Yatti Surtiyati, si Cantik Penggiat Koperasi

 Yatti Surtiyati, si Cantik Penggiat Koperasi
Yatti Surtiyati, Kabid Pengembangan Organisasi dan Kelembagaan BKWK pusat. Foto: Ist

HASRATNYA memajukan koperasi terus dilakukan, khususnya koperasi-koperasi wanita. Sebagai penggiat koperasi dan pengurus koperasi, Yatti Surtiyati Arief melalui Badan Komunikasi Wanita Koperasi (BKWK) Dekopin melihat dua hal yang belum berkembang baik. Di satu sisi adalah koperasi itu sendiri, dan sisi lain yang sebetulnya bisa dimajukan dalam satu jaringan adalah pelaku usaha  terutama usaha mikro dan kecil.

Masalah manajemen, kurangnya kemampuan menghimpun modal dari kalangan anggota, serta pemanfaatan teknologi informasi (IT) merupakan faktor-faktor yang perlu segera dirombak dalam koperasi. “Pemanfaatan  IT harus, apalagi kini sudah dibuat aplikasi sendiri untuk koperasi yaitu Smart Coop,“ papar Yatti Surtiyati, Kabid Pengembangan Organisasi dan Kelembagaan BKWK pusat.

Untuk mempertemukan keduanya BKWK mencetuskan program Kasih Ibu (Kelompok Silih Asih untuk Insentif Bantuan Usaha). Program ini ditujukan untuk pemberdayaan para pelaku UMKM dengan menerapkan sistem tanggung jawab bersama dalam kelompok (8-10 orang anggota).

Syaratnya mudah, membudayakan “menyimpan” atau menabung dan selanjutnya anggota dapat menerima bantuan pinjaman. Sebenarnya dana BKWK sangat minim, karena itu Kabid BKWK untuk dua periode ini menggandeng BUMN  agar koperasi-koperasi wanita  dan anggotanya yang kebanyakan UMKM sama-sama berkembang.

Alhamdulillah kali ini kami bisa menggandeng Pertamina,“ kata ketua Pengurus Koperasi Wanita di Bekasi di sela-sela seminar Kerjasama antara Koperasi dan BUMN, belum lama ini di Bogor. Gozali Nasution dari CSR & SMEPP Pertamina pun menyambut baik kerjasama kemitraan yang baru dimulai tersebut.

“Kerjasama dengan Dekopin melalui BKWK merupakan komitmen kami dalam program kemitraan untuk ikut serta mengembangkan UMKM di Indonesia,“ ujar Gozali. Dan menurutnya, memberikan pembiayaan melalui koperasi akan memudahkan koordinasinya.

Adanya peluang ini, Yatti Surtiyati mengimbau agar koperasi meningkatkan kerjasama antarkoperasi dan penggunaan aplikasi  bagi koperasi segera direalisasikan. “Kalau terintegrasi dalam satu aplikasi, akan mudah koneksinya, baik dengan  sesama anggota koperasi maupun antarkoperasi. Ini juga akan meningkatkan produktivitas,“ Yatti menegaskan.

Menurut Yatti, sekarang era kemitraan. Tinggalkan ego kalau ingin berkembang. Kalau setiap koperasi beranggotakan 300 orang saja, maka jika 20 koperasi melakukan kerjasama dan terinegrasi dalam satu jaringan, maka koperasi dengan anggota-anggota UKM-nya juga akan lebih mudah  memasarkan produknya sekaligus memperluas pasar.

“Kalau koperasi kuat dan memperkuat kemitraan maka kepercayaan masyarakat dan stakeholder juga akan terbangun,“ kata Yatti Surtiyati. ***

Digiqole ad

Related post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *