ASI Ibu Gendut Bisa Bikin Berat Badan Anak Naik

 ASI Ibu Gendut Bisa Bikin Berat Badan Anak Naik

JAYAKARTA NEWS – Anda mungkin pernah bertanya-tanya atau heran mengapa sebuah keluarga –ayah, ibu dan anak-anak mereka– punya profil gendut (obesitas). Ternyata, menurut sebuah riset, awal mula ‘kutukan’ itu datang dari air susu ibu (ASI) yang bermasalah dengan berat badan alias obesitas.

Riset itu bermula dari pertanyaan, apakah seorang ibu yang memiliki berat badan proporsional sehat atau obesitas, akan memiliki andil untuk memprediksi komposisi tubuh anaknya.

Sekarang, para peneliti tampaknya telah bergerak sedikit lebih dekat, untuk mencari tahu jawabannya mengapa dan bagaimana hubungan hal itu.

Temuan terbaru dari riset mengenai relasi itu memberi gambaran, bahwa susunan molekul ASI dari ibu hamil yang mengalami obesitas, ternyata berbeda dari ibu hamil dengan berat badan normal. Hal itu kemudian dapat mempengaruhi berat anaknya, demikian menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di The American Journal of Clinical Nutrition.

Para peneliti berpikir, ibu dengan obesitas dan berat badan normal, masing-masing memiliki berbagai metabolit yang berkontribusi pada komposisi berat badan anak-anak mereka.

Dalam dunia kesehatan, obesitas menjadi obyek penelitian yang tidak habis-habisnya, karena kelebihan berat badan memiliki peran dalam timbulnya berbagai penyakit. Tentu menjadi perhatian, kalau obesitas ini sudah menjadi masalah sejak usia dini (anak-anak).

“Obesitas pada anak meningkatkan risiko diabetes tipe 2, dan sejumlah komplikasi kesehatan lainnya. Tujuan kami adalah mengidentifikasi faktor risiko paling awal yang memprediksi obesitas pada anak,” kata Elvira Isganaitis, seorang peneliti di Joslin Diabetes Center yang juga penulis utama atas hasil riset isu ini.

“Kita tahu bahwa salah satu faktor itu adalah paparan nutrisi pada periode pascanatal.”

Ketika seorang anak mencapai umur 1 bulan, kelebihan berat badan atau obesitas, dan ibu dengan berat badan normal memiliki 10 metabolit yang membedakan ASI mereka.

Tiga di antaranya adalah karbohidrat kompleks yang dapat memengaruhi mikrobiota usus. Pada saat anak mencapai usia 6 bulan, menurut hasil penelitian menunjukkan ada 20 metabolit berbeda pada ibu yang kelebihan berat badan dan normal.

“Temuan kami menunjukkan bahwa campuran faktor tertentu – turunan nukleotida dan karbohidrat kompleks —bisa menjadi target terapi untuk meningkatkan profil ASI dan mungkin melindungi anak-anak dari obesitas,” kata Isganaitis.

Para ibu yang obesitas juga memiliki adenin susu, yang terkait dengan kenaikan berat badan pada bayi.

Para peneliti mengatakan dengan mengetahui bagaimana ASI dapat memengaruhi berat badan anak, dapat memberi para profesional di bidang kesehatan sebuah wawasan yang lebih baik tentang cara menasihati orang tua tentang pola makan atau olahraga yang lebih baik.

“Menyusui harus dipromosikan dan didukung. Pada akhirnya, kami ingin mengidentifikasi jalur metabolisme yang memungkinkan ASI bermanfaat dalam hal kenaikan berat badan bayi, dan hasil kesehatan anak lainnya,” kata Isganaitis.

“Harapannya adalah bahwa data ini juga dapat menginformasikan cara untuk membuat susu formula lebih protektif dalam hal risiko obesitas di masa depan.”***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *