19

Mendari Dalam Negeri Tito Karnavian menerima bantuan dari PT Profindo Sekuritas–foto Puspen Kemendagri

JAYAKARTA NEWS—  Kementerian Dalam Negeri menerima bantuan berupa 200 pcs medical protective clothing atau alat pelindung diri (APD) dari PT Profindo Sekuritas Indonesia. Bantuan diserahkan langsung Direktur Utama PT. Profindo sekuritas Indonesia, Karman Pamurahardjo di lobby Gedung A Kementerian Dalam Negeri.

Hadir dalam penyerahan bantuan Komisaris PT Profindo Sekuritas Indonesia, Ardian Wijaya, Direktur PT Profindo Sekuritas, Rudy Trisnanta, Sekretaris PT Profindo Sekuritas, Pricylia Corry dan Manager Finance PT Profindo Sekuritas, PT Profindo Sekuritas.

Dalam kata sambutannya di acara serah terima bantuan, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, permasalahan Covid-19 adalah permasalahan bersama. Jadi dalam penanggulangannya tidak sekadar tanggungjawab Pemerintah. Tapi juga pihak lain. Diperlukan kebersamaan antara pemerintah maupun non pemerintah termasuk swasta.

“Banyak kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan dalam rangka penanganan Covid-19, termasuk di antaranya, alat proteksi. Proteksi medis bagi tenaga medis, bagi masyarakat, dan lain-lain. Tenaga medis ini adalah salah satu “frontliner” pada garis depan mereka yang berhadapan langsung dengan pasien-pasien yang terkena Covid-19,” katanya.

Oleh karena itu, ia berharap unsur non pemerintah ikut berpartisipasi. Dan, ia sangat bersyukur,  PT Profindo Sekuritas Indonesia tergerak untuk ikut turun tangan memberi bantuan langsung berupa APD dengan standar WHO. Secepatnya, Mendagri menegaskan, bantuan APD yang diterimanya akan diserahkan kepada tenaga-tenaga medis yang menangani pasien atau orang yang terpapar Covid-19.

” Alat-alat ini akan segera kami distribusikan sesuai dengan yang membutuhkan. Kita memiliki data untuk itu, ” ujarnya.

Atas nama Pemerintah, Mendagri pun mengucapkan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada PT Profindo Sekuritas Indonesia yang telah memberi bantuan. Bantuan APD yang diterima menunjukkan kepedulian PT Profindo Sekuritas Indonesia untuk ikut berbagi.

“Kita harapkan melalui momentum ini dapat juga men-triger lebih banyak lagi meskipun saya tahu sudah banyak yang berpartisipasi. Lebih banyak lagi semua unsur-unsur khususnya non pemerintah atau swasta untuk berkontribusi dalam rangka penanganan Covid-19. Sekali lagi atas nama Pemerintah, kami ucapkan terima kasih kepada Pak Ardian Wijaya maupun Pak Karman yang mewakili PT Profindo Sekuritas Indonesia,” kata Mendagri.

Dalam acara yang sama, Direktur Utama PT Profindo Sekuritas Indonesia, Karman Pamurahardjo mengatakan, dampak Covid-19 ini kini sudah memukul banyak sektor. Masyarakat merasakan efeknya. Karena itu, perusahaan merasa terpanggil untuk ikut berkontribusi. Memberi sumbangsih. Mendukung pemerintah yang tengah berjibaku menanggulangi penyebaran Covid-19.

“Kami merasa terpanggil untuk bisa memberikan sedikit sumbangsih kepada Pemerintah, kepada Kemendagri, kepada jajarannya agar bisa dipergunakan untuk sedikit membantu meringankan bagi masyarakat. Alat  ini merupakan alat pelindung diri yang memang standard WHO yang biasa digunakan oleh para medis yang berhadapan langsung dengan keadaan virus yang terpapar langsung. Jadi semoga bantuan ini bisa menjadi berguna untuk kita semua dan bangsa Indonesia,” katanya.

Mendagri menambahkan,  permasalahan Covid-19 ini ada dua hal penting yang harus diperhatikan. Pertama masalah Covid-19 adalah permasalahan kesehatan dan kemanusiaan yang menjadi wabah atau pandemik. Artinya wabah ini mempengaruhi semua rakyat di dunia. Termasuk semua rakyat Indonesia. Jadi yang diutamakan saat ini adalah bagaimana  menjaga agar rakyat Indonesia ini tidak terpapar atau minimal bisa mengatasi Covid-19.

“Namun dalam rangka untuk menangani kesehatan ini karena namanya wabah maka ada teknis untuk menghadapinya, di antaranya adalah mencegah penularan. Untuk mencegah penularan itu otomatis salah satu teori epidemiologi itu adalah melakukan pembatasan-pembatasan yang dalam konteks Indonesia kebijakannya dalam bentuk diantaranya Pembatasan Sosial berskala Besar (PSBB),” ujarnya.

Dalam PSBB, lanjut Mendagri, kumpulan atau kerumunan orang berskala besar dibatasi. Tentu, pembatasan ini otomatis juga berdampak kepada kehidupan ekonomi. Memukul kehidupan pelaku usaha.  Karena orang tidak boleh berkumpul, maka  membuat pelaku usaha juga menjadi kesulitan. Hotel-hotel dan restoran kena dampak. Begitu juga dengan pabrik-pabrik yang juga kena imbasnya. Bahkan pandemi Covid-19 ini  juga berpengaruh kepada dunia sekuritas.

“Ini harus dicari jalan tengah bagaimana untuk menyelamatkan kesehatan publik, dan itu tetap  menjadi yang utama tetapi ekonomi juga tidak boleh terpuruk. Oleh karena itu, perlu kerjasama tadi. Kita berharap upaya-upaya Pemerintah juga didukung oleh dunia usaha,” ujarnya.

Menurut Mendagri, jika Pemerintah dan semua yang berjibaku berhasil menekan penyebaran Covid-19 maka otomatis pembatasan-pembatasan itu akan menjadi dikurangi. Dunia usaha bisa bergerak.  Keberhasilan menekan penyebaran Covid-19 akan membuat dunia usaha bisa hidup kembali. Bisa beraktivitas kembali dengan protokol kesehatan.

“Oleh karena itulah, saya selaku Mendagri mengimbau kepada rekan-rekan pelaku usaha untuk berkontribusi semaksimal mungkin, semampunya masing-masing untuk memberikan dukungan untuk menangani Covid-19. Kalau Covid-19 berhasil kita tekan, otomatis dunia usaha nanti akan bsia bergerak lagi, tapi kalau semuanya diam hanya mengandalkan dari Pemerintah, bukan berarti ini Pemerintah melepas tanggung jawab, tidak. Akan lebih cepat penyelesaiannya seandainya dunia usaha juga berkontribusi. Apapun juga bentuknya yang tujuannya adalah menekan penyebaran,” tutur Mendagri.

Begitu penyebarannya sudah bisa terkendali, kata Menteri Tito, maka otomatis dunia usaha juga bisa bangkit lagi.  Bisa kembali beraktivitas. Menggeliat kembali. Karenanya kontribusi dari dunia usaha sangat diharapkan. Untuk ikut bergerak bersama menanggulangi wabah Covid-19 ini. 

“Ini sudah banyak akan terus bergerak. Misalnya bagi masker. Gerakan nasional membagi masker, baik oleh Pemerintah maupun oleh mereka yang mampu termasuk dunia usaha. Gerakan membagi hand sanitizer sebagai alat perlindungan perorangan. Kemudian gerakan untuk memperbanyak tempat-tempat cuci tangan di ruang publik dengan menggunakan sabun.”

“Itu  juga harus masif dilakukan. Termasuk pengadaan pemberian dukungan alat-alat bagi tenaga medis. Ini juga perlu dilakukan gerakan besar. Gerakan nasional. Jadi dari momentum ini sekali lagi kita harapkan teman dunia usaha yang lain dapat terpanggil untuk memberikan dukungan dalam bentuk apapun, baik kepada Pemerintah atau secara langsung kepada masyarakat,”kata Mendagri panjang lebar.***/non

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *